Rasionalisasi Kelompok 3.4
Rasionalisasi
Menu
·
Menu
Hari 1
Pada sarapan pagi
di pilih menu oatmeal dengan buah dan susu skim,hal ini di karenakan oat telah dikenal sebagai sereal sehat dan bergizi yang
mengandung serat yang
mudah larut dan padatnutrisi. Terlepas dari sereal kayanutrisi, ia memiliki
manfaat fisiologis seperti efek positif pada
penguranganhiperglikemia,hiperinsulinaemia,hiperkolesterolemia,efek fisiologis ini terjadi dengan peningkatan
viskositas dan juga
serat yang mudah larut seperti (1 → 3, 1 → 4) - β -D-glukan atau β- glukan. β-
Glucan telah terbukti memiliki efek padaindeks glikemik,insulin,
dan respons kolesterol terhadap makanan.Sedangkan untuk
susu skim sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang memiliki kelebihan berat
badan atau yang sedang menjaga berat badan.Selain membantu
mengontrol berat badan, manfaat susu skim juga dapat menurunkan kolesterol,
serta mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke akibat kelebihan lemak
Snack pagi di pilih roti
gandum panggang dengan selai kacang dengan minumannya jus buah,hal ini di pilih
karena roti gandum yang terbuat dari biji gandum utuh juga mengandung lebih
banyak serat dibanding roti tawar putih. Roti jenis ini diketahui memiliki
banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh, seperti protein, antioksidan, mineral termasuk zat besi, magnesium, kalsium,
fosfor, kalium, sodium, dan zinc, serta vitamin B, folat, vitamin E,
dan vitamin K.Selain itu, roti gandum utuh juga sangat baik untuk kesehatan
karena rendah lemak dan bebas kolesterol. Roti gandum juga dilengkapi dengan
senyawa alami yang diduga dapat melawan perkembangan sel-sel kanker.Rutin mengonsumsi roti gandum mampu
meningkatkan kesehatan pencernaan, yaitu dengan membantu melancarkan gerakan
usus dan merangsang pertumbuhan bakteri baik di dalam usus, sehingga buang air besar menjadi lebih lancar. Selain itu,
mengonsumsi roti jenis ini juga dapat mengurangi risiko diabetes
tipe 2, obesitas,
beberapa jenis kanker, dan penyakit
jantung,Untuk pemilihan selainya sendiri,di karenakanstudi menunjukkan bahwa kacang tanah,selai kacang,
dan minyak kacang secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung bila
dikonsumsi setiap hari, mirip dengan kacang lainnya. Pentingnya nutrisi kacang
tanah karena energi dan unsur yang berperan dalam pertumbuhan
terdapat di dalam kacang tanah,unsur-unsur tersebut termasuk karbohidrat, lemak, protein, vitamin,
mineral, beberapa asam organik dan purin. Kacang, yang kaya akan protein dan
asam amino esensial, dapat membantu mencegah malnutrisi . Selain itu, kacang
tanah mengandung lemak dan karbohidrat yang merupakan senyawa kaya energi, yang
mampu memenuhi kebutuhan energi dasar tubuh manusia.Pemilihan jus buah
sebagai minuman di karenakan manfaat
buah untuk kesehatan tubuh sangat beragam. Selain untuk memelihara kesehatan,
kandungan nutrisi pada buah juga bermanfaat untuk melindungi tubuh dari
penyakit bahkan dapat membantu proses penyembuhan penyakit.Umumnya,
semua buah mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh. Nutrisi yang terkandung di
dalamnya membuat manfaat buah untuk kesehatan tidak diragukan lagi. Kandungan
nutrisinya menjaga tubuh tetap sehat, juga melindungi tubuh dari kerusakan
akibat zat kimia yang masuk dan menyebabkan gangguan.Adapun kandungan nutrisi
yang ada pada buah antara lain: Vitamin dan mineral, seperti vitamin C, asam folat, kalium, vitamin A (beta karoten),
vitamin E, magnesium, zinc, di dalam buah juga terkandung air yang
berfungsi untuk menaga tubuh kita agar tidak dehidrasi selain itu di dalam buah
juga terkandung antioksidan dan fitonutrien, yang juga memberi manfaat
tersendiri bagi kesehatan tubuh.
