Rasionalisasi Kelompok 3.5
Rasionalisasi
1) Bagaimana anda dapat menemukan
kebutuhan gizi atlit?
Perhitungan Kebutuhan Kalori
Gizi atlet
dilihat dari berbagai faktor seperti umur, aktivitas, berat badan, jenis
kelamin, dan yang paling utama adalah latihan atlit. Perhitungan menunjukan
bahwa jumlah kalori basal Sabina memiliki nilai sebesar 1552,5 kalori.
Kebutuhan harus dicocokan dengan kondisi dari saudari Sabina.
Data menunjukan bahwa pasien memiliki umur dibawah
40 tahun, sehingga tidak memerlukan penambahan kalori khusus. Aktivitas saudari
sabina adalah sebagai atlit. Hal ini menunjukan kalori saudari Sabina perlu
untuk ditambah sesuai dengan Aktivitas
Fisik. Tambahan tersebut meliputi kalori basal ditambah dengan 40% dari
kalori yaitu 621 kalori. Hal ini dikarenakan atlit merupakan kategori aktivitas
yang berat (FK UI) . Penambahan berdasarkan
tingkat aktivitas yaitu :
Tabel
1.1 Penambahan kebutuhan kalori berdasarkan tingkat aktivitas.
Tingkat Aktivitas
|
Aktivitas/ Pekerjaan
|
Penambahan Kalori
|
Istirahat
|
-
|
10%
|
Ringan
|
Pegawai kantor, pegawai took, guru, ahli hukum,
ibu rumah tangga, dll
|
20%
|
Sedang
|
Pegawai di industry ringan, mahasiswa, militer
yang sedang tidak perrang
|
30%
|
Berat
|
Petani, buruh, militer dalam keadaan latihan,
penari, atlit
|
40%
|
Sangat Berat
|
Tukang becak, tukang gali, pandai besi
|
50%
|
Sumber : Buku Menyusun Diet Berbagai Penyakit, FKUI.
Saudari Sabina juga memiliki Indeks Masa Tubuh yang
dapat dikategorikan KURUS, oleh karena itu saudari Sabina memilki tamabahan
kalori khusus yaitu 20-30%. Pemilihan penambahan kalori sebesar 30% dikarenakan
sebagai atlit, Saudari Sabrina perlu mendapatkan berat badan ideal dan tenaga
yang cukup banyak. Penambahan berdasarkan IMT sebesar 465,75 kalori.
Pola latihan Saudari Sabina diketahui dalam satu
minggu memerlukan latihan selama 5 hari, dimana masing-masing latihan
memerlukan durasi 2,5 jam atau selama 150 menit. Penambahan kalori berdasarkan
jadwal latihan olahraga Sabina dihitung berdasarkan berat badan dan jenis
olahraga yaitu Voli.
Sumber : Buku Pedoman Gizi
Olahraga Prestasi, Kemenkes (2014).
Berdasarkan tabel tersebut dapat
diketahui kebutuhan kalori dikalikan 2kalori/menit dengan pola latihan saudari
Sabina diambil berdasarkan data berat badan terdekat (50kg pada tabel).
Penambahan kalori basal dihitung melalui akumulasi seminggu latihan yaitu, 5
(hari) dikali 150 (menit) dikali 2 (kalori) kemudian dibagi 7 (hr), sehingga
diperoleh penambahan 214,2 kalori per harinya. Total kebutuhan energi saudari
Sabrina yaitu 2853,45
kalori.
Perhitungan
kebutuhan gizi
Perhitungan
Karbohidrat, Protein, dan Lemak dihitung berdasarkan tipe latihan olahraga. Saudari
Sabina yang merupakan olahraga Voli, masuk ke dalam olahraga permainan.
Olahraga permainan memiliki kebutuhan karbohidrat sebesar 50%-60%, protein
sebesar 12%-15%, dan lemak sebesar 30%-35%.
Sumber : Buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi,
Kemenkes (2014).
Diketahui dalam perhitungan menggunakan karbohidrat
sebesar 55%. Pemilihan 55% dikarenakan saudar Sabina memiliki pola latihan
khusus menjelang pertandingan, sehingga memiliki intensitas yang lebih tinggi
dari biasanya. Penggunaan presentase kebutuhan Protein sebesar 15% yang diambil
karena protein yang dapat digunakan untuk meningkatkan massa otot. Lemak
sebesar 30%, pemilihan 30% ditujukan agar cadangan lemak tidak terlalu tinggi.
Pada perhitungan dapat diketahui kebutuhan
karbohidrat yaitu 392,35 gram, kebutuhan protein yaitu 107 gram, dan kebutuhan
lemak yaitu 95,1 gram. Angka tersebut juga sesuai dengan rekomendasi diet atlit
voli berdasarkan gram/kgBB. Diketahui besaran nilai karbohidrat dengan berat
pasien adalah sebear 8,72 g/kgBB dimana sesuai dengan rekomendasi yaitu
5.0-10.0g/kgBB dan besaran nilai protein per berat pasien adalah sebesar 1,72g/kgBB
dimana sesuai rekomendasi yaitu 1,2-2,0 g/kgBB, serta lemak sebesar 20-30%.
Sumber : (Nikiforos,
et al., 2017)
2) Bagaimana
menu yang sudah ada dapat mengatasi anemia yang diderita atlet voli?
·
Atlet
voli mengalami anemia defisiensi besi, sehingga direkomendasikan makanan yang
mengandung zat besi.
·
Recommended Daily Intake (RDI) zat besi :
o
Wanita
usia 19-50tahun à 18mg/hari
o
Wanita
membutuhkan lebih banyak zat besi untuk menggantikan jumlah yang hilang dalam
darah selama menstruasi. Sampai menopause, wanita membutuhkan zat besi dua kali
lebih banyak daripada pria.
·
Ada
2 jenis zat besi dalam makanan: haem dan non-haem. Besi hem, ditemukan dalam
daging merah, ayam dan makanan laut, diserap lebih efektif daripada besi
non-hem, yang ditemukan dalam telur dan makanan nabati.
o
Sumber
zat besi heme (3,5 miligram/porsi) :
§
3
ons daging sapi atau hati ayam
§
3
ons kerang
§
3
ons tiram
o
Sumber
zat besi heme (2,1 miligram/porsi) :
§
3
ons daging sapi
§
3
ons sarden
o
Sumber
zat besi heme (0,6 miligram/porsi) :
§
3
ons ayam
§
3
ons kalkun
§
3
ons ham
o
Sumber
zat besi heme (0,3 miligram/porsi) :
§
3
ons salmon / tuna
o
Sumber
zat besi non-heme (3,5 miligram/porsi) :
§
Sereal
§
1
cangkir kacang rebus
§
1½
cangkir tahu
o
Sumber
zat besi non-heme (2,1 miligram/porsi) :
§
1½cangkir
kacang merah / buncis
§
1
buah kentang panggang sedang
§
1
ons biji labu, wijen, atau labu
o
Sumber
zat besi non-heme (0,7 miligram/porsi) :
§
1½
cangkir kacang polong matang
§
1
ons kacang, kenari, almond panggang, kacang mete panggang, atau biji bunga
matahari
§
1½
cangkir kismis
§
1
tangkai brokoli
§
1
cangkir bayam mentah
§
1
cangkir pasta (dimasak, itu menjadi 3-4 cangkir)
§
1
potong roti bagel atau muffin
§
1
cangkir beras merah
·
Status
zat besi dalam tubuh bergantung pada penyerapan zat besi tersebut. Sumber
vitamin C seperti pada jeruk, pepaya serta sumber protein hewani tertentu dapat
meningkatkan penyerapan besi atau sebagai enhancer karena vitamin C membantu
penyerapan besi dengan merubah bentuk feri menjadi fero yang mudah diserap.
Vitamin C membentuk gugus besioksalat yang tetap larut pada pH yang lebih
tinggi seperti di duodenum sehingga mudah diserap, oleh sebab tersebut disarankan
mengkonsumsi makanan sumber vitamin C tiap kali makan untuk meningkatkan
absorbasi besi nonhem.
3) Makanan
seperti apa saja yang baik dikonsumsi sebelum berolahraga?
·
Makanan
atau camilan harus dikonsumsi dalam 2-4 jam sebelum dimulainya latihan.
·
Makan atlet pada pagi hari dianjurkan
untuk tidak makan-makanan yang terlalu berat dan disarankan adalah roti, oatmeal,
susu, dan buah-buahan.
·
Beberapa
atlet akan mengalami kesulitan untuk makan makanan padat menjelang dimulainya latihan
dan dapat mencoba mengganti makanan dengan karbohidrat cair, (mis. Minuman
olahraga, jus, atau susu), yang dapat membantu menghindari gangguan perut.
·
Makanan
tinggi karbohidrat dianjurkan dikonsumsi sebelum latihan untuk memperkuat
simpanan glikogen dalam otot dan hati.
·
Beberapa
ide makanan kaya karbohidrat untuk dimakan sebelum latihan :
o
Bubur
dengan susu, sirup maple dan pisang
o
yoghurt
dengan salad buah
o
Sandwich
dengan daging / ayam / keju atau mentega kacang
o
Sandwich
dengan sayuran dan keju
o
Roti
panggang atau muffin dengan alpukat
o
Pasta
dengan saus berbasis tomat
o
Sushi
4) Makanan
seperti apa saja yang baik dikonsumsi setelah berolahraga?
·
Pemulihan
sangat penting dan dapat dipercepat dengan mengonsumsi makanan atau camilan
yang mengandung karbohidrat untuk menggantikan simpanan glikogen otot; protein
untuk perbaikan otot dan cairan untuk menggantikan kehilangan keringat segera
setelah selesai.
·
Makanan
karbohidrat dan tinggi protein dianjurkan dikonsumsi dalam 30 menit setelah latihan.
·
Beberapa
ide pemulihan makanan ringan meliputi:
o
Sports
Bar (kombinasi protein + karbohidrat)
o
Coklat
/ susu rasa
o
Sandwich
kasar dengan daging, ikan, atau keju
o
Yoghurt
dengan buah dan ditambahkan kacang
o
Milkshake,
Smoothie Buah
·
Untuk
menyelesaikan pemulihan, beberapa makanan yang cocok termasuk:
o
Pizza
buatan sendiri dengan ham, keju + sayuran
o
Risotto
ayam dan sayuran
o
Salmon
panggang dengan kentang panggang dan sayuran (VOLLEYBALL, t.thn.)
5) Bagaimana sistem penggunaan energi oleh atlit
Voli?
Untuk
menghasilkan energi diperlukan sintesis dari molekul
Adenosine Triphospate (ATP) yang akan menjad Adenosine Diphospate (ADP)
dan gugusan fosfat yang nantinya akan menghasilkan energi. Pada olahraga
terdapat 3 jalur metabolise energi yaitu hidrolisis phosphocreatine (PCr),
glikolisis anaerobic glukosa (glikolisis), dan metabolisme aerobik.
Jalur metabolisme hidrolisis phosphocreatine
(PCr) yang berperan dalam pembentukan energi. Pada otot memiliki kreatin
yang akan terfosforilasi menjadi PCr. Hidrolisis ini berawal dari zat gizi
yaitu karbohidrat, protein, dan lemak yang akan menjadi creatine phosphate (CP)
dan ATP yang selanjutnya akan menjadi ADP dan menghasilkan energi.
Jalur metabolime glikolisis dapat
berlangsung tanpa bantuan dari oksigen dengan menggunakan simpanan glukosa yang
akan diubah menjadi asam piruvat yang akan disertai dengan pembentukan ATP.
Metabolisme glikolisis menggunakan glikogen yang berasal dari otot yang akan
menghasilkan 3 ATP dan glikogen yang berasal dari darah yang akan menghasilkan
2 ATP. Asam Piruvat ini akan diproses kembali baik dapat melalui proses
anaerobic maupun aerobic.
Jalur metabolism aerobic bekerja
melalui pembakaran karbohidrat, lemak, dan sedikit pemeceahan protein yang
berlangsung melalui siklus Krebs. Metabolisme ini digunakan untuk olahraga
ketahanan / endurance. Metabolisme ini membutuhkan pasokan oksigen untuk
menghasilkan energi. Sumber dari metabolisme ini adalah karbohidrat dan lemak.
Pada olahraga bola voli, metabolisme
yang paling banyak dipakai adalah jalur metabolisme Phospocreatine dan
Glikolisis dimana olahraga ini membutuhkan gerakan yang cepat dan intensitas
tinggi beserta membutuhkan explosive power.
6) Mengapa
dalam olahraga bola Voli dibutuhkan karbohidrat yang memiliki presentase lebih
banyak?
Kita telah mengetahui bahwa olahraga
Voli memiliki sistem metaboisme yang didominasi oleh PCr dan Glikolisis (nomor
5) dimana 80% sumber energi berasal dari 2 jalur metabolisme tersebut.
Pada
sistem metabolisme PCr diketahui bahwa salah satu zat gizi yang paling berperan
adalah karbohidrat. Dalam hal ini fungsi karbohidrat dalam otot akan
menghasilkan glukosa. Glukosa ini akan membentuk energi dari metabolisme creatinine
phosphate dan ADP yang menghasilkan ATP.
Gambar 1.1 Sistem metabolisme Phosphocreatine
Jalur
metabolisme dominan yang kedua adalah glikolisis. Pada glikoslis, zat makanan
yang berperan adalah karbohidrat, dimana karhidrat akan menjadi Glukosa
6-phosphate. Glukosa 6-phosphate akan melalui serangkaian
glikoslisis yang akan menghasilkan asam Priuvat untuk selanjutnya diproses
membentuk energi melalui jalur lainnya (Gambar
Gambar 1.2 Metabolisme
Makronutrien
7) Berapa
lama durasi latihan atlit bola Voli dalam satu minggu?
Latihan
yang dilakukan oleh atlit memiliki prioritas yang berbeda-beda sesuai dengan
kondisi pertandingan, Olahraga yang dilakukan meliputi 3 hal yaitu latihan
kekuatan fisik, latihan teknik
dasar, dan latihan strategi. Tidak lupa sebelum latihan dilakukan pemanasan dan
setelah latihan dilakukan pendinginan. Total durasi latihan pada saudari
Sabrina adalah selam 2,5 jam / 150 menit yang dilakukan 5 hari dalam satu
minggu. Adapun pola latihan dari minggu ke minggu yaitu :
Adapun latihan yang dilakukan Saudari
Sabrina yaitu
Pemanasan dilakukan selama 20 menit
dengan pola :
·
Joging =
2 menit
·
Streching = 8 menit
·
Stengthening = 5 menit
·
Conditioning = 5 menit
Latihan selanjutnya
lebih diarahkan pada latihan teknik
dasar dan strategi, mengingat untuk persiapan pertandingan membutuhkan
koordinasi yang lebih baik. Latihan ini dapat diartikan sesuai dengan gambar
terdahulu pada bulan Maret.
Adapun latihan meliputi
·
Kelincahan = 15 menit
·
Penanganan secara partner = 30 menit
·
Ulasan smash, Umpan bola = 30 menit
·
Servis dan Over bola = 20 menit
·
Permainan bola dan Strategi = 30 menit
Pendinginan dilanjutkan selama 15 menit, meliputi
·
Streching = 10 menit
·
Conditioning = 5 menit
8) Bagaimana
penghitungan kebutuhan cairan untuk atlet voli wanita?
Kebutuhan cairan sangat diperlukan oleh
seorang atlet
Beberapa pencapaian dari perlunya seorang atlet dalam
hidrasi yang baik
-
Pertahankan hidrasi sepanjang latihan
-
Memaksimalkan kinerja dan meningkatkan
pemulihan
-
Meminimalkan cedera dan kram otot
Kebutuhan
dibedakan menjadi 2 yaitu :
a) Kebutuhan
cairan utama
Kebutuhan cairan utama dihitung dengan :
-
10 kg berat badan pertama = 1L
-
10 kg berat badan selanjutnya = 500ml
-
Sisa berat badan x 20ml
Saudari
Sabrina memiliki berat 45kg, maka dari itu kebutuhan cairan adalah
-
10 kg berat badan pertama = 1L (sisa 35kg)
-
10 kg berat badan selanjutnya = 500ml (sisa 25kg)
-
25 kg x 20ml = 500ml
Total Kebutuhan cairan adalah 2L
Pembagian cairan tubuh diatur dengan
Waktu
|
Jumlah Penggunaan
|
Estimasi
|
Makan Pagi
|
360 ml
|
1 gelas sedang
|
Snack Pagi
|
240 ml
|
1 gelas kecil
|
Makan Siang
|
360 ml
|
1 gelas sedang
|
Snack Sebelum Olahraga
|
200 ml
|
1 gelas kecil
|
Snack Setelah Olahraga
|
240 ml
|
1 gelas kecil
|
Makan Malam
|
360 ml
|
1 gelas sedang
|
Bangun Pagi
|
240 ml
|
1 gelas kecil
|
Total
|
2000 ml
|
b) Kebutuhan
cairan olahraga
Kebutuhan
Saudari Sabina dengan intensitas sedang mengeluarkan jumlah keringat sekitar
1-16L atau lebih, kehilangan sodium hingg 16g, serta kebutuhan cairan adalah
1-14L
Sehingga
kebutuhan cairan dapat dipenuhi sebelum latihan, selama latihan dan sesudah latihan :
-
Sebelum latihan
o
2-4 jam sebelum latihan saudari Sabrina
harus konsumsi air 5-10ml/kgBB (10ml/kgBB).
Sehingga
diperoleh 10ml x 45kgBB = 450ml (±1 botol)
o
15 menit sebelum latihan : 200ml (± 1 gelas kecil)
-
Selama latihan
o
Setiap 15–20 menit :120 mL cairan (2 -3 tegukan besar)
o
Karena durasi selama 150 menit (>120
menit) maka diperlukan pergantian cairan yang mengandung Natrium, Kalium, dan
Karbohidrat.
o
Penambahan cairan Natrium dapat
merangsang rasa haus yang membuat keinginan untuk menambah cadangan mineral
serta adapt kehilangan cairan tubuh dari keringat yang hilang. Anjuran yang
diberikan dari Instiute of Medicine adalah 450-700mg/L
o
Penambahan cairan Kalium juga berfungsi
untuk menggantikan kehilangan cairan tubuh dari keringat yang hilang dan
direkomendasikan asupan mineral sebanyak 80-200 mg/L
o
Penambahan cairan yang mengandung
Karbohidrat dapat berfungsi untuk menurunkan rasa kelelahan. Hal ini diperlukan
bagi atlit yang melakukan latihan lebih dari 1 jam.
o
Minuman pengganti yang dikonsumsi oleh
saudari Sabina adalah Sports Drink (Pocari Sweat - botol 500ml), karena tiap
100ml mengandung 120mg Natrium, 20mg Kalium, dan 6,2g karbohidrat.
o
Jumlah minuman yang digunakan adalah
500ml dimana setiap kebutuhan adalah
§
Natrium =
43mg x 5 = 215mg
§
Kalium =
20mg x 5 = 100mg
§
Karbohirat = 6,2g x 5 = 31g
Pembagian
minum dapat diatur yaitu
·
Joging =
2 menit
·
Streching = 8 menit
Minum air 120ml cairan (2-3 tegukan
besar)
·
Stengthening = 5 menit
·
Conditioning = 5 menit
·
Kelincahan = 15 menit
Minum air 150ml cairan (3-4 tegukan
besar)
·
Penanganan secara partner = 30 menit
Minum Pocari Sweat 150ml (½ botol)
·
Ulasan smash, Umpan bola = 30 menit
Minum Pocari Sweat 150ml (½ botol)
·
Servis dan Over bola = 20 menit
·
Permainan bola dan Strategi = 30 menit
Minum Pocari Sweat 200ml (½ botol), dan
Air 150ml(3-4 tegukan besar)
·
Streching = 10 menit
·
Conditioning =5 menit
-
Setelah latihan
o
500
mL air mineral.