Untuk makan siang,di
pilih nasi putih dengan lauknya berbagai olahan ayam mulai dari daging ayam
tanpa kulit,sosis ayam,pepes ayam,dan telur orak orik,selain itu ada juga tempe
rebus sebagai pelengkap,dan untuk minumannya sendiri di pilih jus buah.Nasi
putih di pilih sebagai sumber karbohidrat utama yang menjadi makanan pokok di banyak negara,
terutama Indonesia. Meski kadarnya tinggi, karbohidrat dalam nasi putih lebih
banyak terdiri dari gula dan pati, ketimbang serat. Hal ini tentu harus menjadi
perhatian bagi penderita diabetes dalam mengatur porsi nasi putih yang akan
dikonsumsi.Selain karbohidrat, nutirisi lain yang terkandung dalam nasi putih
antara lain vitamin B1, B2, B3, B6, protein, zat besi, fosfor, selenium,
mangan, dan magnesium.Karbohidrat pada nasi putih memiliki peran penting dalam
memberikan energi bagi tubuh. Ketika
mengonsumsi nasi putih, karbohidrat di dalamnya akan dipecah menjadi glukosa, yang kemudian akan diserap dan masuk ke aliran darah.
Glukosa ini akan diedarkan ke seluruh tubuh sebagai bahan bakar, terutama bagi
otak.Selain sebagai sumber energi, manfaat nasi putih juga bisa didapatkan dari
kandungan nutrisinya yang lain, yaitu:Vitamin B1 (tiamin), untuk membantu
metabolisme karbohidrat,Magnesium, sebagai komponen penting dalam membentuk
struktur tulang dan mengatur kontraksi otot.Mangan, untuk membantu kerja otak,
sistem saraf, dan enzim-enzim di dalam tubuh.
Untuk
pemilihan lauknyanya sendiri di pilih ayam karena ayam adalah satu jenis lauk
yang umum dikonsumsi Kandungan daging ayam sebagaimana dilansir dari Food
Safety and Inspection Service, US Department of Agriculture meliputi: Lemak,
kalori, karbohidrat, protein, zat besi,sodium,vitamin A,vitamin B,vitamin C.
Kandungan gizi ayam tersebut tersebar di beberapa bagian utama dari daging
ayam, yakni dada, paha, dan sayap. Daging ayam mengandung protein, tepatnya
asam amino.Hal ini lantas menghasilkan manfaat ayam untuk membantu
memaksimalkan pembentukan otot tubuh.Protein adalah zat yang memang salah satu
fungsinya adalah untuk membentuk dan menguatkan otot-otot tubuh. Dada ayam
adalah bagian daging ayam yang paling banyak mengandung protein, yakni sekitar
25 gram.Selain membantu pembentukan otot, kandungan daging ayam berupa protein
juga menghasilkan manfaat daging ayam untuk membantu menurunkan berat badan
bagi Anda yang kini sedang menjalani program penurunan berat badan.Manfaat ayam
untuk membantu menurunkan berat badan melalui kandungan proteinnya tersebut
dikarenakan zat ini dapat memberikan efek kenyang yang lebih lama, sehingga
Anda bisa menekan frekuensi makan guna menjaga berat badan tubuh.Kandungan
vitamin B6 pada daging ayam berfungsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh.
Pun, vitamin ini berperan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan fungsi
dari sistem saraf pusat.Tubuh yang sehat ditunjang oleh metabolisme yang baik.
Oleh sebab itu, tingkatkan metabolisme tubuh Anda dengan cara mengonsumsi
daging ayam ini salah satunya.Selain vitamin B6, pada ayam juga terkandung
vitamin B3 atau niacin. Hal ini menghasilkan manfaat ayam untuk
menurunkan kadar lemak LDL.Manfaat daging ayam yang bisa membantu mengontrol
kadar kolesterol ‘jahat’ ini menjadikannya makanan yang patut untuk Anda
konsumsi secara rutin. Pasalnya, kolesterol ‘jahat’ jika terus menerus
dibiarkan akan berakibat pada munculnya gangguan kesehatan, salah satunya
penyakit kardiovaskular seperti jantung.Anemia atau kekurangan darah juga
menjadi salah satu penyakit yang bisa dicegah dan diatasi dengan cara
mengonsumsi daging ayam.Manfaat daging ayam dalam mengatasi anemia ini
dikarenakan unggas tersebut mengandung zat besi, yang mana zat besi ini sendiri
memang fungsi utamanya untuk memperlancar produksi dan peredaran darah di dalam
tubuh.Para ahli menyarankan agar sebaiknya mengolah daging ayam dengan cara
direbus atau dipanggang. Selain tidak mengurangi kadar nutrisi di dalamnya,
metode pengolahan ayam tersebut tidak menjadikan ayam menjadi tinggi lemak
seperti jika Anda mengolahnya dengan cara digoreng.Selain olahan ayam,terdapat
pula tempe rebus,tempe memiliki manfaat sebagai sumber protein yang lebih kaya