-
Total konsumsi selama Latihan (pre,
selama, post)
Sports
Drink = 500ml
Air dingin ± 10oC dan
sports drink (Pocari Sweat) ± 15-20oC dianggap lebih baik dikonsumsi
dibandingkan air hangat karena air dingin dapat diserap oleh usus secara lebih
cepat, sehingga waktu pengosongan lambung lebih cepat
Dari perhitungan tersebut dapat
diketahui total konsumsi cairan saudari Sabina adalah
§ Air
mineral = 3540ml – 3670ml
§ Sports
Drink = 500ml
(Sport Science Institue, 2013) (Muth, 2015) .
9) Buah
apa yang baik dikonsumsi bagi atlet?
Kandungan
polifenol dalam buah memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi dimana dapat
meningkatkan fungsi vaskular. Polifenol baik untuk meningkatkan kinerja
olahraga. Sejumlah besar bukti menunjukkan bahwa suplementasi dengan > 1000
mg polifenol per hari selama 3 hari atau lebih sebelum dan sesudah berolahraga
akan meningkatkan pemulihan setelah kerusakan otot melalui mekanisme
antioksidan dan antiinflamasi. Polifenol ini terdapat pada buah, yaitu apel,
ceri, mangga, anggur, jeruk (Bowtell & Kelly, 2019)
10). Bagaimana
kandungan besi pada asupan makanan atlit pada menu?
Kebutuhan gizi besi atlit Voli terutama
Sabina dilihat dari jenis olahraga dan kondisi kesehatannya. Hal ini dapat
diketahui pada saat latihan, Sabina melakukan olahraga selam 2,5 jam dan
termasuk dalam olahraga endurance, selain itu usia Sabina yang 26 tahun
menunjukan bahwa Sabina masih dalam tahap menstruasi. Oleh karena itu intake
kebutuhan Sabina dalam sehari dapat diberikan sebanyak 18-23mg
Sumber : (Burke, D. Louise, 2010)
Selain itu saudara Sabina juga
mengalami anemia. Apabila anemia defisiensi besi, saudara Sabina dapat diberikan
tambahan asupan makanan besi sebesar 20mg / hari.
Penambahan ini didasari dari penelitian
yang dilakukan oleh Michael Alleyne, MD.
Sumber : (Alleyne, dkk, 2009)
Sehingga dapat diketahui total kebutuhan
besi saudari Sabina adalah 38-43mg
Dalam menu dapat diketahui total kebutuhan
menu Sabina adalah
Menu A
Waktu
Makan
|
Bahan Makanan
|
Fe (mg)
|
Waktu
Makan
|
Bahan
Makanan
|
Fe
(mg)
|
Makan Pagi
|
Roti Gandum
|
3,65
|
Makan Pagi
|
Oatmeal
|
4,6
|
Tomat
|
0,5
|
Yogurt non-fat
|
0,1
|
||
Mayonaise
|
0
|
Susu sapi
|
3,4
|
||
Ikan segar iris
|
0,437
|
Strawberry
|
|||
Sosis
|
0,55
|
Keju
|
0,25
|
||
Susu Sapi
|
3,4
|
Madu
|
0,3
|
||
Apel Merah
|
0,3
|
Kacang almond
|
0,6
|
||
Mangga
|
1
|
Alpukat
|
1,8
|
||
Snack Pagi
|
Kacang almond
|
0,3
|
Snack Pagi
|
Pisang ambon
|
0,625
|
Alpukat
|
1,8
|
Biskuit
|
0,6
|
||
Protein Shake Vanila
|
4
|
||||
Makan Siang
|
Nasi merah
|
1,76
|
|||
Tempe
|
2,5
|
Makan Siang
|
Nasi merah
|
1,76
|
|
Sosis
|
1,1
|
Minyak Jagung
|
|||
Ayam
|
1,5
|
Daging sapi
|
0,98
|
||
Bihun
|
0,45
|
Sosis
|
1,4
|
||
Jagung Muda
|
0,55
|
Kecap
|
0,5
|
||
Pisang Ambon
|
0,625
|
Bawang bombai
|
0,5
|
||
Pepaya
|
1,7
|
Bayam merah
|
3,1
|
||
Minyak Jagung
|
0
|
Cabai merah besar
|
2,7
|
||
Bawang bombai
|
0,5
|
||||
Snack Sebelum Latihan
|
Pisang Susu
|
Minyak Jagung
|
0
|
||
Roti Gandum
|
3,65
|
Jeruk manis
|
0,6
|
||
Jus tomat
|
1
|
||||
Snack Sebelum Latihan
|
Yogurt non-fat
|
0,1
|
|||
Snack Setelah Latihan
|
Jeruk manis
|
0,6
|
kiwi
|
0
|
|
Roti tawar
|
0,7
|
semangka
|
0,4
|
||
Ikan tuna
|
2,5
|
melon
|
0,17
|
||
anggur
|
0,55
|
||||
Nasi merah
|
1,76
|
Snack Setelah Latihan
|
Sports Bar (protein +
karbohidrat)
|
2
|
|
Makan Malam
|
Daging sapi
|
0,98
|
Susu skim cair
|
0,2
|
|
Bayam merah
|
3,1
|
Buah naga
|
2
|
||
Minyak Jagung
|
0
|
||||
Cabe merah besar
|
2,7
|
Makan Malam
|
Nasi merah
|
1,76
|
|
Bawang bombay
|
0,5
|
Jamur tiram
|
0,26
|
||
Kacang kapri
|
3,8
|
Ikan kakap
|
0,35
|
||
Sosis
|
0,55
|
Bakso
|
3,6
|
||
Jeruk manis
|
0,6
|
Bayam merah
|
3,1
|
||
Apel merah
|
0,3
|
Melon
|
0
|
||
Leci
|
Madu
|
0,3
|
|||
Jeruk manis
|
0,6
|
||||
Total
|
44,862
|
Total
|
43,705
|
||
Dapat diketahui total dalam menu A
adalah 44,862 mg/ hari dan pada menu B adalah 43,705 mg/hari. Hal ini lebih
sedikit disbanding nilai rekomendasi yaitu 38-43mg. Alasan melebihkan sedikit
dari asupan besi ini adalah karena intensitas latihan dan menstruasi yang tidak
dapat diprediksi, sebagai cadangan asupan besi dapat dilebihkan 0,5-1mg/hari agar
tidak kekurangan.
(Alleyne, dkk. 2009) (Burke, D.
Louise, 2010)
Daftar Pustaka
Alleyne dkk., dkk.,
2009. Individualized treatment for iron deficiency anemia in adults. HHS
Public Acces.
Belski, R., Forsyth, A., & Mantzoris, E. (Eds.). (2019). Nutrition
for Sport, Exercise and Performance. New South Wales: Allen & Unwin.
Bowtell, J. and Kelly, V. (2019) ‘Fruit-Derived Polyphenol Supplementation
for Athlete Recovery and Performance’, Sports Medicine. Springer
International Publishing, 49(s1), pp. 3–23.
Masthalina, H; Laraeni, Y; Dahlia, Y P. (2015). Pola Konsumsi (Faktor Inhibitor
dan Enhancer Fe) Terhadap Status Anemia Remaja Putri. Jurnal Kesehatan
Masyarakat (JKM) pp 80-86
Muth, N. D. (2015). Nutrition Sport for Health Professionals.
Philadelphia: F.A Davis Company
Gamage, J. P. and De Silva, A. (2014) ‘Nutrient Intake and
Dietary Practices of Elite Volleyball Athletes during the Competition Day’, Annals
of Applied Sport Science, 2(4), pp. 1–10. doi:
10.18869/acadpub.aassjournal.2.4.1.
Health Direct. (2020). Foods in High Iron
https://www.healthdirect.gov.au/foods-high-in-iron diakses pada 24 April 2020
Kementrian Kesehatan RI.
(2014). Buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi, Kemenkes.
Jakarta
Nikiforos, et al., (2016). Dietary Intakes and Nutritional Status of a Greek Team of Female
Volleyball Players
Pritasari; Damayanti, Didit; Lestari, Nugraheni Tri. (2017 ).
Gizi dalam Daur Kehidupan. Kementrian Kesehatan Indonesia Pusat Pendidikan
Sumber Daya Mnusia Kesehatan: Jakarta
SDA (Sports Dietitians Australia). Volleyball. https://www.sportsdietitians.com.au/factsheets/food-for-your-sport/indoor-volleyball/
diakses pada 24 April 2020
Sport
Science Institue. (2013). Performance Hydration. Sports, Cardiovascular, and Wellness
Nutrition (SCAN)
WebMD. (2018).
Iron-Rich Foods https://www.webmd.com/diet/iron-rich-foods#1 diakses pada 24 April 2020







Dari menu yang telah disusun apakah ada menu yang dapat menghambat penyerapan besi, mengingat atlet tersebut mengalami anemia?
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
DeleteSelamat siang, terimakasih pertanyaannya Raeynaldo.
DeleteDalam menu yang telah disusun, kami telah menghindari beberapa zat yang dapat menghambat penyerapan besi antara lain kafein, tanin, oksalat, fitat, yang terdapat dalam produk-produk kacang kedelai, teh, dan kopi.
pada menu yang telah kami susun, kami lebih meningkatkan konsumsi minuman / makanan yang mengandung vitamin C yang dapat membantu penyerapan zat besi hem maupun non-hem
Sumber : Masthalina, H., Laraeni, Y., & Dahlia, Y. P. (2015). POLA KONSUMSI (FAKTOR INHIBITOR DAN ENHANCER FE) TERHADAP. Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM), 80-86.
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Halo Renaldy, untuk prinsip pemilihan menu zat besi nya juga kami berdasarkan ini
DeletePemenuhan menu makanan bagi atlet sangat penting untuk kebutuhan zat gizi atlet. Seorang atlet yang baik harus makan makanan tinggi karbohidrat, cukup protein, rendah lemak, dan cukup vitamin, mineral serta cairan.
Kadar hemoglobinrendah dapat dipengaruhi oleh asupan zat gizi yang kurang. Ketersediaan asupan makan sumber zat besi dalam bentuk bahan makanan, cairan maupun suplemen dapat meningkatan kadar hemoglobin,hematokrit, dan sel darah merah. Asupan makronutrien seperti protein berperan pada penyimpanan dan transportasi zat besi. Selain itu dalam penyerapan zat besi di usus halus juga dibantu
oleh Heme Carrier Protein (HCP1). Zat besi merupakan komponen utama yang memegang peranan penting dalam pembentukan darah (hemopoiesis) yaitu mensintesis hemoglobin. Selain asupan zat besi, mikronutrien seperti seng, tembaga, folat, vitamin C dan juga vitamin A juga berhubungan dengan kadar hemoglobin pada tubuh. Asupan makanan selain dari asrama juga perlu untuk diperhatikan terkait dengan jumlah asupan zat gizi.
Sumber : Tri, Yuni Astuti. Hubungan Asupan Makronutrien dan Kadar Hemoglobin dengan Aktivitas Fisik pada Remaja Putri di Surakarta. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2013.
Shalom, saya Joshua Hariara, NIM 41160016
ReplyDeleteKenapa pada atlet ini tidak digunakan pemeriksaan serum ferritin?
Terima kasih
Selamat siang Joshua, terima atas pertanyaannya terkait tentang pemeriksaan dengan serum ferritin.
DeletePemeriksaan ferritin tersebut, tidak kami lakukan karena untuk skrining awal dari anemia atau diagnosis pada anemia dapat dilakukan dengan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dan ini dirasa telah cukup untuk membuktikan kondisi anemia seseorang. Selain itu pemeriksaan Hb juga dapat diukur dengan metode POCT sehingga sampel yang diperlukan lebih sedikit, lebih mudah dan cepat untuk dilakukan.
Sumber : Nidianti, E. et al. (2019) ‘Pemeriksaan Kadar Hemoglobin dengan Metode POCT (Point of Care Testing) sebagai Deteksi Dini Penyakit Anemia Bagi Masyarakat Desa Sumbersono, Mojokerto’, Jurnal Surya Masyarakat.
Salam, Desak Nyoman Frilla Sastra C. (41160028)
Kepada kelompok 3.5
ReplyDeleteSaya ingin bertanya, saya lihat di pemeriksaan status gizi atlet anda disebutkan ada pemeriksaan NAPZA.
Bagaimana jika seandainya atlet tsb positif menggunakan NAPZA? Apakah berpengaruh pada penyusunan menu diet? Jika iya, perubahan apa yang akan dilakukan pada menu yang saat ini sudah anda susun?
Terima kasih.
Vanessa Veronica
41160062
Pemeriksaan NAPZA sering dilakukan oleh tenaga medis untuk para atlit, hal ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah adanya penggunaan obat tidak diinginkan yang dapat memiliki efek samping tidak baik pada tubuh tidak hanya bagi pemasukan makanan atlit.
DeleteTentu saja salah satu langkah penting adalah mengurangi konsumsi NAPZA tersebut. Namun disisi lain perlunya seorang dokter untuk mengetahui efek yang ditimbulkan terutama pada sistem pencernaan.
Narkotika memiliki hubungan dietary intake seseorang. Selain menimbulkan kecendurungan adiksi pada atlit, narkotika juga dapat mengganggu fungsi pencernaan seorang atlit. Sebagai contoh adalah opioid / narkotika pereda nyeri (morphine) yang dapat menyebabkan disfungsi gastrointestinal.
Narkotika jenis ini akan menyebabkan merangsang Chemoreseptor Trigger Zone terutama reseptor µ+, δ+, yang menyebabkan perasaan mual pada seseorang. Selain itu juga dapat merangsang reseptor µ+, δ+, κ yang membuat disfungsi dari motilitas gastro intestinal. Hal ini menyebabkan penyerapan makanan tidak efektif sehingga diperlukan perubahan diet bahan makanan yang lebih mudah untuk dicerna.
Beberapa NAPZA juga dapat menginduksi rasa nafsu makan seorang atlit (meningkatkan / menurunkan). Sehingga tetap diperlukan screening bagi atlit untuk mengetahui rencana tindak lanjut.
Salam
Arsenius Kennard - Kelompok 3.5- 41160078
Sumber :
Mehendale, S. R. & Yuan, C.-S., (2006). Opioid-Induced Gastrointestinal Dysfunction. Karger.
Nogueriaz, dkk, (2012). The Opioid System and Food Intake: Homeostatic and Hedonic Mechanisms. Karger.
Terima kasih Arsenius
DeleteUntuk peneriapannya sendiri, atlet dapat juga mengikuti pola agar dapat mendukung kegiatannya karena penyalahgunaan narkoba merupakan masalah yang cukup banyak dihadapai oleh terutama kelompok dewasa muda akhir-akhir ini. Efek yang ditimbulkan juga sangat beragam salah satunya kehilangan nafsu makan, namun hal ini dapat diatasi dengan pola makan yang baik dan juga pola hidup yang baik seperti
DeleteKetahuilah berapa kebutuhan kalori Anda per hari : umunya kebutuhan basal wanita 25 kkal / kgBB/hari namun ditambah atau dikurangi dengan faktor lain seperti tingkat aktivitas dan yang lainnya. (Dapat Anda cari pada aplikasi kalkulator hitung kebutuhan kalori harian)
Sesuaikan porsi makan Anda sesuai kebutuhan harian dan tambahkan barang 20-30% dari kebutuhan basal bila berat badan Anda di bawah ideal/normal.
Pilihlah makanan yang mengandung kalori, lemak, dan protein yang cukup dan baik untuk kesehatan Anda. Dianjurkan bervariasi dan lebih baik sedikit dan sering dibandingkan makan banyak sekalian tapi jarang.
Hindari konsumsi alkohol atau zat narkotika lagi karena akan sangat mempengaruhi naik turunnya berat badan Anda.
Sumber : Ekawati, Francisca Indah. 2009.Hubungan Antara Keadaan Depresi Dengan Status Gizi Pada Pengguna Opiat di Pusat Rehabilitasi Narkoba.
Rasionalisasinya menarik, perkenalkan saya Reynaldy Marpaung Nim 41160069, ijin bertanya
ReplyDeletedisebutkan bahwa dalam olahraga voli ini membutuhkan diet tinggi karbohidrat. Apakah ada rincian metode dalam carbohydrate loading pada si atlet? Mungkin terkait durasinya, dan apakah disesuaikan dengan jenis latihannya?
Terimakasih.
Halo Reynaldi! Terimakasih atas ulasan artikelnya.
DeleteBetul sekali. Seorang atlit membutuhkan energi yang tinggi karbohidrat dengan menggunakan metode yang dinamakan karbohidrat loading. Apa itu karbohidrat loading? Karbohidrat loading merupakan praktik 'glikogen terkompensasi' yang dapat meningkatkan produksi glikogen menjadi level SUPRANORMAL. Hal ini biasa dilakukan para atlit yang hendak menjelang pertandingan.
Tentunya Reynaldi telah mengetahui dari artikel rasionalisasi diatas bahwa olahraga bola voli menggunakan sumber jalur metabolisme energi PCr yang dominan (80%). Dimana PCr ini memang menjadi jalur utama dan pertama dalam menghasilkan energi saat berolahraga dan dilanjutkan oleh Glikolisis yang kedua.
Mengapa Glikogen otot itu penting? karena glikogen merupakan sumber energi pertama bagi otot untuk menghasilkan ATP yang membuat gerakan tubuh yang kuat dan cepat. Ketika glikogen otot habis, sumber energi akan beralih menjadi PCr dan Glikolisis, dimana Glikolisis membutuhkan peran glukosa. Apabila tidak ada oksigen memadai, Glikolisis dapat menyebabkan terjadinya asam Piruvat yang akan terkonversi menjadi asam laktat. asam laktat dapat menjadi laktat yang akan membuat tubuh menjadi lelah. Maka dari itu Glikogen otot sengaja diperbanyak agar sumber energi tetap berasal dari glikogen yang membuat atlit bertanding lebih lama dengan kecepatan optimal
Metode karbohidrat loading adalah 7 hari sebelum tanding. Cara ini dilakukan melalui pemberian latihan berat dan asupan yang rendah karbo selama 3 hari sebelum pertandingan (6,5,4 hari sebelum pertandingan) pada atlit. Setelah itu, 3 hari kemudian menjelang pertandingan (3,2,1 hari sebelum pertandingan) akan diberikan asupan tinggi karbohidrat sekitar 8-10kg/BB. Selama 3 hari ini atlit dibebaskan untuk konsumsi sumber karbohidrat tanpa mengkhawatirkan konsumsi protein. Disaat 24 jam sebelum pertandingan, atlit dianjurkan makanan rendah serat (dapat berbentuk snack atau cair) yang akan mengosongkan lambung dan meringankan tubuh. Terakhir 2-3 jam sebelum bertanding atlit menghentikan makanan dan hanya berfokus pada asupan cairan saja. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya superkompensasi penyimpanan glikogen dalam otot.
Dengan demikian akan memaksimalkan kualitas dan daya tahan dari seorang atlit dalam bertanding menuju kemenangan.
Jadi, apakah Reynaldi tertarik dengan metode karbohidrat ini? 😊
Salam
Arsenius Kennard - kelompok 3.5 - 41160078
Sumber :
- Kementrian Kesehatan RI. (2014). Buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi, Kemenkes. Jakarta
- Pritasari; Damayanti, Didit; Lestari, Nugraheni Tri. (2017 ). Gizi dalam Daur Kehidupan. Kementrian Kesehatan Indonesia Pusat Pendidikan Sumber Daya Mnusia Kesehatan: Jakarta
Selamat siang, Terimakasih atas pertanyaannya Reynaldi!
DeleteSaya akan menambahkan mengenai carbohydrate loading yang telah dijelaskan oleh teman saya Kennard,
Carbohydrate loading memberikan pengaruh baik dalam sesi latihan atau meningkatkan
performa pada saat latihan dengan durasi >90 menit. Tetapi bila seorang atlet berlatih dalam durasi singkat dan tidak terlalu intens, carbohydrate loading mungkin tidak dapat meningkatkan performa. Alasannya, intensitas latihan lebih rendah berarti deposit glikogen juga tidak sepenuhnya terpakai. Carbohydrate loading hanya akan membantu bila seorang atlet melakukan sesi latihan yang membutuhkan pemakaian deposit glikogen yang maksimal.
Carbohydrate loading biasanya dibutuhkan dengan kombinasi latihan bertahap yang secara perlahan meningkatkan konsumsi karbohidrat dan biasanya mekanisme ini terjadi dalam waktu beberapa hari. Konsumsi makanan single high-carbohydrate semalam sebelum kompetisi penting bukan merupakan metode efektif untuk keperluan boosting level glikogen pada otot.
Sumber : Nestle Nutrition Institute http://www.nestlenutrition-institute.org
Semoga bermanfaat,
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Terimakasih atas jawabannya saudara Arsenius Kennard, saya tertarik dengan metodenya. Dan terimakasih juga saudari Febrina Eva atas penjelasannya. Salam sehat :)
DeleteSemoga bermanfaat kak Reynaldi!
DeleteSilahkan dibagikan jika berkenan😊
Salam sehat juga :)
-Arsenius Kennard, Kel. 3.5 - 41160078
Saya mau tanya nih, kenapa ya pada altet (khususnya altet voli) lebih memilih nasi merah di banding nasi putih atau tipe nasi lainnya? apa ya keunggulannya? terima kasih
ReplyDeleteSelamat sore, terimakasih atas pertanyaannya Yanto.
DeleteKami memilih menggunakan beras merah dibandingkan beras putih dengan pertimbangan beberapa hal :
1) beras merah memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dengan kalori yang lebih rendah dibandingkan beras putih
2) beras merah merupakan sumber thiamine, niacin, dan vitamin B6 lebih baik dibandingkan beras putih. saat ini beras putih banyak yang ditambahkan vitamin B, namun umumnya hilang pada proses pengolahannya.
3) beras merah memiliki kandungan mineral yang lebih tinggi yaitu 86 mg magnesium (22% dari anjuran asupan harian) dan 150 mg fosfor (15% dari anjuran asupan harian). Sedangkan beras putih hanya mengandung 24 mg magnesium dan 69 mg fosfor. Magnesium berperan dalam imunitas, jantung, dan saraf dan Fosfor berperan dalam fungsi ginjal, tulang, dan gigi.
4) indeks glikemik beras merah lebih rendah (55) dibandingkan beras putih (86). Hal ini dikarenakan oleh kandungan serat, polifenol dan phytic acid yang lebih tinggi pada beras merah. Indeks glikemik adalah kemampuan suatu makanan untuk meningkatkan kadar gula di dalam darah. Indeks glikemik yang rendah mengindikasikan makanan tersebut lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Sumber : Steen, J. (2016, Juli 15). Types Of Rice: The Benefits, Differences And The Healthiest. Retrieved April 29, 2020, from Huffpost: https://www.huffingtonpost.com.au/2016/04/29/types-of-rice_n_9802746.html
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Halo, ini saya mau menambahkan alasan pemilihan nasi merah
DeletePemilihan makanan yang tinggi karbohidrat terutama jenis karbohidrat komplek,
misalnya: nasi merah, nasi, mie, bihun, makroni dan kue-kue seperti bolu, biskuit, krakers,
Hindarkan karbohidrat sederhana, seperti minuman manis atau gula, sebab minuman manis dengan kadar gula lebih dari 2.5 gram/100 ml air( hipertonik) akan menyebabkan terjadnya Hipoglikemia( penurunan kadar gula darah). Dengan gelaja antara lain : lemas,mudah tersinggung,sakit kepala,lapar,pucat dan beringat, bingung,kejang,hilang ke-sadaran. Hal tersebut terjadi karena otak kekurangan suplai makanan (Glukosa merupakan satu-satunya sumber makanan
bagi otak)
Ini menjadikan alasan mengapa nasi merah yang lebih komoleks dari nasi biasa menjadi pemilihan makanan atlet
Sumber : Nurvenus Karid, 2015. Penerapan Algoritma Genetikan untuk Optimasi Asupan Gizi Pasien Diet Khusus dengan Biaya Minimal. S1. Universitas Brawijaya.
Selamat sore saya ingin bertanya, apakah bisa minyak untuk memasak makanan di ganti dengan minyak kelapa? atau margarin? mengapa harus menggunakan minyak jagung?
ReplyDeleteSelamat sore, terimakasih pertanyaannya Eva Lerian.
DeleteMinyak jagung termasuk dalam golongan lemak tak jenuh, sedangkan minyak kelapa atau margarin termasuk dalam golongan lemak jenuh.
- Lemak tidak jenuh memiliki struktur kimia satu atau lebih ikatan rantai ganda dan umumnya berbentuk cair saat berada dalam suhu ruang.
- Lemak jenuh memiliki struktur kimia ikatan rantai ganda dan umumnya memiliki konsistensi yang padat bila berada dalam suhu ruang.
Sejumlah riset menemukan bahwa lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL) dalam darah. Kadar LDL yang terlalu banyak akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Untuk itu, kami lebih memilih menggunakan minyak dari golongan lemak tak jenuh.
Sumber : Waspadji Sarwono, dkk. (2015). Menyusun Diet Berbagai Penyakit Berdasarkan Daftar Bahan Makanan Penukar Edisi 4. Badan Penerbit FK UI: Jakarta
Salam, Febrina Eva (41160066)
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteRasionalisasinya sudah baik dan menarik.
ReplyDeleteSy ingin bertanya utk nomor 4 disampaikan makanan pemulihan diberikan setelah berolahraga dgn makanan yg mengandung karbohidrat dan tinggi protein.
Pertanyaan pertama : Apakah boleh jika atlit tersebut mengkonsumsi nasi dan lauk pauk tggi protein?
Pertanyaan kedua : utk contoh makanan dari Sports Bar (kombinasi protein + karbohidrat) itu cth jenis makanannya apa saja ya? Terimakasih.
Halo Angel, selamat malam. Terimakasih atas pertanyaan dan feedbacknya, Makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi atlit setelah berolahraga ataupun setelah bertanding adalah makanan yang mengandung karbohidrat (50-100 gr) dan tinggi protein (15-25 gr) baik itu dari snack maupun menu makan besar dari nasi putih dan lauk pauk yang tinggi protein seperti yang terdapat ikan tuna, dada ayam, daging sapi, udang, dan lainnya.
DeleteContoh makanan snack bar itu seperti snack-snack bar merk tertentu yang sudah banyak beredar di pasaran:). Semoga membantu, sehat selalu dan jangan lupa berolahraga:)
Salam, Regina Jade (41160094)
Sumber: Gamage J P, De Silva A. Nutrient Intake and Dietary Practices of Elite Volleyball Athletes during the Competition Day. Ann Appl Sport Sci. 2014; 2 (4) :1-10
Halo Angel, ini saya mau menambahkan makanan bar nya ada 2 jenis :
DeleteSport bar direkomendasikan untuk atlet sebelum dan sesudah olahraga. Beberapa merek sport bar yang terkenal antara lain PowerBar, Clif Bar, dan Gatorade Energy Bar. Sport bar biasanya mengandung 0-10 gram protein, 40-50 gram karbohidrat, 2-6 gram lemak, dan 200-500 kalori. Karakteristik sport bar memiliki kandungan karbohidrat tinggi, yang dapat dicerna dan diserap tubuh secara cepat. Jenis ini tidak memperlambat sistem pencernaan saat melakukan olahraga.
Energy bar sebagai snack memiliki kandungan kalori antara 100-200 kalori (per sajian), protein 5-15 gram, karbohidrat 16-26 gram, dan 3-6 gram lemak. Kandungan ini hampir setara dengan 2 gelas susu. Jenis energy bar inilah yang paling mudah dan lazim ditemukan di supermarket di Indonesia.
Sumber : Setiowati, A. Hubungan Indeks Massa Tubuh, Persen Lemak Tubuh, Asupan Zat Gizi dengan Kekuatan Otot. J. Media Ilmu Keolahragaan Indones. 4, 32–38 (2014).
Terima kasih infonya sangat bermanfaat
ReplyDeleteTerimakasih, semoga bermanfaat😊🙏
DeleteSalam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Di tabel menu B (snack pagi) terdapat protein shake dengan takaran 0,5 shake. Tulisan shake artinya apa? Apakah sama dengan 1 cup?
ReplyDeleteTerimakasih
Halo Lanny!
DeleteProtein Shake merupakan minuman dimana didalamnya terkandung protein yang tinggi. Seringkali protein shake digunakan untuk menggantikan makanan tinggi protein menjadi lebih sederhana. Protein shake dapat berupa bubuk atau disajikan langsung dalam minuman. Prinsipnya sama seperti milkshake namun komposisinya lebih banyak berpusat pada kebutuhan protein. Melalui minuman ini dapat diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan otot.
1 shake membutuhkan berat 325g. Artinya, minuman ini membutuhkan bubuk dengan berat 325g. Begitu pula dengan 0,5 shake membutuhkan bubuk dengan berat 162,5 g. Didalam 162,5 g tersebut terkandung protein 15g, lemak 1.5g, karbohidrat 2g, dan 80 kalori.
Apakah sudah tercerahkan saudari Lanny?😊
Pernahkah anda mencoba/mencicipi minuman protein shake ini?
Sumber :
- Gangurde, H, dkk (2011)., n.d. Whey Protein. Wolters Kluwer Health, 1(2).
- Nutritionix a Syndigo Company, 2019. Nutritionix Grocery Database. [Online]
Available at: https://www.nutritionix.com/i/premier-protein/high-protein-shake-vanilla/53df8be4699b81414b3595d1
[Accessed 27 04 2020].
Terimakasih informasi nya.
DeleteHalo Lanny!
DeleteUntuk update info terbaru sudah kami perbaruhi untuk kebutuhan menu makanan dan rasionalisasinya. Kebetulan sekali tidak ada perubahan menu makanan, hanya ada pengurangan komposisi beberapa bahan makanan.
Artikel dapat dibaca kembali di link yang sama 😊
Salam
Arsenius Kennard - kelompok 3.5 - 41160078
mantap.. informasinya sangat akurat dan bermanfaat untuk menu diet
ReplyDeleteTerimakasih, semoga bermanfaat 😊🙏
DeleteSalam, Febrina Eva Susanto (41160066)
This comment has been removed by the author.
DeleteSemoga bermanfaat kak Kenji
DeleteSilahkan dibagikan jika berkenan😊
-Arsenius Kennard, Kel. 3.5 - 41160078
Info yg sangat berguna, good job 👍
ReplyDeleteTerimakasih, semoga bermanfaat 😊🙏
DeleteSalam, Febrina Eva (41160066)
This comment has been removed by the author.
DeleteSemoga bermanfaat kak Kenji
DeleteSilahkan dibagikan jika berkenan😊
-Arsenius Kennard, Kel. 3.5 - 41160078
Utk komposisi kandungan karbohidrat 60%, protein 15% dan lemak 30% dari total kalori atau prosentase dari apa ?
ReplyDeleteKalo ditotal 60% + 15% + 30% = 105%. Harusnya 100%.
Mohon penjelasan. Terima kasih
Perhitungan kandungan karbohidrat, protein, dan lemak tentu saja bebeda-beda berdasarkan dari pola olahraga seseorang. Presentase tersebut dihitung dari total kalori. Dalam kasus saudari Sabina, termasuk dalam olahraga permainan. Presentase kebutuhan kandungan tersebut dapat anda lihat di tabel 1.3 dimana juga didukung oleh jurnal yang mengulas olahraga bola Voli di tabel 1.4.
DeleteUntuk total 105% mohon maaf kami terdapat kesalahan dalam perhitungan, terimakasih atas masukannya. Mohon ditunggu untuk update dari kebutuhan diet terbaru 😊
Halo kak!
DeleteMaaf ternyata saya salah komen (komen di Lanny) 😅
Ingin memberi kabar.
Untuk update info terbaru sudah kami perbaruhi untuk kebutuhan menu makanan dan rasionalisasinya. Kebetulan sekali tidak ada perubahan menu makanan, hanya ada pengurangan komposisi beberapa bahan makanan.
Artikel dapat dibaca kembali di link yang sama 😊
Salam
Arsenius Kennard - kelompok 3.5 - 41160078
selamat malam kelompok 3.5!
ReplyDeletesaya Nada Dian NIM 4160025 mau bertanya, selain kandungan polifenol, apa saja kandungan pada buah yang dibutuhkan atlet? dan kenapa yang dipilih adalah buah yang mengandung polifenol? apakah berguna bagi atlet? terimakasih.
Selamat malam Nada.
DeleteDi dalam buah juga terdapat vitamin yang diperlukan oleh seorang atlet dalam menjaga performanya. Buah yang mengandung polifenol dipilih karena polifenol sendiri memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Hal ini diperlukan bagi atlet yang telah melakukan sesi latihan mengurangi efek inflamasi yang terjadi pada tubuh setelah latihan / berolahraga. Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa pemberian polifenol efektif untuk mengurangi DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness). Hal ini tentu berguna bagi atlet agar tetap bugar untuk menjalani sesi latihan-sesi latihan berikutnya.
Semoga jawabannya bermanfaat. Terima kasih.
Sumber :
Bowtell, J. and Kelly, V. (2019) ‘Fruit-Derived Polyphenol Supplementation for Athlete Recovery and Performance’, Sports Medicine. Springer International Publishing, 49(s1), pp. 3–23.
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteHalo, selamat malam saya mau bertanya tentang mengapa karbohidrat yang dibutuhkan ya bagi atlit ? Kalau di penjelasan sudah ada tentang mekanismenya namun implikasi realitasnya bagaimana ? Terima kasih
ReplyDeleteKarbohidrat akan memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan dengan simpanan lemak untuk menghasilkan energi dalam olahraga beregu. Simpanan glikogen di dalam tubuh makin berkurang jika aktivitas fisik yang dilakukan tidak diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan gizi. Seorang atlet dengan konsumsi karbohidrat yang baik mempunyai implikasi untuk meningkatkan simpanan glikogen dengan harapan dapat menunda kelelahan serta mencegah hipoglikemia pada saat dilakukannya pertandingan. Implikasi lainnya adalah meningkatkan konsentrasi glikogen otot diperoleh sebesar 130-205 mmol/kg berat badan dibandingkan dengan 80-212 mmol/kg barat badan dengan cara asli.
DeleteSumber : Anwari Irawan.Metabolisme energi tubuh dan olahraga. Polton Sport Science & Performance Lab.Volume 01.2007
Selamat siang, terimakasih atas pertanyaannya Andrian !
DeleteMenambahkan mengenai karbohirat untuk atlet yang telah dijelaskan oleh teman saya Ivan,
Secara umum, karbohidrat dibagi menjadi dua, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Sesuai namanya, karbohidrat sederhana terdiri dari gula dasar yang mudah dicerna, seperti buah dan sayuran. Meski demikian, tak semua jenis karbohidrat sederhana sehat untuk dikonsumsi sehari-hari.
Berbeda dengan karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks adalah karbohidrat dengan susunan kimia lebih rumit atau kompleks. Karbohidrat kompleks memerlukan lebih banyak waktu untuk dicerna oleh tubuh. Karena itulah, karbohidrat kompleks dipandang lebih menyehatkan.
Pada dasarnya, tubuh membutuhkan asupan kedua jenis karbohidrat tersebut sebagai sumber energi. Namun, makanan yang mengandung karbohidrat kompleks umumnya memberikan lebih banyak serat, mineral, dan vitamin yang sangat penting bagi tubuh. Di samping itu, karbohidrat kompleks memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh, sehingga akan memberikan energi maksimal dan membuat merasa kenyang lebih lama
Sumber :
- Mayo Clinic (2017). Carbohydrates: How Carbs Fit Into a Healthy Diet.
- Wax, E. Medline Plus (2016). National Institutes of Health, U.S. National Library of Medicine. Complex Carbohydrate.
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Kerenn.. sangat bagus dan bermanfaat
ReplyDeletesaya mau bertanya apakah serorang atlet perlu mengkonsumsi suplemen atau vitamin tambahan tertentu?
Selamat siang, terimakasih atas pertanyaannya
DeleteSaya Febrina akan mewakili teman-teman dalam menjawab pertanyaan ini,
Mengenai suplementasi pada atlet, dari beberapa sumber menyebutkan bahwa sebenarnya kebutuhan nutrisi atlet bisa dipenuhi dengan menjaga pola makan sehat atau menjalani diet khusus sesuai kebutuhan setiap orang. Sehingga apabila nutrisi mikro maupun makro sudah cukup melalui makanan, kecuali pada kondisi tertentu seperti atlet yang alergi protein atau alergi kalsium maka pemenuhan nutrisi tersebut dapat diperoleh melalui konsumsi suplemen.
Suplemen untuk atlet tidak bisa menggantikan pola makan dan gaya hidup yang sehat dan seimbang. Jadi, tetap konsumsi makanan sehat dan tambahkan suplemen hanya jika dibutuhkan.
Sumber : Maughan RJ, et al. IOC consensus statement: dietary supplements and the high-performance athlete. Br J Sports Med 2018;52:439–455.
Semoga bermanfaat,
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Salah satu suplemen yang sering diberikan kepada atlet adalah suplemen natrium bikarbonat.
Deletekarena pada saat berolahraga, otot memproduksi asam laktat yang menyebabkan otot menjadi lelah. Natrium bikarbonat memiliki fungsi mengurangi produksi asam laktat. Suplemen ini sangat bermanfaat untuk jenis olahraga dengan intensitas tinggi dan durasi yang singkat.
Dosis aman natrium bikarbonat yang dianjurkan yaitu 300 mg/ kg berat badan. Sebaiknya suplemen ini dikonsumsi 1-2,5 jam sebelum berolahraga.
Sumber : Sousa M, et al. Nutritional supplements use in high-performance athletes is related with lower nutritional inadequacy from food. Journal of Sport and Health Science 5 (2016) 368–374.
Semoga bermanfaat,
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Rasionalisasi diatas cukup menarik.
ReplyDeleteSaya mau tanya, Gimana caranya mengetahui banyaknya kehilangan cairan? Terutama dari keringat tubuh.
Trims
Halo Gisella!
DeleteTerimakasih atas ulasannya.
Untuk menghitung banyaknya kehilangan cairan terutama dari keringat tubuh dapat menggunakan salah suatu perhitungan. Perhitungan dihitung dari Asupan Cairan, Kehilangan Urin, Defisit Cairan saat olahraga, Presentase Defisit cairan, Total kehilanan cairan, dan rata-rata kehilangan cairan per jamnya.
Saya kasih salah satu contoh saja ya Gisella agar mempermudah pemahaman.
Sebagai contoh Sabina berlatih selama 150 menit. Pada saat olahraga minum dari botol. Saat olahraga dia pernah izin ke toilet untuk buang air besar. Sabina mengukur berat badan (BB) pada saat :
1. Sebelum olahraga (sebagai contoh 45kg)
2. Setelah olahraga (sebagai contoh 43kg)
3. Sebelum ke toilet (sebagai contoh 44,5kg)
4. Setelah ke toliet (sebagai contoh 44,25kg)
Sabina juga mengukur berat botol yang diminum diminum dengan:
1. Menimbang botol sebelum diminum (sebagai contoh 1000g)
2. Menimbang botol setelah diminum (sebagai contoh 200g)
agar mempermudah:
Berat badan = BB
Berat botol = BT
Maka dapat dihitung
1. Asupan cairan
= BT sebelum diminum (g) - BT setelah diminum (g)
= 1000 g - 200 g
= 800g atau 800ml
2. Kehilangan Urin
= (BB sebelum BAK (kg) - BB setelah BAK (kg)) x 1000
= (44,5 - 44,25) x 1000
= 0,25 kg x 1000
= 250 ga atau 250 ml
3. Kehilangan cairan (dehidrasi)
= (BB sebelum OR (kg) - BB setelah OR (kg)) x 1000
= (45 - 43) x 1000
= 2 kg x 1000
= 2000 g atau 2000 ml
4. Presentase tubuh kehilangan cairan
= 100 x [nomor 3 (kg)] / BB sebelum OR (kg)
= 100 x 2 / 45
= 4,4%
5. Total kehilangan keringat saat latihan
= kehilangan cairan [No.3] (g) + Asupan cairan [No.1] (g) - kehilangan urin [No.2] (g)
= 2000 + 800 - 250
= 2550 ml
6. Rata-rata kehilangan keringat per jamnya
= [Nomor 5] / durasi latihan (menit) x 60
= 2550 / 150 menit x 60
= 1020 ml atau 1,02L/jam
Sehingga dalam latihan, Sabina kehilangan total keringat sebesar 2550ml dan dalam 1 jamnya Sabina mengeluarkan 1,02L atau 1020ml keringat.
Apakah sudah paham Gisella? 😊
Tertarikah Gisella mencoba menghitung pengeluaran keringat ketika berolahraga?
Salam
Arsenius Kennard - Kelompok 3.5 - 41160078
Sumber :
Burke, D. Louise & Cox, Greg (2010). The Complete Guide to Food for Sport Performance. 3rd Edition. Allen & Unwin.
Bagaimana peran zat gizi makro terhadap kebugaran?
ReplyDeleteSelamat sore Herly, terimakasih atas pertanyaannya.
DeleteSaya Febrina perwakilan kelompok 3.5 akan membantu menjawab pertanyaan ini.
Zat gizi makro adalah zat kimia yang diperlukan dalam pertumbuhan, perkembangan, serta untuk menjalankan fungsi tubuh yang normal. Zat gizi makro menjadi bahan dasar yang dijadikan tubuh untuk menghasilkan energi.
Zat gizi makro terdiri dari karbohidrat, protein, lemak dan air.
Secara umum, fungsi dari zat gizi makro adalah:
- Membangun otot
- Membangun dan memperbaiki jaringan yang rusak
- Menjadi sumber energi utama (karbohidrat) dan cadangan energi (lemak)
- Mengatur dan menjaga suhu tubuh tetap normal
- Menjaga jumlah sel di dalam tubuh
- Berperan dalam sistem kekebalan tubuh serta fertilisasi
- Berperan dalam membuat hormon dan enzim
Menurut Dietary Reference Intakes (RDI) :
45-65 % kalori harus berasal dari karbohidrat
15-20 % kalori harus berasal dari protein
25 – 30% kalori harus berasal dari lemak
kebutuhan air dalam sehari dapat dihitung berdasarkan berat badan = 30ml x BB
Kekurangan zat gizi makro dapat menyebabkan kwashiorkor, marasmus, dan kekurangan energi dan protein.
Kelebihan zat gizi makro dapat menyebabkan obesitas, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung koroner, stroke, serangan jantung, dan berbagai penyakit metabolik lainnya.
Sumber :
-Berdanier, C., Gorny, J. R., Yousef, A. E. Advanced Nutrition: Macronutrients, 2nd ed. Boca Raton, FL: CRC Press, 2000.
- pediaa.com. (2016, Februari 9). Retrieved April 30, 2020, from Difference Between Macronutrients and Micronutrients: http://pediaa.com/difference-between-macronutrients-and-micronutrients/
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Bagaimana peran zat gizi makro terhadap kebugaran
ReplyDeleteSelamat siang kak Herly,
Deleteuntuk pertanyaan ini telah dijawab pada kolom komentar diatas ya kak :)
Terimakasih
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Halo kelompok 3.5, saya Cynthia Kumala (41160057) mau tanya,
ReplyDeleteApabila di tengah latihan atlet voli Anda tiba-tiba lapar karena latihan yang terlampau keras, apakah makan di sela-sela latihan diperbolehkan?
Terima kasih teman-teman
Selamat sore Cynthia, terima kasih atas pertanyaannya.
DeleteKemungkinan atlet yang tiba-tiba lapar dapat terjadi saat melakukan sesi latihan yang lama. Namun sebagian besar olahraga yang berlangsung kurang dari 60 menit hanya membutuhkan air saat sesi latihan. Jika berolahraga lebih lama, makanan dengan karbohidrat yang cepat dicerna dan beberapa elektrolit (garam dan mineral) dapat diberikan, seperti: minuman olahraga isotonis, sebuah pisang, buah kering, atau bar sport. Terdapat bagan tentang pemberian nutrisi pada saat latihan. Dalam bagan tersebut terdapat pertanyaan "Apakah latihan tersebut latihan sedang sampai berat dan berlangsung selama 1-2 jam dan merupakan latihan yang berkelanjutan?". Jika jawaban iya maka dapat diberikan 30-60 gr karbohidrat yang mudah dicerna tiap 1 jam latihan. Karena jika mengkonsumsi lebih dari 60 g karbohidrat selama latihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pencernaan.Namun jika jawaban tidak maka tidak diperlukan tambahan makanan, dan hanya membutuhkan asupan cairan saja.
Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Sumber : Rosenbloom, C. (2012) ‘Food and fluid guidelines before, during, and after exercise’, Nutrition Today, 47(2), pp. 63–69. doi: 10.1097/NT.0b013e31824c5cb8.
Salam, Desak Nyoman Frilla Sastra C. (41160028)
Selamat siang teman2, saya debora (41160027), ingin bertanya. Pada data disebutkan bahwa atlet memiliki kondisi anemia, apakah tidak perlu suplemen besi? Atau hanya cukup modifikasi makan dengan bayam saja? Terimakasih.
ReplyDeleteSelamat siang, terimakasih atas pertanyaannya Debora,
DeleteSaya Febri mewakili kelompok 3.5 akan menjawab pertanyaan ini,
Mengenai kebutuhan zat besi dalam kasus ini pada atlet dengan anemia.
Pada wanita usia 19-50tahun Recommended Daily Intake (RDI) zat besi adalah = 18mg/hari
Sehingga goal yang akan dicapai adalah dengan memenuhi kebutuhan tersebut, dapat dihitung asupan zat besi melalui menu makan yang telah disusun. Konversi takaran menu makan dengan komposisi zat besi dapat dilihat pada rasionalisasi nomor 2. Dari situ, kita dapat hitung berapa jumlah asupan zat besi atlet ini. Apabila memang sudah terpenuhi, maka suplementasi besi tidak diperlukan.
Sumber : WebMD. (2018). Iron-Rich Foods https://www.webmd.com/diet/iron-rich-foods#1 diakses pada 24 April 2020
Semoga bermanfaat,
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Suplemen zat besi dapat digunakan apabila setelah pemberian menu makanan kaya zat besi namun kadar Hb tidak membaik.
DeleteSuplementasi besi aman jika dikonsumsi sesuai aturan penggunaan dan anjuran dokter. Namun, jika dikonsumsi melebihi dosis, bisa muncul beberapa efek samping berikut:
-Mual, kram, atau sakit perut.
-Konstipasi atau sembelit.
-Diare.
-Tinja berwarna lebih gelap dari biasanya.
Walaupun jarang terjadi, waspadai gejala overdosis yang bisa terjadi pada anak-anak. Gejala tersebut meliputi:
-Muntah berat.
-Kulit dan kuku pucat atau kebiruan
Sumber : Tolkien, et al. (2015). Ferrous Sulfate Supplementation Causes Significant Gastrointestinal Side-Effects in Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis. Plos One, doi: 10.1371/journal.pone.0117383.
Semoga bermanfaat,
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Ask atas nama jason:
ReplyDeleteCukup menarik informasi yg diberikan menambah wawasan saya,
oya saya ingin bertanya selain kecukupan gizi makronutrien yg penting untuk terpenuhi bagi atlet yg telah disajikan diatas, lalu bagaimana dgn mikronutriennya seberapa banyak yg dibutuhkan?
Terimakasih kak Jason, saya ijin menjawab ya..
DeleteYang termasuk kelompok gizi mikro adalah vitamin dan mineral. Zat gizi mikro ini yaitu vitamin dan mineral diperlukan atlet untuk mengatur metabolisme normal dalam tubuh. Vitamin merupakan suatu senyawa organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Meskipun kebutuhan akan vitamin sangat sedikit, tetapi vitamin sangat penting untuk proses pertumbuhan, mempertahankan kesehatan dan proses metabolisme normal dalam tubuh. Akan saya sebutkan beberapa vitamin dan mineral yang dianjurkan penting untuk atlet diantaranya:
- Vitamin C: angka kecukupan gizi untuk vitamin C untuk orang dewasa menurut WKNPG 1998 adalah 60 mg/hari. Jumlah vitamin C yang cukup akan mencegah stress fisiologi pada atlet. Kebutuhan vitamin meningkat pada atlet yang latihan berat dan jangka panjang.
- Vitamin B1: hasil penelitian menganjurkan konsumsi tiamin berkisar 1-2 kali RDA (yaitu 1,5-3 mg/hari) sudah mencukupi bagi seorang yang aktifitas aerobiknya sedang.
- Vitamin K: Konsumsi vitamin K perhari sebaiknya memenuhi 80 mcg untuk pria dan 65 mcg untuk wanita.
- Natrium: kebutuhan atlet 1500 mg/hr untuk dan kecepatan kontraksi otot Keseimbangan cairan tubuh, asam basa.
- Kalium: >4700 mg/hr untuk kekuatan dan kecepatan kontraksi, keseimbangan cairan, asam basa dan pengangkut glukosa dalam sel.
- Kalsium: 1300-1500 mg/hr untuk proses kontraksi otot (termasuk otot rangka), keseimbangan asam basa, Struktur tulang
- Magnesium: 400-450 mg/hr sebagi kofaktor dan aktivator metabolisme energi, metabolisme glukosa, sintesis protein, kekuatan dan kecepatan kontraksi otot, imunologi, metabolisme dan struktur tulang
- Besi: 15-18 mg/hr berfungsi sebagai kofaktor metabolisme energi, sintesis hemoglobin, transportasi oksigen dan jaringan otot
- Asam folat: 180mcg/hr berfungsi sebagai pengendalian ssl darah merah dalam normal
- Biotin: 10-200mcg/hr penting untuk proses glukogenosis
Semoga membantu ya kak Jason, jangan lupa berolahraga dan sehat selalu:)
Sumber:
Kemenkes RI. (2014). Gizi Olahraga Prestasi
Drs. Syafrizar, M.Pd Wilda Welis, SP, M.Kes. (2009). Buku Gizi olahraga
-Regina Jade C (41160094)
DeleteSelamat siang, saya ingin bertanya,
ReplyDeleteBuah yang baik dikonsumsi bagi atlet adalah buah yang mengandung polifenol yang tinggi, pada penjelasan nomor 9 disebutkan beberapa buah yang mengandung polifenol. Namun saya seringkali melihat atlet yang mengonsumsi buah pisang selama latihan, apakah pisang tidak mengandung polifenol dan tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh atlet? Terima kasih
Selamat sore. Terima kasih atas pertanyaannya. Pisang tetap disarankan untuk dikonsumsi bagi atlet karna mengandung kalori yang baik bagi atlet. Pisang adalah sumber energi dan dapat digunakan oleh atlet terutama untuk menjaga ketahanan (endurance) karena sumber energi yang baik bagi atlet ketahanan adalah dari sumber karbohidrat dan kalium. Satu pisang sedang (118 g) mengandung sekitar 27 g karbohidrat, 3.1 g serat makanan, 105 kalori, dan merupakan sumber kalium yang baik (422 mg) dan vitamin B6 (0,43 mg). Kandungan gula 14,4 g dalam pisang sedang adalah campuran glukosa (5,9 g), fruktosa (5,7 g), dan sukrosa (2,8 g). Sehingga mengonsumsi pisang bagi atlet dapat memberikan dukungan nutrisi yang baik selama latihan pada umumnya dan latihan intensif. Semoga bermanfaat. Terima kasih.
DeleteSumber: Nieman, D. C. et al. (2012) ‘Bananas as an energy source during exercise: A metabolomics approach’, PLoS ONE, 7(5). doi: 10.1371/journal.pone.0037479.
Salam, Desak Nyoman Frilla Sastra C. (41160028)
Selamat siang, terimakasih atas pertanyaannya Aryasasta Dharma Sagala !
DeleteSaya akan menambahkan penjelasan yang telah dijelaskan oleh teman saya Frilla,
Kebanyakan pisang tidak mengandung polifenol, namun penelitian terkini mengungkap bahwa pisang goroho memiliki kandungan fitokimia fenolik yang bisa berperan sebagai antioksidan. Kandungan polifenol dalam buah memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi dimana dapat meningkatkan fungsi vaskular. Polifenol baik untuk meningkatkan kinerja olahraga.
Sumber : Bowtell, J. and Kelly, V. (2019) ‘Fruit-Derived Polyphenol Supplementation for Athlete Recovery and Performance’, Sports Medicine. Springer International Publishing, 49(s1), pp. 3–23.
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Terimakasih atas informasi teman-teman kelompok 3.5
ReplyDeleteSaya Vace Liansia (41160020) dari kelompok 1.4 ingin bertanya, pada kondisi atlet yang dikategorikan KURUS dan diberi peningkatan asupan kalori sebesar 30%, apakah akan ada efek samping pada tubuh atlet karena peningkatan asupan kalori secara tiba-tiba tersebut?
Terimakasih
Halo Vace!
DeletePertanyaan yang menarik!
Sejauh ini saya belum menemukan penelitian yang menghubunkan peningkatan kalori secara tiba-tiba terkait dengan efek samping tubuh. Namun, diduga peningkatan kalori yang mendadak tersebut dapat mempengaruhi kenyamanan seorang atlit. Lebih sederhananya, ketika penambahan kalori dengan makan yang terlalu banyak akan menimbulkan rasa kenyang yang berlebihan, sehingga dapat mengganggu kenyamanan atlit dalam beraktivitas. Rasa nyaman/tidak ini tentunya bersifat subjektif yang berbeda pada setiap orang. Berkaitan dengan hal ini tentu saja hal yang dapat dilakukan adalah memberikan intake yang meningkat secara bertingkat sebelum dimulai program diet pada atlit. Selain itu, dapat diketahui hormon tiroid dapat berpengaruh dengan meningkatkan absorbsi glukosa dalam sistem pencernaan. Peningkatan jumlah makanan secara berkala sebelum diet akan membantu memberikan sinyal positif menuju hipotalamus untuk stimulasi produksi TSH yang membantu meningkatkan proses metabolisme atlit.
Namun,Hal yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kalori atlit adalah pemberian jenis makanan dalam jangka waktu yang panjang. Terdapat review 25 penelitian yang dirangkum dalam 1 penelitian oleh Alex Leaf dan Jose Antonio, dimana menunjukan bahwa jenis makanan untuk peningkatan kalori berpengaruh terhadap komposisi makronutrient tubuh. Penelitian yang dilakukan dengan penambahan 1000kcal/hari atau 150% lebih tinggi dari energi yang dibutuhkan dan dilakukan dalam jangka waktu 2 hingga 4 minggu. Hasil menunjukan bahwa penambahan kalori dengan menu diet tinggi karbohidrat dan/atau lemak terjadi peningkatan berat badan yang diikuti oleh peningkatan massa lemak. Berbeda halnya dengan penambahan kalori dengan menu diet tinggi protein menunjukan peningkatan berat badan diikuti peningkatan massa lemak bebas tubuh.
Apakah Vace tahu perbedaan antara massa lemak dan massa lemak bebas?
Kelebihan kalori akan disimpan dalam bentuk trigliserid, yang ketika meningkat akan berakumulasi dalam arteri sehingga meningkatkan risiko arteri menjadi kaku, keras, dan terjadi penyempitan dimana disebut atherosclerosis. Peningkatan kalori dari karbohidrat akan meningkatkan kadar glukosa. Hal ini dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang berujung pada Diabetes tipe 2. Peningkatan kalori dari lemak jenuh dapat meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein yang berisiko terjadinya penyakit jantung coroner.
Penelitian lain juga menunjukan pasokan kalori yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan sel adiposit berasal dari asupan lemak yang tinggi. Adiposit akan menginduksi adipogenesis dan dapat menyekresikan sitokin seperti Interleukin-6 (IL-6), Tumor Necrosis Factor Alpha (TNFα) dan Interleukin 1 Beta (IL-1β) menyebabkan terjadinya diferensiasi Makrofag pro-inflammantory (M1). Diferensiasi M1 akan menyebabkan terjadinya inflamasi level rendah pada tubuh atlit.
Jadi, penyusunan menu diet sangat perlu dikonsultasikan oleh ahli gizi atau dokter.
Semoga tercerahkan ya kak Vace! 😊
Salam
Arsenius Kennard – Kelompok 3.5 – 41160078
Sumber :
- Leaf, A., 2017. The Effects of Overfeeding on Body Composition: The Role of Macronutrient -Composition – A Narrative Review. International Journal of Exercise Science.
- V., P. et al., 2019. Modeling the Effect of High Calorie Diet on the Interplay between Adipose Tissue, Inflammation, and Diabetes. Hindawi.
Maaf, Massa Lemak Bebas yang dimaksud adalah Massa Bebas Lemak 😊
DeleteTerimakasih untuk penjelasan dari Kennard
DeleteSaya Vace, masih kurang paham mengenai massa bebas lemak, apakah bisa dijelaskan lebih lanjut?
Terimakasih
Massa lemak adalah seluruh lemak terdapat pada tubuh kita, termasuk semua lipi dari adiposa. Sedangkan massa bebas lemak adalah jaringan atau organ seperti otot, tulang, jaringan ikat, organ, maupun air dalam tubuh kita.
DeleteApakah ada yang hendak ditanyakan lagi kak Vace?😊
Sumber :
Buckinx, dkk (2018), Pitfalls in the measurement of muscle mass: a need for a reference standard. Journal of Cachexia
Selamat pagi saya ingin bertanya, apakah dari pengaturan menu yang dibuat, kandungan Fe-nya sudah sesuai dengan pemenuhan Fe dalam sehari menurut AKG?
ReplyDeleteSelain itu saya juga ingin menambahkan, untuk kondisi subjek yang anemia, sumber Fe dari diet terkadang tidak cukup, sehingga konsumsi TTD (tablet tambah darah) sangat diperlukan untuk meningkatkan Hb, terutama untuk wanita.
Terima kasih
Selamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya Masyitha Fajrurahmah !
DeleteSaya Febri akan mewakili kelompok 3.5 dalam menjawab pertanyaan ini,
Berdasarkan Recommended Daily Intake (RDI) zat besi wanita usia 19-50tahun adalah sebesar 18mg/hari. dari menu A & menu B yang telah kami susun, jumlah kebutuhan zat besi telah memenuhi rekomendasi tersebut.
Dalam kasus Sabinan, karena mengalami anemia defisiensi besi, maka suplementasi Fe dapat diberikan. Pada sumber dikatakan bahwa pengobatan yang tepat anemia defisiensi besi bagi atlet adalah modifikasi diet seperti yang telah ada pada menu A dan B dan suplementasi zat besi. Adapun dosis yang direkomendasikan adalah 40-60 mg zat besi setiap hari. Selain itu konsumsi vitamin C secara simultan pada saat perut kosong meningkatkan penyerapan zat besi suplemental oleh sistem gastrointestinal.
Sumber :
- Maughan RJ, et al. IOC consensus statement: dietary supplements and the high-performance athlete. Br J Sports Med 2018;52:439–455.
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Halo kak Masyitha!
DeletePenjelasan dari rekan saya Febri benar. Untuk menambah informasi, sudah ditambahkan terkait kebutuhan asupan besi berdasarkan menu A dan B di dalam rasionalisasi nomor 9 (baru). Kebutuhan Sabina dapat diketahui sudah mencukupi untuk diet Fe nya.
Silahkan untuk dapat dibaca ya kak!😊
Salam
Arsenius Kennard – Kelompok 3.5 – 41160078
Maaf, maksud saya rasionalisasi nomor 10 ya!😊
DeleteTerimakasih untuk informasi,sangat membantu,saya Sinta Shakuntala(41160100),ingin bertanya bahwa atlet di kategorikan kurus,selain perubahan pola makan,apakah atlet ini memerlukan suplementasi tambahan lagi ?? Terimakasih
ReplyDeleteSelamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya Sinta Shakuntala !
DeleteSaya Febri akan mewakili kelompok 3.5 dalam menjawab pertanyaan ini,
Dalam kasus ini, Sabina mengalami IMT yang kurang, hal ini disebabkan karena BB Sabina yang kurang, sehingga target utama kami dalam menyusun menu ini selain menjaga stamina juga menaikan berat badan Sabina sehingga IMT nya dapat menjadi normal/ ideal.
Cara terbaik untuk mendapatkan badan lebih berisi adalah bukan dengan mengonsumsi sebanyak mungkin makanan berlemak dan berkadar gula tinggi, melainkan memilih makanan sehat dengan kandungan gizi seimbang yang tepat. Konsumsi lebih banyak buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, serta sumber protein tanpa lemak seperti tahu, tempe, dan daging ayam tanpa kulit. Selain konsumsi makanan sehat, cara mendapatkan BB ideal adalah dengan makan lebih sering, maka dari itu disini kami menyusun menu snack yaitu snack pagi, snack sebelum dan setelah OR. orang dengan berat badan kurang sering merasa cepat kenyang. Daripada makan dua hingga tiga kali sehari dalam porsi besar, lebih baik makan 5-6 kali sehari dalam porsi-porsi yang lebih kecil.
Mengenai suplementasi pada atlet, dari beberapa sumber menyebutkan bahwa sebenarnya kebutuhan nutrisi atlet bisa dipenuhi dengan menjaga pola makan sehat atau menjalani diet khusus sesuai kebutuhan setiap orang. Sehingga apabila nutrisi mikro maupun makro sudah cukup melalui makanan, kecuali pada kondisi tertentu seperti atlet yang alergi protein atau alergi kalsium maka pemenuhan nutrisi tersebut dapat diperoleh melalui konsumsi suplemen.
DeleteSuplemen untuk atlet tidak bisa menggantikan pola makan dan gaya hidup yang sehat dan seimbang. Jadi, tetap konsumsi makanan sehat dan tambahkan suplemen hanya jika dibutuhkan.
Dalam kasus Sabinan, karena mengalami anemia defisiensi besi, maka suplementasi Fe dapat diberikan. Pada sumber dikatakan bahwa pengobatan yang tepat anemia defisiensi besi bagi atlet adalah modifikasi diet seperti yang telah ada pada menu A dan B dan suplementasi zat besi. Adapun dosis yang direkomendasikan adalah 40-60 mg zat besi setiap hari. Selain itu konsumsi vitamin C secara simultan pada saat perut kosong meningkatkan penyerapan zat besi suplemental oleh sistem gastrointestinal.
Sumber :
- Maughan RJ, et al. IOC consensus statement: dietary supplements and the high-performance athlete. Br J Sports Med 2018;52:439–455.
- Zeratsky, K. Mayo Clinic (2017). Healthy Lifestyle. What's a good way to gain weight if you're underweight?
- NHS Choices UK (2015). How can I gain weight safely?
Semoga bermanfaat,
Salam Sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Kebiasaan-kebiasaan seperti apa yang harus dihindari oleh atlet voli yang mungkin bisa mengurangi efek dari makro dan mikronutrien yang sudah diberikan melalui menu diet sesuai dengan intensitas latihan yang dilakukan oleh atlet voli?
ReplyDeleteTerima kasih atas informasinya sangat bermanfaat...
Untuk hal yang mengurapi penyerapan mungkin berkaitan dengan
Deletekasus malabsorpsi makanan, baik makronutrien (protein, karbohidrat, lemak) maupun mikronutrien (vitamin dan mineral), tidak dapat diserap secara memadai oleh usus halus ke aliran darah. malabsorbsi makanan juga dapat disebabkan oleh:
Kelainan bawaan, misalnya atresia bilier (tertutupnya saluran empedu).
Kerusakan usus karena infeksi, peradangan, atau trauma.
Penggunaan obat tertentu, seperti tetracycline, cholestyramine, dan antibiotik secara jangka panjang.
Terapi radiasi yang mengakibatkan cedera pada lapisan usus.
Defisiensi dan intoleransi laktosa.
Jadi alangkah baiknya bila setiap atlet perlu untuk menjaga saluran pencernaannya dengan mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung serat dan tidak lupa mengonsumsi minuman probiotik
Sumber : Soenarto, Y., Suharyono. 2009. Sindrom malabsorpsi. Dalam: Suharyono, Boediarso A, Halimun EM, editor. Gastroenterologi anak praktis. Jakarta:
Selamat siang, terimakasih atas pertanyaannya Yofan !
DeleteSaya akan menambahkan penjelasan yang telah dijelaskan oleh teman saya Ivan,
Dalam kasus malabsorpsi makanan, baik makronutrien (protein, karbohidrat, lemak) maupun mikronutrien (vitamin dan mineral), tidak dapat diserap secara memadai oleh usus halus ke aliran darah. Kondisi ini bisa mengakibatkan seseorang mengalami gizi buruk yang ditandai dengan pertambahan berat badan dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur.
Kita dapat mengetahui apakah seseorang mengalami malabsorbsi makanan atau tidak, adalah dengan melihat gejala. Gejala malabsorpsi makanan bisa bermacam-macam, tergantung dari jenis nutrisi yang tidak terserap dengan baik. Gejala tersebut meliputi:
- Malabsorpsi gula; ditandai dengan perut kembung dan diare kronis.
- Malabsorpsi vitamin dan mineral; ditandai dengan gejala anemia, tekanan darah rendah, gizi buruk.
- Malabsorpsi lemak; ditandai dengan tinja yang berwarna terang atau berbau busuk.
- Malabsorpsi protein; ditandai dengan edema (penumpukan cairan) dan rambut rontok atau kering.
Untuk itu, beberapa hal yang dapat dihindari atlet agar tidak mengalami malabsorbsi makanan, selain seperti yang telah dijelaskan oleh teman saya Ivan, atlet juga perlu menjaga gaya hidup/life style agar dapat terhindar dari penyakit-penyakit yang telah disebutkan sebelumnya, yang dapat memicu terjadinya malabsorbsi makanan.
Sumber : Keller, J. Layer, P. (2014). The Pathophysiology of Malabsorption. Viszeralmedizin (italic). 30(3): 150–154.
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Terima kasih sdah berbagi ilmu 👍
ReplyDeleteTerimakasih kak Ririn, semoga bermanfaat😊🙏
DeleteSalam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Semoga bermanfaat kak Rin!
DeleteSilahkan dibagikan jika berkenan😊
-Arsenius Kennard, Kel. 3.5 - 41160078
Terima kasih, semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat.
DeleteSalam, Desak Nyoman Frilla Sastra C. (41160028)
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteTERIMAKASIH KAK INFONYA ...
ReplyDeleteKEREN KEREN BISA JADI PEDOMAN PENGATURAN POLA KEBUTUHAN GIZI NIH 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Terimakasih kak Vallentino, semoga bermanfaat😊🙏
DeleteSalam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Semoga bermanfaat kak Vallentino
DeleteSilahkan dibagikan jika berkenan😊
-Arsenius Kennard, Kel. 3.5 - 41160078
Terimakasih kak Valentino, semoga dapat diterapkan yaa
DeleteSehat selalu dan jangan lupa tetap berolahraga:)
-Regina Jade (41160094)
Sangat bermanfaat sebagai pedoman mengatur pola hidup sehat, terima kasih
ReplyDeleteTerimakasih kak Yoga, semoga bermanfaat😊🙏
DeleteSalam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Semoga bermanfaat kak Yoga
DeleteSilahkan dibagikan jika berkenan😊
-Arsenius Kennard, Kel. 3.5 - 41160078
Terima kasih Yoga. Semoga informasi-informasi tersebut dapat bermanfaat.
DeleteSalam, Desak Nyoman Frilla Sastra C. (41160028)
Bagaimana jika seorang atlet punya alergi terhadap semua jenis protein? Bagaimana cara memenuhi kebutuhan nutrisi nya ?
ReplyDeleteSelamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya Clarisa Indhy,
DeleteMengenai alergi, Reaksi alergi merupakan suatu hal umum (dapat bersifat bawaan). Hal ini terjadi karena terdapat kelainan dalam sistem kekebalan tubuh, sehingga bereaksi berlebihan dengan mengeluarkan suatu hormon yang lazim dikenal dengan histamine.
Reaksi tubuh dapat berupa gatal-gatal, kulit merah, bengkak pada bibir dan gatal disekitar mata, serta hidung berair. Apabila parah reaksinya, maka akan terjadi koleps/pingsan.
Bila atlet alergi protein maka tentunya konsumsi makanan yang mengandung protein harus di-stop. Pertama, seorang atlet harus mengetahui apakah alergi terhadap protein hewani saja atau yang nabati juga. Lalu apakah Anda alergi protein dosis tinggi saja, dan lainnya.
Apabila atlet alergi terhadap semua jenis protein (hewani dan nabati), tentu saja hal ini agak merugikan karena protein yang terutama berasal dari hewan tidak masuk tubuh, seperti yang kita ketahui bahwa protein berperan penting dalam menjaga imunitas, serta pembentukan dan perbaikan otot yang rusak. Sehingga pada atlet yang alergi protein, kebutuhan nutrisi protein dapat dipenuhi dengan konsumsi suplemen-suplemen protein tertentu agar tubuh dapat melakukan latihan fisik yang benar-benar cukup.
Sumber : Kerr, M. Healthline (2017). Common Food Allergies.
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Terima kasih atas ilmu pengetahuannya kak. Pikiran saya jadi terbuka setelah membaca ini. Ternyata seorang atlet tidak hanya memperhatikan makan berdasarkan kebutuhan kalori dasarnya saja tapi juga memperhatikan penyakit tambahan (kalau misal atletnya punya penyakit tambahan). Jujur sekarang saya jadi tahu kalau makan sebelum dan sesudah or itu penting dan bermanfaat kalau tau caranya. Terima kasih kak atas sharing ilmunya :)
ReplyDeleteSemoga bermanfaat kak!
DeleteSilahkan dibagikan jika berkenan😊
Jangan lupa tetap berolahraga di masa WorkFromHome ini ya!
-Arsenius Kennard, Kel. 3.5 - 41160078
Terimakasih kak atas pendapatnya :)
DeleteSalam sehat !
Febrina Eva Susanto (41160066)
Dari 30% lemak yg dikonsumsi adakah jenis lemak yg harus dominan dikonsumsi dari jenis lainnya ? Dan berapa jumlah rasio jenis lemak yang baik untuk dikonsumsi ?
ReplyDeleteDan untuk karbohidrat, jenis karbohidrat manakah yang cocok bagi atlet ini ? Complex ? Atau sederhana
Selamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya D!
DeleteSaya Febrina mewakili kelompok 3.5 akan menjawab pertanyaan ini,
Sabina yang merupakan olahraga Voli, masuk ke dalam olahraga permainan. Olahraga permainan memiliki kebutuhan karbohidrat sebesar 50%-60%, protein sebesar 12%-15%, dan lemak sebesar 30%-35%. Kami memilih rasio lemak sebesar 30%, pemilihan 30% ditujukan agar cadangan lemak tidak terlalu tinggi.
Dalam menu yang telah kami susun, kami lebih banyak menggunakan minyak jagung dibandingkan dengan minyak kelapa ataupun margarin. Hal ini bukan tanpa alasan, kami memilih meggunakan minyak jagung karena termasuk dalam golongan lemak tak jenuh, sedangkan minyak kelapa atau margarin termasuk dalam golongan lemak jenuh.
Sejumlah riset menemukan bahwa lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL) dalam darah. Kadar LDL yang terlalu banyak akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Untuk itu, kami lebih memilih menggunakan minyak dari golongan lemak tak jenuh.
Sumber : Waspadji Sarwono, dkk. (2015). Menyusun Diet Berbagai Penyakit Berdasarkan Daftar Bahan Makanan Penukar Edisi 4. Badan Penerbit FK UI: Jakarta
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Melanjutkan menjawab pertanyaan mengenai jenis karbohidrat yang baik untuk atlet,
DeleteSecara umum, karbohidrat dibagi menjadi dua, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Sesuai namanya, karbohidrat sederhana terdiri dari gula dasar yang mudah dicerna, seperti buah dan sayuran. Meski demikian, tak semua jenis karbohidrat sederhana sehat untuk dikonsumsi sehari-hari.
Berbeda dengan karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks adalah karbohidrat dengan susunan kimia lebih rumit atau kompleks. Karbohidrat kompleks memerlukan lebih banyak waktu untuk dicerna oleh tubuh. Karena itulah, karbohidrat kompleks dipandang lebih menyehatkan.
Pada dasarnya, tubuh membutuhkan asupan kedua jenis karbohidrat tersebut sebagai sumber energi. Namun, makanan yang mengandung karbohidrat kompleks umumnya memberikan lebih banyak serat, mineral, dan vitamin yang sangat penting bagi tubuh. Di samping itu, karbohidrat kompleks memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh, sehingga akan memberikan energi maksimal dan membuat merasa kenyang lebih lama
Sumber :
- Mayo Clinic (2017). Carbohydrates: How Carbs Fit Into a Healthy Diet.
- Wax, E. Medline Plus (2016). National Institutes of Health, U.S. National Library of Medicine. Complex Carbohydrate.
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Halo,teman-teman kelompok 3.5! Saya Yediva (41160042) mau bertanya dikatakan bahwa beberapa sumber protein hewani dapat mempercepat penyerapan besi bagaimana dengan protein nabati? dan seandainya atlet tersebut vege apakah berpengaruh bila diberikan protein nabati saja mengingat atlet menderita anemia? Terimakasih teman-teman.
ReplyDeleteHalo Yediva, terima kasih untuk pertanyaannya.
DeleteDiketahui bahwa dalam makanan, zat besi ada dalam 2 bentuk yaitu heme yang terkandung dalam daging dan produk hewani lainnya dan non heme yang ditemukan pada hasil nabati. Kedua bentuk zat besi berbeda dalam bentuk kimianya, mekanisme serapan, dan proses penyerapan. Heme memiliki bioavailabilitas yang lebih tinggi daripada non-heme. Penelitian telah menunjukkan bahwa protein hewani meningkatkan penyerapan non heme, sementara protein nabati dapat mengurangi penyerapan non heme. Penelitian selanjutnya menunjukkan peningkatan penyerapan heme pada protein hewani, relatif terhadap jenis asam amino yang ada, dan kombinasi hemoglobin dengan trypsin. Efek protein nabati terhadap penyerapan heme masih kontroversial. Terdapat laporkan bahwa protein kedelai dapat meningkatkan penyerapan heme, dan yang lain telah menggambarkan bahwa penambahan produk protein kedelai ke makanan tidak mempengaruhi jumlah total heme yang diserap. Sehingga ketika seseorang vegetarian mengonsumsi protein nabati, dapat ditambahkan dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung vitamin C, sehingga penyerapan zat besi dapat diserap dengan lebih maksimal.
Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Sumber : Weinborn, V. et al. (2015) ‘The effect of plant proteins derived from cereals and legumes on heme iron absorption’, Nutrients, 7(11), pp. 8977–8986. doi: 10.3390/nu7115446.
Salam, Desak Nyoman Frilla Sastra C. (41160028)
Selamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya Yediva !
DeleteSaya akan menambahkan penjelasan yang telah dijelaskan oleh teman saya Frilla,
Apabila atlet alergi terhadap hewani, tentu saja hal ini agak merugikan karena protein yang terutama berasal dari hewan tidak masuk tubuh, seperti yang kita ketahui bahwa protein berperan penting dalam menjaga imunitas, serta pembentukan dan perbaikan otot yang rusak. Sehingga pada atlet yang alergi protein, kebutuhan nutrisi protein dapat dipenuhi dengan konsumsi suplemen-suplemen protein tertentu agar tubuh dapat melakukan latihan fisik yang benar-benar cukup.
Sumber : Kerr, M. Healthline (2017). Common Food Allergies.
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Melanjutkan menjawab mengenai anemia yang diderita oleh Sabina,
Deletekarena mengalami anemia defisiensi besi, maka suplementasi Fe dapat diberikan. Pada sumber dikatakan bahwa pengobatan yang tepat anemia defisiensi besi bagi atlet adalah modifikasi diet seperti yang telah ada pada menu A dan B dan suplementasi zat besi. Adapun dosis yang direkomendasikan adalah 40-60 mg zat besi setiap hari. Selain itu konsumsi vitamin C secara simultan pada saat perut kosong meningkatkan penyerapan zat besi suplemental oleh sistem gastrointestinal.
Sumber :
- Maughan RJ, et al. IOC consensus statement: dietary supplements and the high-performance athlete. Br J Sports Med 2018;52:439–455.
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Halo sy ingin bertanya. Saya seorang atlet kempo. yg ingin sy tanyakan kenapa setiap sebelum bertanding di kejuaraan, pelatih selalu meminta sy untuk puasa? Apa ada manfaatnya atau tdk?
ReplyDeleteHalo Robertho!
DeleteWah, keren sekali atlit Kempo! 💪🏼
Sebelumnya ada yang ingin kami tanyakan. Selama berapa lama puasa dari kak Robertho dilakukan? dan seberapa banyak intake makanan sebelum puasa?
Berkaitan dengan puasa sebelum bertanding. Memang terdapat metode yang digunakan, seperti yang dinamakan "karbohidrat loading". Apabila Robertho hendak mengetahui lebih lanjut mengenai karbohidrat loading. Silahkan untuk scroll up dan dapat membaca jawaban pertanyaan dari Reynaldy.
Metode karbohidrat loading memang perlu pemantauan dan pelaksanaan yang benar-benar diatur baik. Puasa pada metode ini dapat dikatakan tidak sepenuhnya puasa, karena 3 hari sebelum pertandingan atlit diberikan karbohidrat yang cukup tinggi, dan di hari pertandingan cukup makan makanan rendah serat dan diperbolehkan minum. Hal ini untuk meningkatkan ekstra cadangan pasokan glikogen otot.
Namun, apabila metode ini dilakukan dengan tidak benar, sebagai contoh tidak makan dan minum 1 hari sebelum pertandingan, maka akan terjadi berbagai masalah tubuh seperti penurunan intensitas kontraksi otot -> karena cadangan glikogen dalam hati akan terjadi glikogenolisis dimana glukosa lebih diutamakan untuk pasokan nutrisi bagi otak. Selain itu dapat terjadi penurunan daya tahan tubuh (kelelahan), hingga yang lebih ekstrim adalah berkurangnya pasokan glukosa bagi otak yang membuat penurunan konsentrasi. Apalagi jika sebelum puasa tidak diberikan asupan karbohidrat yang lebih banyak. Kesalahan persepsi dan metode puasa dapat membahayakan atlit yang justru merugikan.
Terdapat tujuan lain dari puasa yaitu untuk menurunkan berat badan sebelum bertanding terutama beladiri agar tidak masuk ke dalam kelas yang lebih berat. Namun, belum ada penelitian lebih lanjut terkait hal ini.
Jadi, jangan sampai salah metode puasa sebelum bertanding ya Robertho!👍🏻😁
Salam
Arsenius Kennard B - Kelompok 3.5 - 41160078
Sumber :
- Mauhghan, RJ (2010). Fasting and Sport: an introduction. BrJ Sport Medicine. Vol 44 No.7.
- Cholewa, J.M., dkk (2019). Carbohydrate restriction: Friend or foe of resistance-based exercise performance?. Elsevier Publisher. Vol 60.
Selamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya Robertho!
DeleteBeberapa sumber mengatakan bahwa berpuasa tidak rasional untuk keperluan meningkatkan performa. Sampai sekarang, banyak atlet yang masih percaya bahwa berpuasa atau tidak makan makanan padat dapat meningkatkan endurans dan kinerja atlet. Hal ini tidak benar. Berpuasa malah menurunkan
endurans, karena berkurangnya jumlah makanan yang dikonsumsi, akan berakibat menipis deposit zat-zat gizi di dalam tubuh termasuk glikogen. Selain itu berpuasa lebih dari 12 sampai 24 jam akan berkurang jaringan otot vital, glikone, vitamin dan mineral. Jadi berpuasa untuk atlet adalah tidak perlu dan berpotensi
menurunkan prestasi.
Sumber : Pedoman Pelatihan Gizi Olahraga Untuk Prestasi, Depkes RI, 2010
Semoga bermanfaat,
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Apakah bnr konsumsi sport drink baik untuk atlet? Mohon di jelaskan kaka. Mksh
ReplyDeleteSelamat malam, terimakasih atas pertanyaannya Lily!
DeleteSaya Febrina mewakili kelompok 3.5 akan menjawab pertanyaan ini,
Air memiliki tempat penting dalam metmetaboli tubuh normal maupun saat latihan
Sebagai contoh, asupan air minum normal biasanya cukup untuk untuk tipe latihan durasi pendek dan dalam suhu ruangan atau temperature cenderung dingin. Sebaliknya untuk durasi latihan yang
panjang dan kompetisi yang lama, atau pada saat anda sedang berlatih di suasana yang panas,
penting untuk memilih air minum yang bisa mensuplai karbohidrat, cairan dan sodium.
Sport drink memiliki beberapa keuntungan, antara lain: Pertama, sports drink mensuplai karbohidrat untuk membantu mempertahankan kada glukosa darah selama latihan.
Kedua, olahragawan biasanya mengkonsumsi lebih banyak cairan bila meminum minuman dengan rasa tertentu (flavored), seperti halnya sports drink.
Ketiga, sodium dan karbohidrat dalam sports drink menyebabkan
diserap lebih cepat. Sodium juga membantu rasa ingin minum untuk mempertahankan status hidrasi yang mana hal ini sangat krusial dalam menajga endurance dan performa.
Rekomendasi
terpenting adalah asupan cairan atau minum harus mengombinasikan antara sports drink dan plain water karena variasi keduanya bisa mempertahankan status hidrasi.
Sumber : Nestle Nutrition Institute http://www.nestlenutrition-institute.org
Semoga bermanfaat,
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Halo Lily!
DeleteBetul sekali yang dikatakan rekan saya Febrina.
Saya ingin melengkapi bahwa pemberian sportdrink terutama berguna untuk menggantikan cairan-cairan tubuh yang hilang. Terutama dalam kondisi yang hipotonis, elektrolit dibutuhkan tubuh. Tentu saja, minuman isotonis lebih baik dari pada air mineral biasa. Banyak minuman sport drink adalah isotonis.
Elektrolit yang hilang pada tubuh saat olahraga adalah Natrium dan Kalium. Rekomendasi dari asupan tambahan Natrium yaitu 450-700mg/L dan Kalium yaitu 80-200 mg/L
Dalam kasus saudara Sabina, kebutuhan tersebut sudah diimbangi dengan pemberian SportDrink.
Salam
Arsenius Kennard B - Kelompok 3.5 - 41160078
Sumber
Burke, D. Louise & Cox, Greg (2010). The Complete Guide to Food for Sport Performance. 3rd Edition. Allen & Unwin.
Apakah benar konsumsi protein berlebihan, seperti makan telur berlebihan bisa menyebabkan bisul?
ReplyDeleteSelamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya Hesty!
DeleteSaya Febri akan mewakili kelompok 3.5 untuk menjawab pertanyaan ini,
Telur sendiri memang tergolong makanan yang paling sering menimbulkan alergi selain susu sapi atau kambing, ikan laut, kedelai, gandum, dan kacang-kacangan. Yang harus diketahui, alergi makanan ini bisa terjadi setelah beberapa waktu makanan yang mengandung alergen (zat pemicu alergi).
Gejala alergi terhadap telur pada tiap orang memang berbeda-beda. Namun, menurut Journal of Agricultural and Food Chemistry, gejala alergi putih telur biasanya akan menyebabkan sakit kepala, mual, dan ruam-ruam kemerahah di kulit.
Ruam-ruam kemerahan pada kulit, atau yang biasa dikenal dengan eksem akibat alergi telur bisa menimbulkan komplikasi infeksi oleh bakteri staphylococcus aureus. Nah, infeksi yang disebabkan bakteri inilah yang bisa menyebabkan bisul.
Sehingga kita sekarang dapat memahami bahwa "telur bisa menyebabkan bisul" hanyalah mitos belaka.
bisulan sebenarnya merupakan peradangan kulit yang terlokasi. Biasanya sering terjadi di folikel rambut. Bisul sendiri mengandung nanah di dalamnya. Nah, nanah yang muncul ini merupakan hasil “pertempuran” sel darah putih dengan bakteri penyebab bisul.
DeleteMelansir Mayo Clinic, bakteri staphylococcus aureus umumnya sering ditemukan di kulit dan bagian dalam hidung. Selain itu, bisul juga kadang berkembang di bagian kulit yang digigit serangga, yang menjadi jalan masuknya bakteri tersebut.
Kesimpulannya, setiap orang termasuk orang sehat sekalipun, bisa saja mengalami bisulan. Nah, berikut beberapa orang yang berisiko mengembangkan bisul.
- Orang yang memiliki masalah kulit lain, seperti eksim dan jerawat.
- Kontak langsung dengan kulit yang mengalami infeksi staphylococcus aureus.
- Orang yang memiliki masalah kekebalan tubuh.
- Pasien diabetes, karena penyakit ini menyulitkan tubuh melawan infeksi termasuk infeksi kulit.
Sumber : Warsa, U.C. 1994. Staphylococcus dalam Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran.
Edisi Revisi. Jakarta : Penerbit Binarupa Aksara. hal. 103-110.
Semoga bermanfaat,
Salam Sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Terima kasih sebelumnya atas informasi dan ilmunya kak. Perkenalkan saya Divia, saya ijin bertanya kak. Pertanyaan saya ada 2 yaitu :
ReplyDelete1. Apakah kebutuhan total karbohidrat, protein, dan lemak untuk saudari sabrina sudah disesuaikan dengan kebutuhan kalori totalnya ? Karena mengingat lagi bahwa saudari sabrina masih tergolong kurus, sehingga dibutuhkan tambahan kalori untuk meningkatkan berat badannya
2. Diatas ada disebutkan bahwa atlit harus mengkonsumsi makanan atau camilan 2-4 jam sebelum latihan. Pada kenyataannya masih banyak atlit yang sangat susah untuk makan dan minum sebelum latihan, karena akan merangsang terjadinya mual dan muntah saat atlit itu latihan ? Apakah ada strategi untuk mengatasi hal tersebut ?
Terima kasih kak🙏🙏
Halo Divia!
DeleteTerimakasih atas ulasannya ya 👍🏻
1. Betul sekali banyak faktor-faktor yang menentukan kebutuhan makronutrien dan kalori dari saudari Sabina. Untuk lebih jelasnya, Divia dapat membaca ulasan rasionalisasi nomor 1 diatas 😁
2. Apabila atlit sulit makan atau minum sebelum latihan karena mual dan muntah, perlu ditelusuri lebih lanjut penyebab pasti daiti mual dan muntah tersebut. Karena terdapat bermacam kondisi yang dapat menyebabkan hal tersebut, seperti adanya gastroparesis, gastric neuromucsular dysfunction, dispepsia fungsional, abdominal migraine, dan lain-lain. Hal ini dapat diatas seusai dengan kondisi yang menjadi penyerta.
Sebagai contoh Sabina memiliki dispepsia fungsional yang menyebabkan adanya mual oleh makanan berlemak. Maka diet snack dapat dimodifikasi dengan daging tanpa lemak, menghindari gorengan. Jika snack menghindari selai kacang. Selanjutnya, asupan lemak dapat digantikan setelah olahraga, atau pada saat makan pagi.
Contoh lain dengan mengganti snack dengan minuman yang mengandung kandungan makro dan mikronutrien yang serupa. Seperti minuman suplemen untuk atlit, protein shake, dll.
Modifikasi diet berbeda tentunya berdarakan kondisi Sabina.
Apabila benar tidak dapat makan atau minum sebelum latihan. Dapat dilakukan dengan menambah asupan makanan di pagi hari, memajukan jam makan siang, atau tidak memberikan snack atau minuman seperti jus dll sebelum latihan. Serta dapat kebutuhan tersebut digantikan setelah latihan. Namun jangan sampai tidak diberikan air mineral ya!
Sudah tercerahkan kah Divia?
Apakah anda pernah mengalami mual dan muntah saat latihan karena makan / minum tertentu?😊
Salam
Arsenius Kennard B - Kelompok 3.5 - 41160078
Sumber :
Ahuja, NK. (2017) Nutritional Approach to Chronic Nausea and Vommitting. Practical Gastroenterology. Ed : Parirish, CR. Serries 168
Selamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya Divia!
DeleteSaya akan menambahkan jawaban pertanyaan nomor 1, yang sebelumnya telah di jelaskan sekilas oleh teman saya Kennard.
Dalam kasus ini, saudari Sabinamemiliki Indeks Masa Tubuh yang dapat dikategorikan KURUS, oleh karena itu saudari Sabina memilki tamabahan kalori khusus yaitu 20-30%. Pemilihan penambahan kalori sebesar 30% dikarenakan sebagai atlit, Saudari Sabrina perlu mendapatkan berat badan ideal dan tenaga yang cukup banyak. Penambahan berdasarkan IMT sebesar 465,75 kalori.
Sumber : Waspadji Sarwono, dkk. (2015). Menyusun Diet Berbagai Penyakit Berdasarkan Daftar Bahan Makanan Penukar Edisi 4. Badan Penerbit FK UI: Jakarta
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Informasinya sangat rinci 🙌🏻 terimakasihh..
ReplyDeleteKalau boleh bertanya, dikatakan bahwa BMI Sabina membuatnya tergolong kurus, dengan perhitungan kalori demikian dicocokkan dengan aktivitasnya sebagai atlet voli, apakah tujuan dari menu gixi tersebut untuk menjaga stamina saja sebagai atlet atau juga menaikkan berat badan? bila juga untuk menaikkan BB apakah dapat diperkirakan dalam berapa lama BB ideal sebagai atlet voli dapat dicapai Sabina? Terimakasih atas kesempatannya..
Selamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya Yedida Stephanie!
DeleteSaya Febrina akan mewakili kelompok 3.5 dalam menjawab pertanyaan ini,
Dalam kasus ini, Sabina mengalami IMT yang kurang, hal ini disebabkan karena BB Sabina yang kurang, sehingga target utama kami dalam menyusun menu ini selain menjaga stamina juga menaikan berat badan Sabina sehingga IMT nya dapat menjadi normal/ ideal.
Cara terbaik untuk mendapatkan badan lebih berisi adalah bukan dengan mengonsumsi sebanyak mungkin makanan berlemak dan berkadar gula tinggi, melainkan memilih makanan sehat dengan kandungan gizi seimbang yang tepat. Konsumsi lebih banyak buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, serta sumber protein tanpa lemak seperti tahu, tempe, dan daging ayam tanpa kulit. Selain konsumsi makanan sehat, cara mendapatkan BB ideal adalah dengan makan lebih sering, maka dari itu disini kami menyusun menu snack yaitu snack pagi, snack sebelum dan setelah OR. orang dengan berat badan kurang sering merasa cepat kenyang. Daripada makan dua hingga tiga kali sehari dalam porsi besar, lebih baik makan 5-6 kali sehari dalam porsi-porsi yang lebih kecil.
Sumber :
- Zeratsky, K. Mayo Clinic (2017). Healthy Lifestyle. What's a good way to gain weight if you're underweight?
- NHS Choices UK (2015). How can I gain weight safely?
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Halo Yedida!
DeletePertanyaan yang bagus,
Jawaban yang diberikan Febri sekiranya sudah dapat membantu.
Saya ingin menambahkan , dalam pemberian nutrisi tentunya perlu penyesuaian dengan berat badan. Tentu saja ketika IMT rendah kalori akan ditambahkan agar berat badan ideal. Dalam menjaga stamina tubuh, salah satu yang berperan adalah gizi. Namun, hal ini juga perlu didukung latihan yang terus menerus dan rutin, sehingga stamina lebih semakin baik secara jangka panjang. Pemberian nutrisi untuk stamina untuk menjaga pada saat latihan atau olahraga agar energi yang didapat lebih besar.
Berkaitan dengan berapa lama terjadi kenaikan berat-badan, dapat diketahui berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Leaf (2017) melihat bahwa seseorang yang diberikan makanan melebihi dari apa yang dibutuhkan terjadi kenaikan berat badan 2-4 minggu. Dalam hal ini dapat dipastikan setelah 4 minggu, berat badan Sabina dapat tercapai. Namun dengan pemberian nutrisi gizi yang tidak putus-putus ya,, 😊
Salam
Arsenius Kennard- Kelompok 3.5- 41160078
Sumber :
Leaf, A., 2017. The Effects of Overfeeding on Body Composition: The Role of Macronutrient -Composition – A Narrative Review. International Journal of Exercise Science.
Selamat malam, Saya Hana Kristina (41160081) dari kelompok 3.3 ijin bertanya. Dalam permainan bola voli terdapat berbagai macam posisi pemain (set-upper, smasher, defender, dan server). Apakah posisi pemain dapat mempengaruhi kalori yang dibutuhkan oleh pemain voli? Terima kasih
ReplyDeleteSelamat malam Hana!
DeleteSejauh ini memang, belum terdapat penelitian lebih lanjut mengenai kebutuhan kalori dari setiap posisi pemain. Namun, hal ini dapat diduga bahwa tidak terdapat hubungan berkaitan dengan posisi pemain. Saat ini patokan baku untuk perhitungan kalori dihitung seperti tertera dalam artikel rasionalisasi ini (nomor1).
Hal ini juga dapat diketahui dalam bermain voli, seluruh pemain diwajibkan untuk dapat mahir dalam melakukan semua gerakan dasar voli. Intensitas dan jenis latihan dapat disamakan satu sama lain. Sebelum pertandingan atlit voli juga wajib menyerahkan daftar skor Atlet yang meliputi tes Servis, Smash Passing Bawah, dan Bumpset. Seorang Smasher wajib melakukan servis, seorang defender juga harus dapat melakukan smash. Pembagian posisi dapat dimungkinkan berdasarkan dari tingkat keahlian seorang pemain.
Apakah Hana pernah merasakan seluruh dari posisi pemain bola Voli ini? Bagaimana rasanya?😁
Salam
Arsenius Kennard B - Kelompok 3.5 - 41160078
Sumber :
- Pengurus Pusat Special Olympic Indonesia (2009). Buku Panduan Cabang Olahraga Bola Voli Special Olympics
Selamat malam sobat-sobatku!
ReplyDeleteSaya Radian Adhiputra A (41160060) dari kelompok 1.6
Saya bertanya mengenai
1. Apakah benar carbohydrate loading selalu meningkatkan performa??
2. Apakah Konsumsi mie malam sebelum pertandingan dapat mengkonstitusi
carbohydrate loading
Terimakasih
Selamat malam, Terimakasih atas pertanyaannya Radian!
DeleteSaya Febrina (41160066) akan mewakili kelompok 3.5 dalam menjawab,
1) Carbohydrate loading memberikan pengaruh baik dalam sesi latihan atau meningkatkan
performa pada saat latihan dengan durasi >90 menit. Tetapi bila seorang atlet berlatih dalam durasi singkat dan tidak terlalu intens, carbohydrate loading mungkin tidak dapat meningkatkan
performa.
Alasannya, intensitas latihan lebih rendah berarti deposit glikogen juga tidak
sepenuhnya terpakai. Carbohydrate loading hanya akan membantu bila seorang atlet melakukan sesi
latihan yang membutuhkan pemakaian deposit glikogen yang maksimal.
2) Carbohydrate loading biasanya dibutuhkan dengan kombinasi latihan bertahap yang
Deletesecara perlahan meningkatkan konsumsi karbohidrat dan biasanya mekanisme ini terjadi dalam waktu beberapa hari.
Konsumsi makanan single high-carbohydrate semalam sebelum kompetisi penting BUKAN merupakan metode efektif untuk keperluan boosting level glikogen pada otot.
Sumber : Nestle Nutrition Institute http://www.nestlenutrition-institute.org
Semoga bermanfaat,
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Terimakasih atas jawabannya.
DeleteMantap sekali.
Sukses selalu, Tuhan memberkati.
Salam,
Radian.
Selamat malam saya Evinola 41160075 dari kelompok 3.1, ingin bertanya, dikatakan bahwa atlet ini memiliki anemia, apakah ada obat khusus untuk seorang atlet? terimakasih
ReplyDeleteHalo Evinola, terima kasih atas pertanyaannya.
DeleteUntuk pengobatan khusus yang diberikan hanya suplementasi Fe. Pada sumber dikatakan bahwa pengobatan yang tepat anemia defisiensi besi bagi atlet adalah modifikasi diet seperti yang telah ada pada menu A dan B dan suplementasi zat besi. Adapun dosis yang direkomendasikan adalah 40-60 mg zat besi setiap hari. Selain itu konsumsi vitamin C secara simultan pada saat perut kosong meningkatkan penyerapan zat besi suplemental oleh sistem gastrointestinal.
Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Sumber : Reeser, Jonathan C. & Bahr, Roald. 2017. Handbook of Sport Medicine and Science Volleyball, Second Edition. USA : Wiley Blackwell
Salam, Desak Nyoman Frilla Sastra C. (41160028)
Halo Nola, saya sependapat dengan rekan sekelompok saya Frilla. Setelah terdiagnosis pasti dan telah menjalani pemeriksaan penunjang untuk mengukur kadar zat besi pada darah, penanganan pada pasien anemia defisiensi besi atau yang biasa disebut juga sport anemia dapat diberi suplemen gizi. Beberapa penelitian menunjukkan dalam situasi kekurangan zat besi, persyaratan terapi minimum yang diusulkan sesuai dengan 100 mg / hari unsur besi, untuk periode 12 minggu namun dapat pula lebih rendah, seperti yang disebutkan oleh Frila. Disebutkan pula pengobatan dengan 100 mg / hari suplemen besi selama 3 bulan, secara signifikan meningkatkan nilai serum Ferr (dari 34 ± 11 menjadi 54 ± 18 μg / L) dan zat besi hati (dari 105 ± 42 menjadi 227 ± 67 μg / g hati ). Dan pemberian 105 mg / hari zat besi yang dikombinasikan dengan 500 mg Vitamin C selama 60 hari menghasilkan perbaikan status zat besi dari atlet elit wanita yang tidak anemia. Selain itu, penelitian menunjukkan perbaikan status gizi dari suplemen besi tersebut berkaitan dengan perbaikan kapasitas endurance.
DeleteSumber: https://www.intechopen.com/books/current-issues-in-sports-and-exercise-medicine/iron-supplementation-and-physical-performance
Terimakasih, sehat selalu Nola!
Regina Jade (41160094)
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteHallo kelompok 3.5, saya telah membaca makalah utama dari kelompok ini.
ReplyDeletePada menu A dipilihkan adanya roti tawar untuk snack setelah OR, apakah ini tidak menimbulkan alergi pada atlet tersebut ? mengingat riwayat alergi semua jenis telur, sedangkan bahan pembuatan roti tawar terutama yang dijual di toko-toko mengandung telur.
Lalu tampilan tabel untuk menu B makan malam, yang saya baca bahan yang digunakan melon, akan tetapi pada menu muncul jus jeruk manis, apakah tampilan di tabel bisa dijelaskan ?
Terimakasih
Selamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya Yohana Ratih !
DeleteSaya Febrina akan mewakili kelompok 3.5 dalam menjawab pertanyaan ini,
Menjawab pertanyaan nomor 1 mengenai menu roti pada tabel menu A. Memang benar, dalam kasus ini Sabina mengalami alergi telur, disini penggunaan roti tawar adalah roti tawar tanda komposisi telur atau eggless white bread, apabila sulit untuk menemukan toko yang menjual eggless white bread, kita dapat membuatnya sendiri dirumah dengan melihat panduan di internet.
Selain membuat roti tawar sendiri, kita juga dapat menggunakan roti gandum. Roti jenis ini diketahui memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh, seperti protein, antioksidan, mineral termasuk zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, kalium, sodium, dan zinc, serta vitamin B, folat, vitamin E, dan vitamin K. Selain itu, roti gandum utuh juga sangat baik untuk kesehatan karena rendah lemak dan bebas kolesterol.
Sumber : Mayo Clinic (2017). Whole grains: Hearty options for a healthy diet.
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Selanjutnya saya akan menjawab pertanyaan nomor 2 mengenai menu makan malam pada menu B. Betul, pada tabel dituliskan terdapat buah melon dan minuman yaitu jus jeruk manis. Disini, melon berperan sebagai hidangan pencuci mulut / hidangan penutup. Sedangkan jus jeruk manis berperan sebagai minuman. Kami banyak menggunakan minuman jus jeruk, karena kaya akan vitamin C, yang pada saat perut kosong dapat meningkatkan penyerapan zat besi suplemental oleh sistem gastrointestinal.
DeleteSumber : Reeser, Jonathan C. & Bahr, Roald. 2017. Handbook of Sport Medicine and Science Volleyball, Second Edition. USA : Wiley Blackwell
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Selamat Pagi, ijin bertanya
ReplyDelete1. Bagaimana jika seorang atlet memiliki riwayat diabetes, apakah ada perubahan pada menu yang diberikan ? Apa saja perubahan yang diberikan, terutama pada pemberian karbohidrat ?
2. Lalu jika Atlet memiliki obesitas bagaimana dengan pemberian kalorinya ?
Terima kasih sebelumnya atas infonya yang sangat bermanfaat :)
Halo Jeffrey:)
DeleteAtlet dengan kondisi penyakit tertentu tentu memerlukan modifikasi dalam dietnya. 1.Untuk pasien diabetes tujuan pengaturan makanannya adalah mencapai dan mempertahankan kadar glukosa mendekatii nirmal, mencapai kadar lipid mendekati optimal, dan mencegah komplikasi penyakit.
Pasien diabetes melitus memerlukan pengaturan makanan dengan seksama. Pengaturan makanan yang dapat diberikan pada pasien diabetes meliyus yaitu komposisi karbohidrat makanan 60-70%, kandungan lemak 25-30% dan kandungan protein 10-25% yang harus cukup kalori, vitamin dan mineral. Yang perlu diperhatikan juga yaitu perlu pembatasan konsumsi garam dan sebisa mungkin menghindari konsumsi karbohidrat sederhana misalnya gula, madu, sirup dan alkohol
This comment has been removed by the author.
Delete2) Mengenai pasien obesitas. Pada cabang olah raga tertentu, kelebihan berat badan berdasarkan pengukuran tinggi dan berat badan sering dijumpai. Namun bila persentase lemak tubuh masih dalam batas normal, hal ini tidak menjadi masalah. Saat ini ada konsep baru mengenai berat badan ideal yaitu berat badan yang dirasakan paling tepat oleh atlet yang bersangkutan. Yang penting adalah bahwa tebal lemak tubuh di bawah kulit masih dalam batas yang normal. Tujuan pengaturan makanan bagi atlet dengan berat badan berlebihan/obesitas adalah menurunkan berat badan dengan diet rendah kalori dan zat gizi seimbang sehingga berat badan menjadi normal. Prinsip penurunan berat badan adalah mengurangi simpanan lemak tubuh pada jaringan di bawah kulit (adiposa). Pengaturan makan untuk menurunkan berat badan yaitu:
Delete-Pengurangan asupan kalori sebanyak 500-1000 kalori atau 25% dari kebutuhan kalori.
- Mengurangi jumlah porsi makanan, sesuai dengan ketentuan dan frekuensi makan.
- Mengurangi makanan yang berlemak.
- Menambah porsi buah, sayuran dan lebih banyak minum air putih.
Selain itu, pada atlet perlu juga memperhatikan beberapa faktor seperti penurunan berat badan harus dilakukan secara bertahap. Penurunan berat badan secara drastis akan mengurangi kemampuan fisik. Penurunan berat badan yang diharapkan tiap minggu antara ½ hingga 1 kg atau maksimal 1,5% dari berat badannya setiap hari. Selain itu, sejalan dengan pelaksanaan diet rendah kalori perlu dibarengi program olah raga yang bersifat aerobik minimal 1 (satu) jam dengan frekuensi 5 kali. Yang perlu dihindari yanitu penurunan berat badan dengan mengeluarkan panas tubuh seperti lari memakai jaket tebal agar keluar keringat banyak, dan puasa tidak dianjurkan. Hal ini karena bersamaan dengan pengeluaran keringat, akan keluar pula elektrolit, sehingga akan mengganggu keseimbangan cairan tubuh.
Sumber: Syafrizar, dan Wilda Welis. (2009). Buku Gizi olahraga. Wineka Media: Padang.
Salam sehat,
Regina Jade C (41160094)
Selamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya Jeffrey!
DeleteSaya akan menambahkan apa yang telah dijelaskan oleh teman saya yaitu Regina, mengenai pertanyaan nomor 1 yaitu tentang menu makan atlet dengan diabetes.
Seseorang dikatakan menderita diabetes bila kadar gula darahnya >126 mg/dL dalam kondisi puasa, atau >200 mg/dL bila tidak puasa.
Untuk karbohidrat, porsi yang dianjurkan adalah 45-65% dari total kalori, atau minimal 130 gram per hari. Disarankan untuk memilih sumber karbohidrat kompleks yang berserat tinggi, seperti kentang, sayuran, buah, gandum, jagung, dan kacang-kacangan. Hindari karbohidrat sederhana, seperti jus buah, gula pasir, dan permen, serta produk olahan tepung, misalnya kue kering atau kue basah. Gula pasir masih boleh dikonsumsi, maksimal 5% dari total kalori (kurang lebih 4 sendok teh) per hari. Pemanis buatan rendah kalori aman untuk digunakan, selama tidak melebihi batas aman.
Sumber : American Diabetes Asscociation. (2019). Lifestyle Management: Standards of Medical Care in Diabetes – 2019. Diabetes Care, 42(1), pp. S46–S60
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Saya akan menambahkan dari penjelasan sebelumnya, mengenai atlet dengan diabetes. Seorang yang telah di diagnosis mengalami diabetes, tentunya akan menjalani terapi juga (baik degan obat oral atau insulin). Untuk itu, sangat penting untuk melakukan tes gula darah terlebih dahulu. Jika gula darah sebelum olahraga menunjukkan angka di bawah 70, artinya diperlukan makanan tambahan sebelum berolahraga. Seorang atlet tidak disarankan untuk olahraga jika kadar gula darah belum melebihi 70-80 mg/dL.
DeleteJika kadar gula darah melebihi 240 mg/dL sebelum latihan, maka latihan harus ditunda juga. Idealnya, kadar gula darah berada pada kisaran 160-180 mg/dL sebelum memulai latihan.
Beberapa menit sebelum memulai olahraga, atlet sebaiknya mengonsumsi makanan kecil atau snack yang mengandung 15 gram karbohidrat. Jika waktu latihan lebih lama dari 60 menit, disarankan untuk mengonsumsi 30 gram karbohidrat sebelum latihan.
Snack yang bisa dikonsumsi contohnya buah. Buah apel sebanyak 2 buah memberikan sekitar 24 gram karbohidrat. Pisang berukuran kecil (81 gram) mengandung 19 gram karbohidrat.
Sumber : Clevand Clinic. Tanpa Tahun. Diabetes: Nutrition for Athletes with Diabetes. [Online] Tersedia pada: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17280-diabetes-nutrition-for-athletes-with-diabetes (Diakses 2/5/2020)
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Halo Jeffrey!
DeletePenjelasan rekan saya Regina dan Febri cukup lengkap. Saya menambahkan agar menambah ilmu ya
Diketahui saudari Sabina yang olahraga voli adalah kategori olahraga sedang.
Apabila <45 menit, asupan sebelum latihan perlu diperhatikan jika kadar glukosa darah (mg/dl) :
__a. <108 = karbohidrat 30-45 gram
__b. 108-180 = karbohidrat 15 gram
__c. 180-252 = tidak dibutuhkan
__d. >252 = atlit tidak dianjurkan untuk berlatih, dan wajib ditangani terlebih dahulu oleh tenaga kesehatan
Apabila latihan >60 menit, asupan sebelum latihan perlu diperhatikan jika kadar glukosa darah (mg/dl) :
__a. 180-252 + penurunan insulin = karbohidrat 10-15 gr/jam
__b. 234-252 + ketosis = atlit tidak dianjurkan untuk berlatih, dan wajib ditangani terlebih dahulu oleh tenaga kesehatan
__c. <300 + tanpa ketosis = atlit tidak dianjurkan untuk berlatih, dan wajib ditangani terlebih dahulu oleh tenaga kesehatan
Demikian saudara Jeffrey, semoga membantu!
Salam
Arsenius Kennard B - Kelompok 3.5 - 41160078
Sumber :
Kementrian Kesehatan RI. (2014). Buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi, Kemenkes. Jakarta
Halo kelompok 3.5, perkenalkan saya Gianna Tangkilsian (41160072) dari kelompok 3.6
ReplyDeleteSaya sempat membaca penyusunan menu dari teman", pada pemberian sport drink dengan pocari sweat pada keterangan dituliskan 15C sedangkan air mineral dengan keterangan 10C, apakah yang dimaksud dari keterangan adalah suhu cairan? jika iya, saya ingin bertanya apakah ada perbedaan efek jika pemberian air dengan suhu tertentu? tolong dijelaskan.
Terima kasih! Tetap semangat, dan stay healty:)
Selamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya Gianna Tangkilisan!
DeleteSaya Febri mewakili kelompok 3.5 akan menjawab pertanyaan ini,
Karena durasi selama 150 menit (>120 menit) maka diperlukan pergantian cairan yang mengandung Natrium, Kalium, dan Karbohidrat. Minuman pengganti yang dikonsumsi oleh saudari Sabina adalah Sports Drink (Pocari Sweat - botol 500ml), karena tiap 100ml mengandung 120mg Natrium, 20mg Kalium, dan 6,2g karbohidrat.
Air dingin ± 10C dan sports drink (Pocari Sweat) ± 15-20C dianggap lebih baik dikonsumsi dibandingkan air hangat karena air dingin dapat diserap oleh usus secara lebih cepat, sehingga waktu pengosongan lambung lebih cepat.
Sumber :
- Muth, N. D. (2015). Nutrition Sport for Health Professionals. Philadelphia: F.A Davis Company
- Sport Science Institue. (2013). Performance Hydration. Sports, Cardiovascular, and Wellness Nutrition (SCAN)
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Halo Gianna!
DeleteSaya setuju dengan pendapat Febri, bahwa dengan suhu tersebut akan meningkatkan penyerapan usus. Pemberian ini juga harus disesuaikan dengan atlit, apabila atlit belum pernah minum yang dingin, dapat diberikan secara berkala agar dapat menyesuaikan.
Namun pemberian minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mengganggu penyerapan.
Dalam kasus Sabina, kebutuhan mikronutrient pada saat olahraga sudah dihitung dan sudah dapat dipastikan dengan intake sport drinknya.😁
Salam
Arsenius Kennard B - Kelompok 3.5 - 41160078
Sumber :
Kementrian Kesehatan RI. (2014). Buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi, Kemenkes. Jakarta
Wah, seperti itu ya, Terima kasih atas jawabannya :)
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteSelamat pagi, terimakasih atas informasi ini saya jadi mengetahui kebutuhan gizi para atlet,terutama untuk yang hobby bermain bola voly.
ReplyDeleteSelamat pagi. Terima kasih. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat.
DeleteSalam, Desak Nyoman Frilla Sastra C. (41160028)
Terimakasih juga kak, semoga dapat diterapkan. Jangan lupa berolahraga dan sehat selalu:)
DeleteSalam, Regina Jade C (41160094)
Terimakasih kak, semoga bermanfaat😊🙏
DeleteSalam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Semoga bermanfaat kak!
DeleteSilahkan dibagikan jika berkenan😊
Jangan lupa bermain voli ya!
-Arsenius Kennard, Kel. 3.5 - 41160078
Terimakasih teman-teman atas informasinya. Saya Inda Rebeca (41160073) ingin bertanya 2 point:
ReplyDelete1. dimakalah teman-teman menuliskan bahwa makanan/camilan harus dikonsumsi 2-4 jam sebelum latihan. Apakah pertimbangan teman-teman memberikan makanan/camilan 2-4 jam sebelum latihan?
2. jika atlet makan < 2 jam apakah ada efek yang ditimbulkan khususnya ketika atlet sedang berlatih/bertanding
Terimakasih
Halo Inda Rebeca!
DeleteSemoga bermanfaat yaa 😊
1. Betul sekali, pertimbangan pemberian makan/camilan 2-4 jam sebelum berlatih agar usu dapat diberi kesempatan untuk menyerap makanan. sehingga pada saat latihan/bertanding makronutrien sudah terkonversi dan siap untuk memberikan energi.Makanan yang diberikanpun wajib diberikan makanan yang mudah dicerna dan dapat epat menjadi energi, serta yang pasti tidak menimbulkan gangguan lambung pada atlit.
Adapun anjuran pemberian konsumsi sebelum berlatih/bertanding adalah :
_a. 3-4 jam sebelum bertanding, makanan lengkap
_b. 2-3 jam sebelum bertanding, bentuk makanan kecil, misalnya roti
_c. 1-2 jam sebelum bertanding, makanan cair berupa jus buah.
_d. 30-60 menit sebelum bertanding, hanya boleh mengkonsumsi
minuman cair
2. Apabila <2jam pemberian asupan makanan , maka dapat menyebabkan makanan masih tersisa berada dilambung. Hal ini menimbulkan terjadinya gangguan perut, mual, dan keram; sehingga menurunkan performa dari seorang atlit. Selain itu makanan belum terkonversi secara sempurna, sehingga penggunaan energi menjadi berkurang, atlit mudah lelah dan capai.
Bagaimana Inda Rebeca apakah sudah jelas?
Pernahkah Inda merasa kurang nyaman akibat makan terlalu dekat dengan olahraga?😁
Salam
Arsenius Kennard B - Kelompok 3.5 - 41160078
Sumber :
Kementrian Kesehatan RI. (2014). Buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi, Kemenkes. Jakarta
This comment has been removed by the author.
DeleteAda teman saya seorang atlet, dia punya kepercayaan bahwa minum 1 cangkir kopi sebelum bertanding dapat meningkatkan performanya, apakah itu benar?
ReplyDeleteSelamat pagi, terimakasih atas pertanyaannya.
DeleteSaya Febri mewakili kelompok 3.5 akan menjawab pertanyaan ini,
Mengenai konsumsi kopi sebelum olahraga / bertanding. Ada penelitian membuktikan bahwa caffein memberi keuntungan untuk seorang atlet endurans. Minum kopi sebelum bertanding memberi stimulan untuk merelease lemak ke dalam peredaran darah, dan otot membakar lemak ini menjadi energi. Seorang atlet endurans akan dapat lebih lama bertahan melakukan latihan sebelum glikogen habis terpakai. Jadi kopi memberikan efek positif terhadap ketersediaan energi. Namun perlu diingat bahwa kopi juga memiliki efek diuretik, sehingga perlu di perhatikan jumlah kopi yang diminum terlebih lagi sebelum bertanding, karna akan sangat tidak menyenangkan apabila pada saat bertanding justru seorang atlet ingin kecing berulang-ulang.
Sumber : Pedoman Pelatihan Gizi Olahraga Untuk Prestasi. Depkes RI. 2000
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Halo Terimakasih pertanyaannya.
DeletePesan yang disampaikan oleh rekan saya Febri sangat benar.
Dalam pemberian kopi sebelum bertanding dianjurkan untuk dapat minum 1 jam sebelum bertanding, dosisnya pun perlu diperhatikan jangan terlalu banyak. Adapun anjuran yang diberikan 2-6mg/kgBB. Kafein mencapai puncak efeknya sekitar 30 menit. Namun perlu diperhatikan apabilla atlit memiliki gangguan pencernaan atas, sangat tidak dianjurkan untuk minum kopi karena akan menimbulkan ketidaknyamanan dan lebih ekstrem lagi gangguan psikis / konsentrasi
Apakah sudah jelas saudara?
Salam
Arsenius Kennard B - Kelompok 3.5 - 41160078
Sumber :
Kementrian Kesehatan RI. (2014). Buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi, Kemenkes. Jakarta
Halo selamat siang, saya ijin menambahkan. Benar seperti yang rekan kelompok saya jelaskan diatas bahwa kopi berkafein boleh dikonsumsi atlet sebelum bertanding namun juga perlu untuk memperhatikan dosisnya. Kafein memang boleh dikonsumsi karena meningkatkan frekuensi kontraksi, merangsang susunan syaraf yang menjadikan orang lebih siaga Selain itu, kafein mampu meransang mobilisasi lemak sehingga dapat meningkatkan prestasi aerobik, melindungi liver serta mengembangkan memori.
DeleteNamun, pemakaian kafein berlebih bagi atlet sebaiknya dihindarkan sebab akan merugikan kinerja saat bertanding seperti denyut jantung berlebihan, memacu produk urin (diuretik) dan bagi atlet yang sensitif menyebabkan depresi yang membuat atlet
gelisah serta menderita insomnia. Konsumsi kafein berlebihan khususnya pada atlet dianggap doping apabila konsentrasi dalam urin lebih dari 12 ug/ml (minum 15 cangkir kopi sehari, sudah dianggap doping.
Sumber: Syafrizar, dan Wilda Welis. (2009). Buku Gizi olahraga. Wineka Media: Padang.
Kiranya seperti itu, terimakasih:)
Salam, Regina Jade C (41160094)
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteHalo, ini saya mau bertanya tentang dampak dehidrasi bagi atlet itu mudah capek atau bagaimana ? Kalau untuk materi itu sudah menerangkan kebutuhan cairan bagaimana namun belum menerangkan kenapa cairan sangat diperlukan. Terima kasih
ReplyDeleteHaloo Bernadetta , pertanyaan yang menarik dan ini mungkin bisa menjawab
DeleteTubuh manusia sebagian besar atau sekitar 60% adalah cairan, maka selama berlatih atau bertanding status hidrasi atlet harus benar-benar dipertahankan, sebab kekurangan cairan 1% akan mengurangi prestasi, kekurangan 3-5% akan menganggu sirkulasi dan kekurangan 25% berakibat kematian
Cairan yang diperlukan untuk mempertahankan status hidrasi atlet diperoleh dari intake makanan, hasil metabolisme, dari minuman sebelum, selama dan sesudah bertanding.
Pada pertandingan olahraga endurance, seperti marathon, seorang atlet dapat kehilangan kehilangan cairan melalui keringat sebanyak 2-4 liter per jam, lewat pernapasan sebesar 130 cc/jam, dalam keadaan biasa kehilangan cairan lewat tractus respiratoris hanya 15 cc/jam
Pada cuaca panas kebutuhan cairan semakin meningkat 3 kali dari yang dianjurkan. Untuk mengetahui apakah atlet cukup minum sebagai pengganti keringat keluar, dapat dilihat dari jumlah dan warna urine. Jika jumlah urine sedikit dan warnanya tua, berarti kurang minum, dapat juga dengan menimbang berat badan, setiap kehilangan berat badan 0,5 kg setelah berlatih atau bertanding minumlah 2 gelas air.
Sumber : Parwata, I. M. Y. Kelelahan Dan Recovery Dalam Olahraga I. J. Pendidikan Kesehatan Rekreasi 1 (2015).
This comment has been removed by the author.
DeleteSelamat siang, saya setuju dengan penjelasan teman saya di atas. Saya hanya ingin menambahkan informasi terkait hal tersebut. Fungsi air didalam tubuh adalah untuk mempertahankan volume darah, mengatur suhu tubuh dan terlibat dalam kontraksi otot. Berkeringan diatur oleh sistem saraf otonom dan dikendalikan secara tidak sadar oleh hipotalamus. Berkeringat adalah cara utama tubuh mempertahankan suhu tubuh yang optimal. Mengkonsumsi cairan atau hidrasi bertujuan untuk mengisi kembali cairan yang hilang saat berolahraga. Mengembalikan cairan yang hilang akibat berkeringat dapat mempertahankan fungsi otot normal, membantu mencegah penurunan kinerja fisik dan mengurangi risiko heat stress. Gejala heat stress saat aktivitas adalah takikardia, hipotensi, hiperventilasi, muntah, diare, kejang, dan koma. Kehilangan keringat sebesar 2% dari berat badan menyebabkan penurunan nyata kinerja fisik dan mental. Kehilangan 5% atau lebih dari berat badan selama aktivitas fisik dapat menurunkan kapasitas untuk bekerja sekitar 30%. Selain dehidrasi yang memengaruhi kapasitas kerja, kehilangan keringat lebih dari 2% dari berat badan meningkatkan risiko mual, diare, muntah, dan masalah pencernaan.
DeleteSemoga informasi yang diberikan bermanfaat. Terima kasih.
Sumber : Sport Cardiology. (2015). The Effects of Hydration on Athletic Performance. [Online] Tersedia pada : http://www.sportscardiologybc.org/the-effects-of-hydration-on-athletic-performance/ (diakses 2/5/2020)
Salam, Desak Nyoman Frilla Sastra C. (41160028)
selamat siang, dalam penjelasan diatas, dikatakan bahwa atlet tersebut alergi segala jenis telur
ReplyDeletehal yang ingin saya tanyakan, apa alasan anda memberikan roti gandum pada hampir setiap snack, dengan catatan bahwa selain terbuat dari gandum serta biji bijian lain, namun terdapat telur yang juga menjadi bahan dasar roti gandum
terimakasih
Selamat siang, terimakasih atas pertanyaannya !
DeleteSaya Febrina akan mewakili kelompok 3.5 dalam menjawab pertanyaan ini,
Menjawab pertanyaan mengapa memberikan roti gandum pada hampir setiap snack. Memang benar, dalam kasus ini Sabina mengalami alergi telur, disini penggunaan roti tawar atau roti gadum adalah roti tanpa komposisi telur atau eggless white bread, apabila sulit untuk menemukan toko yang menjual eggless white bread, kita dapat membuatnya sendiri dirumah dengan melihat panduan di internet.
Roti gandum lebih disarankan dibandingkan roti tawar putih biasa, karena seperti yang diketahui bahwa roti gandum memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh, seperti protein, antioksidan, mineral termasuk zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, kalium, sodium, dan zinc, serta vitamin B, folat, vitamin E, dan vitamin K. Selain itu, roti gandum utuh juga sangat baik untuk kesehatan karena rendah lemak dan bebas kolesterol.
Sumber : Mayo Clinic (2017). Whole grains: Hearty options for a healthy diet.
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)
Selamat siang, saya setuju dengan penjelasan dari teman saya di atas. Saat berolah raga kita memerlukan energi yang cukup untuk memberikan power yang baik saat latihan atau kompetisi. Power yang baik ini berarti makan makanan bergizi. Adapun snack yang dipilih adalah makanan yang penuh energi seperti roti gandum. Roti gandum juga memiliki indeks glikemik yang tinggi. Dan hal ini baik untuk atlet.
DeleteSemoga bermanfaat, terima kasih.
Sumber : UM Health Service (Tanpa Tahun) Eating for Peak Athletic Performance Tersedia pada https://www.uwhealth.org/health-wellness/eating-for-peak-performance/45232 (diakses 2/5/2020)
Salam, Desak Nyoman Frilla Sastra C. (41160028)
Sumber : UW Health (Tanpa Tahun) Eating for Peak Athletic Performance Tersedia pada https://www.uwhealth.org/health-wellness/eating-for-peak-performance/45232 (diakses 2/5/2020)
DeleteSangat lengkap dan jelas dengan sumber yang terpercaya! Disini saya ingin bertanya, bagaimana mengenai suplemen-suplemen yang di pakai untuk atlit seperti susu tinggi protein, creatine powder, dan lain sebagainya, apakah bermanfaat, dan bagaimana juga efek sampingnya baik jangka panjang maupun jangka pendek? Terimakasih, sukses selalu!
ReplyDeleteSelamat siang, terimakasih atas pertanyaannya Ivan !
DeleteSaya Febrina akan mewakili teman-teman dalam menjawab pertanyaan ini,
Mengenai suplementasi pada atlet, dari beberapa sumber menyebutkan bahwa sebenarnya kebutuhan nutrisi atlet bisa dipenuhi dengan menjaga pola makan sehat atau menjalani diet khusus sesuai kebutuhan setiap orang. Sehingga apabila nutrisi mikro maupun makro sudah cukup melalui makanan, kecuali pada kondisi tertentu seperti atlet yang alergi protein atau alergi kalsium maka pemenuhan nutrisi tersebut dapat diperoleh melalui konsumsi suplemen.
Suplemen untuk atlet tidak bisa menggantikan pola makan dan gaya hidup yang sehat dan seimbang. Jadi, tetap konsumsi makanan sehat dan tambahkan suplemen hanya jika dibutuhkan.
Sumber : Maughan RJ, et al. IOC consensus statement: dietary supplements and the high-performance athlete. Br J Sports Med 2018;52:439–455.
Semoga bermanfaat,
Salam, Febrina Eva Susanto (41160066)
Halo Ivan!
DeleteBetul sekali yang dibilang oleh Febri.
Untuk Kreatinine Powder sendiri berguna pada masa metabolisme PCr. Dimana pada atlit voli memiliki presentase yang tinggi bersama glikolisis yaitu 80%.
Seorang atlit tentunya boleh menggunakan suplemen atau tidak, namun terdapat atlit yang wajib untuk ditambahkan suplemen yaitu :
1) Pola makan tidak teratur sehingga makanan yang dikonsumsi tidak
menjamin dapat memenuhi kebutuhan gizi atlet.
2) Banyak mengkonsumsi makanan mengandung kolesterol tinggi.
3) Tidak suka mengkonsumsi sayuran dan buah.
4) Berusia di atas 50 tahun.
5) Mengalami gangguan jantung atau pembulu vena.
6) Baru sembuh dari sakit.
7) Ada gangguan fungsi hati.
8) Ada gangguan pencernaan.
9) Beban latihan terlalu berat.
Apabila mengkonsumsi terlalu banyak suplemen, maka akan terjadi efek samping sesuai dengan kandungan suplemen tersebut. Sebagai contoh : Apabila suplemen kreatin terlalu tinggi maka dapat terjadi kram, mual, diare, serta yang lebih ekstrim lagi adalah gangguan hati dan ginjal.
Apakah sudah tercerahkan Ivan?
Pernahkah Ivan menggunakan suplemen pada saat berolahraga?😊
Salam
Arsenius Kennard B - Kelompok 3.5 - 41160078
Sumber :
Kementrian Kesehatan RI. (2014). Buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi, Kemenkes. Jakarta
Selamat Malam.
ReplyDeleteTerimakasih untuk informasi yang sangat membantu ini.
saya memiliki pertanya, jka berkenan mohon dijawab.
1. apakah ada perbedaan pada seorang atlet voli jika mereka mengkonsumsi nasi merah, nasi putih, atau bahan makanan tinggi serat seperti granola atau gandum?
2. apakah pada seorang atlet yang mengkonsumsi alkohol dan merokok, memilki pertimbangan pemberian gizi yang berbeda?
3. apakah pada atlet voli yang vegetarian memiliki pertimbangan khusus pemberian menu diet?
4. apakah pemberian minuman berisotonik, berison, dan air mineral biasa memiliki perbandingan yang signifikan pada seorang atlet? jika ia, apa yang lebih di rekomendasikan?
5. apakah suhu pada makanan dan minuman memiliki pengaruh yang signifikan pada seorang atlet?
terimakasih :)
Halo Nople!
DeleteWah pertanyaannya banyak dan bagus! 😁
Jawaban dari rekan saya Febrina dikolom bawah benar, izinkan saya melengkapi penjelasan dan menjawab pertanyaan yang belum terjawab ya Nople, pertanyaan akan saya jawab satu persatu.
1. Berkaitan dengan nasi merah dan nasi putih sepertinya sudah dijelaskan dengan lengkap oleh Febrina. Untuk nasi dengan gandum, memang memiliki beberapa perbedaan. Atlit yang memilki kondisi khusus, harus memperhatikan asupan karbohidrat agar tidak membahayakan tubuh dan berfungsi optimal.
Perbedaan pertama adalah bahwa pada gandum memiliki lebih banyak kandungan Natrium dan Kalium, sedangkan Nasi tidak memiliki sedikit Natrium dan Kalium. Bagi atlit yang sedang dalam peningkatan kandungan tersebut dapat dianjurkan untuk lebih memilih gandum. Selain itu gandum juga memiliki lebih banyak kandungan besi dan kalsium.
Perbedaan kedua adalah bahwa nasi lebih mudah dicerna. Penyebabnya adalah karena nasi merupakan makanan yang rendah serat. Apabila atlit memiliki kondisi seperti diare dan/atau indigesti, dapat dianjurkan untuk lebih memilih nasi.
Perbedaan ketiga adalah bagi atlit yang menderita diabetes, ada baiknya asupan karbohidrat lebih dianjutkan kepada gandum. Hal ini dikarenakan nasi memiliki kandungan indeks glikemik yang tinggi dimana hal tersebut akan meningkatkan gula darah secara cepat.
Perbedaan keempat adalah bagi atlit atau seseorang yang menderita berat badan berlebih dan/atau obesitas, lebih dianjurkan pada asupan karbohidrat berupa gandum. Hal ini lebih diutamakan karena gandum mengandung serta yang lebih banyak, dan nasi lebih mudah untuk meningkatkan berat badan terutama jika asupan pada malam hari.
Hal terakhir adalah pada pasien yang memiliki penyakit seperti celiac disease lebih disarankan asupan menggunakan nasi. Gandum, memilki kandungan gluten dimana dapat menyebabkan inflamasi pada usus pencernaan.
Walaupun pada orang normal tidak terdapat dampak signifikan pada asupan nasi dan gandum, namun tetap perlu diperhatikan terkait kandungan dan kontraindikasi untuk asupan seseorang. 😊
Sumber :
PKM, N., & Vinod, J. (2017). What Is More Safe and Healthy – Rice or Wheat. International Journal of Complementary & Alternative Medicine, 6(2).
2. Berkaitan dengan asupan alcohol terdapat berbagai pengaruh terhadap aspek tubuh. Perlu diketahui pada konsumsi alcohol pada atlit seringkali dilakukan post turnamen atau kompetisi. Hal ini banyak dilakukan terutama apabila merayakan kemenangan dari turnamen atau kompetisi tersebut. Tentu saja, kejadian ini lebih sering terjadi pada atlit didaerah barat.
DeletePerlu diketahui bahwa alkohol dimetabolisme dan dibuang oleh hati melalui proses :
-Adanya alkohol dehydrogenase (ADH) pada sitosol hepatosis yang akan memetabolisme alkohol pada saat asupan alkohol yang moderate (tidak terlalu banyak). Metabolisme alkohol oleh ADH menyebabkan perubahan redoks yang mendorong sintesis lipid di hati yang mengurangi proses glikoneogenesis dan meningkatkan produksi asam laktat. Selain itu dapat meningkatnkan level trigliserida serum. Jika asupan semakin tinggi maka akan menyebabkan enzim CYP2E1 menggunakan adenosisn trifosfat (ATP) sehingga menurunkan simpanan kalori untuk energi.
Pada saat asupan yang tinggi dan panjang atau dapat disebut chronic alcoholism. Maka dapat menyebabkan peurunan berat badan, kehilangan protein, anemia , dan yang berdampak pada ntrisi adalah defisiensi seperti folat, tiamin, piridoksin, niasin, vitamin A dan D, zink, dan zat besi. Hal ini menyebabkan perlunya penambahan asupan diet atau suplemen lebih untuk menambah kekurangan protein tersebut.
Kerusakan organ yang disebabkan oleh alkohol dapat menyebabkan disfungsi dari hati, terutama keadaan yang disebut sirosis hati, sehingga pencernaan lemak dll akan terganggu. Kerusakan pancreas akan menyebabkan kurangnya insulin yang berdampak pada risiko diabetes.
Penelitian juga dilakukan oleh Kruger (2015) yang mengatakan bahwa dengan seseorang meminum minuman beralkohol akan berdampak pada perilaku pemilihan makanannya yang akan lebih cenderung memilih makanan tinggi lemak. Sehingga hal ini berdampak pada status nutrisi seseorang.
Efek alkohol juga dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh sebesar 3% paska 4 jam setelah konsumsi berlebih, yang menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. 😊
Sumber :
Halsetd, C. H. (2010). ALCOHOL | Effects of Consumption on Diet and Nutritional Status. Elsevier. doi:DOI: 10.1016/B0-12-226694-3/00008-9
Kruger, J. S., & Kruger, D. (2010). The impact of alcohol consumption on food choices among college students.
3. Betul sekali, atlit vegetarian memiliki pertimbangan sendiri dalam memilih makanan. Atlit Vegetarian akan tidak mengkonsumsi bahan makanan sumber hewani yang dapat menyebabkan kekurangan asam amino esensial seperti (lisin, treonin, metionin,triptofan), asam lemak esensial, vitamin B12 (kobalamin), vitamin B12 (riboflavin), Ca (kalsium), Fe (besi), dan Zinc (Seng). Apabila pada wanita memiliki risiko tinggi mengalami defisiensi besi atau anemia.
DeleteHal-hal yang perlu diperhatikan pada atlit vegetarian yaitu dengan memilih bahan makanan yang bervariasi dan terdiri dari seralia, biji-bijian, kacang-kacangan, sayur dan buah. Kacang-kacangan, biji-bijian dan alpukat dapat melengkapi kebutuhan asam lemak esensial. Pada pemberian konsumsi tempe untuk lauk / selingan dapat melengkapi kebutuhan vitamin B12, kalsium, besi, dan beberapa asam amino esensial.
Jika atlit vegetarian membutuhkan energi yang tinggi, pemenuhan makanan dari sumber nabati dapat menyebabkan bulky. Hal ini disarankan untuk dapat mengkonsumsi suplemen terkait zat gizi yang belum terpenuhi. 😊
Sumber :
Kementrian Kesehatan RI. (2014). Buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi, Kemenkes. Jakarta
4. Minuman isotonic, ionik, dan air mineral tentunya memiliki perbedaan. Air mineral merupakan air mineral yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai asupan cairan olahraga yang memiliki rumus H2O. Minuman ini berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Namun, perlu diingat bahwa minuman ini tidak menggantikan mikronutrien tubuh yang hilang lewat keringat yang dapat mengurangi performa tubuh seorang atlit.
DeleteMinuman ionik atau lebih tepatnya disebut dengan alkaline water. Minuman ini dibuat dengan proses elektrolisis sehingga memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah atau bisa disebut minuman yang lebih basa dari air mineral biasa. Walaupun sebenarnya tidak ada pengaruh terkait penggantian cairan yang hilang, minuman ionic/alkaline water menurut penelitian lebih berfungsi sebagai anti penuaan, mengurangi akumulasi dari lipid dan kolesterol, menurunkan gangguan pencernaan seperti hiperasiditas lambung yang akan mencegah refluk asam dan diare kronik, meningkatakan ekskresi melamin dan menurunkan insidensi batu kemih, dan meningkatkan imun tubuh dengan produksi ROS dan sitokin. Minuman ionik memang memiliki efek tidak terlalu banyak pada saat olahraga dan lebih berfokus pada kesehatan tubuh
Lain halnya dengan minuman isotonik. Minuman isotonik berfokuskan pada penggantian cairan yang hilang beserta mineralnya seperti Natrium, Kalium, Kalsium, dan Magnesium yang keluar pada saat berolahraga. Minuman isotonik juga dapat mengandung karbohidrat dan vitamin B. Osmolaritas pada minuman isotonic disamakan dengan tekanan osmotic pada darah manusia yang berkisar 270-330 mOsm/kg sehingga memudahkan untuk absorbsi lebih cepat.
Tentu saja anjuran yang lebih diutamakan saat berolahraga adalah minuman isotonik. Melalui minuman ini efektivitas olahraga akan semakin meningkat, tidak mudah lelah dan mencegah terjadinya dehidrasi pada tubuh. 😊
Sumber :
Ignacio, R. M., Joo, K.-B., & Lee, K.-J. (2012). Clinical Effect and Mechanism of Alkaline Reduced Water. Journal of Food and Drug Analysis, 20.
Kementrian Kesehatan RI. (2014). Buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi, Kemenkes. Jakarta
Stasiuk, E., & Przybytowski, P. (2017). Osmolarity of Isotonic Drinks in the Aspect of Their Authenticity. Polish Journal of Natural Science, 32(1).
5. Pengaruh suhu makanan terhadap atlit lebih berdampak pada persepsi kenikmatan rasa saja. Penelitian mengenai efek gastrointestinal terhadap suhu makanan masih belum jelas. Terdapat penelitian yang mengatakan makanan lebih hangat akan meningkatkan kecepatan pengosongan lambung, namun terdapat penelitian yang mengatakan sebaliknya.
DeleteTentu saja hal yang penting lainnya adalah terkait memasak makanan. Suhu yang terlalu tinggi pada masakan dapat mengurangi kandungan makro dan mikronutrient terhadap bahan makanan tersebut serta merusak makananitu sendiri. Apabila suhu panas terlalu rendah, dapat menyebabkan makanan tidak matang dan meningkatkan risiko bakteri yang masih hidup. Demikian pula dalam menyimpan makanan. Penyimpanan makanan tentunya terdapat panduan / guideline tersendiri terkait dengan jenis makanan tersebut.
Berkaitan dengan minuman, betul seperti yang dikatakan rekan saya Febrina dikolom komentar bawah, minuman yang lebih dingin dapat meningkatkan absorbsi dari usus sendiri dengan suhu ± 10C pada air mineral dan ± 15-20C pada sports drink. Temperatur yang dingin dapat menginduksi kontraksi otot polos dari usus dan menstimulasi transient receptor potential (TRP) terkhusus TRPM8 dan TRPA1 yang akan meningkatkan fungsi sensorik dan motoric lambung.
Demikian jawaban dari pertanyaan-pertanyaan Nople, sepertinya sangat kepo sekali ya, itu bagus!!
Sampai sini apakah Nople sudah tercerahkan? 😊
Salam
Arsenius Kennard - kelompok 3.5 – 41160078
Sumber :
Remes, J. M. (2013). ‘‘Too Hot’’ Or ‘‘Too Cold’’: Effects of Meal Temperature on Gastric Function. Springer Science. doi:10.1007/s10620-013-2789-4
Selamat sore, terimakasih atas pertanyaannya Nople.
ReplyDeleteSaya Febri mewakili kelompok 3.5 akan menjawab pertanyaan nomor 1, 4 dan 5.
1) Kami memilih menggunakan beras merah dibandingkan beras putih dengan pertimbangan beberapa hal :
- beras merah memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dengan kalori yang lebih rendah dibandingkan beras putih
- beras merah merupakan sumber thiamine, niacin, dan vitamin B6 lebih baik dibandingkan beras putih. saat ini beras putih banyak yang ditambahkan vitamin B, namun umumnya hilang pada proses pengolahannya.
- beras merah memiliki kandungan mineral yang lebih tinggi yaitu 86 mg magnesium (22% dari anjuran asupan harian) dan 150 mg fosfor (15% dari anjuran asupan harian). Sedangkan beras putih hanya mengandung 24 mg magnesium dan 69 mg fosfor. Magnesium berperan dalam imunitas, jantung, dan saraf dan Fosfor berperan dalam fungsi ginjal, tulang, dan gigi.
- indeks glikemik beras merah lebih rendah (55) dibandingkan beras putih (86). Hal ini dikarenakan oleh kandungan serat, polifenol dan phytic acid yang lebih tinggi pada beras merah. Indeks glikemik adalah kemampuan suatu makanan untuk meningkatkan kadar gula di dalam darah. Indeks glikemik yang rendah mengindikasikan makanan tersebut lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.
4) Karena durasi selama 150 menit (>120 menit) maka diperlukan pergantian cairan yang mengandung Natrium, Kalium, dan Karbohidrat. Minuman pengganti yang dikonsumsi oleh saudari Sabina adalah Sports Drink (Pocari Sweat - botol 500ml), karena tiap 100ml mengandung 120mg Natrium, 20mg Kalium, dan 6,2g karbohidrat.
5) Air dingin ± 10C dan sports drink (Pocari Sweat) ± 15-20C dianggap lebih baik dikonsumsi dibandingkan air hangat karena air dingin dapat diserap oleh usus secara lebih cepat, sehingga waktu pengosongan lambung lebih cepat.
Sumber :
- Muth, N. D. (2015). Nutrition Sport for Health Professionals. Philadelphia: F.A Davis Company
- Sport Science Institue. (2013). Performance Hydration. Sports, Cardiovascular, and Wellness Nutrition (SCAN)
- Steen, J. (2016, Juli 15). Types Of Rice: The Benefits, Differences And The Healthiest. Retrieved April 29, 2020, from Huffpost: https://www.huffingtonpost.com.au/2016/04/29/types-of-rice_n_9802746.html
Semoga bermanfaat,
Salam sehat, Febrina Eva Susanto (41160066)