dibanding daging.Kandungan nutrisi pada tempe terbukti kualitasnya lebih baik
dibandingkan kedelai, karena kadar protein yang larut dalam air akan
mengakibatkan meningkatnya aktivitas enzim proteolitik.Enzim proteolitik dapat
memecahkan rantai panjang protein menjadi zat yang dapt dicerna oleh
tubuh.Selain itu, tempe mengandung lemak yang lebih sedikit, karbohidrat,
serat, kalsium, fosfor, besi, tiamin, riboflavin, niacin, asam pantotenat,
piridoksin, biotin, vitamin B12, dan akt retinol yang jauh lebih banyak
dibandingkan dengan daging.Tempe juga merupakan sumber vitamin B12 dari
nabati.Tempe mengandung 1.7 µg atau 0.0017 mg vitamin B12 dan kandungan ini
cukup untuk seseorang setiap harinya.Untuk minumannya sendiri masih sama dengan
snack pagi yaitu jus buah,pemilihan jus buah
sebagai minuman di karenakan manfaat
buah untuk kesehatan tubuh sangat beragam. Selain untuk memelihara kesehatan,
kandungan nutrisi pada buah juga bermanfaat untuk melindungi tubuh dari
penyakit bahkan dapat membantu proses penyembuhan penyakit.Umumnya,
semua buah mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh. Nutrisi yang terkandung di
dalamnya membuat manfaat buah untuk kesehatan tidak diragukan lagi. Kandungan
nutrisinya menjaga tubuh tetap sehat, juga melindungi tubuh dari kerusakan
akibat zat kimia yang masuk dan menyebabkan gangguan.Adapun kandungan nutrisi
yang ada pada buah antara lain: Vitamin dan mineral, seperti vitamin C, asam folat, kalium, vitamin A (beta karoten),
vitamin E, magnesium, zinc, di dalam buah juga terkandung air yang
berfungsi untuk menaga tubuh kita agar tidak dehidrasi selain itu di dalam buah
juga terkandung antioksidan dan fitonutrien, yang juga memberi manfaat
tersendiri bagi kesehatan tubuh.
Snack sore dipilih roti
gandum panggang dengan puding coklat dan minuman yag dipilih adalah yogurt.
Roti gandum dipilih karena memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat
untuk tubuh, seperti protein, antioksidan, mineral termasuk zat besi, magnesium, kalsium,
fosfor, kalium, sodium, dan zinc, serta vitamin B, folat, vitamin E,
dan vitamin K. Roti gandum juga juga sangat baik untuk kesehatan karena rendah
lemak dan bebas kolesterol. Selanjutnya untuk puding coklat sendiri di pilih
karena puding merupakan makanan selingan yang dimakan setelah makanan utama,
puding terbuat dari bahan-bahan kering seperti susu bubuk, coklat bubuk dan dan
bahan pengental( pembentukan gel). Kandungan nutrisi pada puding terdiri dari
lemak, mineral, kalsium dan zat besi.Mineral dan kalsium dapat bermanfaat
menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan tubuh, selain itu dapat juga
bermanfaat dalam pembentukan sel dan menjaga kesehatan jantung.Snack siang yang
dipilih terakhir ada minuman yoghurt yang mengandung beberapa kandungan seperti
energi, protein, lemak, karbohidrat.Selain itu juga mengandung mineral
(kalsium, fosfor, natrium, dan kalium) dan mempunyai kandungan vitamin cukup
lengkap seperti vitamin A, B kompleks, B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B6
(piridoksin), B12 (sianokobalamin), vitamin C, vitamin D, E, asam folat, asam
nikotinat, asam pantotenat, biotin dan kolin.Keberadaan protein yang mudah
dicerna serta asam laktat yang meningkatkan penyerapan mineral, membuat yoghurt
baik dikonsumsi untuk melancarkan pencernaan.
Makan malam dipilih menu
nasi putih dengan beberapa lauk seperti tempe orek, ikan panggang, pepes tahu
dan telur dadar. Selain itu juga dilengkapi dengan buah semangka dan segelas
susu skim. Seperti yang sudah dijelaskan pada menu makan siang nasi putih
dipilih karena memiliki berbagai kandungan seperti gula dan pati.Kandungan ini
menjadi perhatian bagi penderita diabetes dalam mengatur porsi nasi putih yang
akan dikonsumsi.Selain karbohidrat, nutirisi lain yang terkandung dalam nasi
putih antara lain vitamin B1, B2, B3, B6, protein, zat besi, fosfor, selenium,
mangan, dan magnesium. Selain itu lauk yang dipilih dalam menu makan malam
adalah ikan panggang.Ikan memiliki berbagai kandungan yang bermanfaat bagi
tubuh, kandungan tersebut terdiri dari protein, lemak dengan omega 3, vitamin,
mineral dan taurine.Protein pada ikan mengandung asam amino yang mempunyai
manfaat sebagai daya cerna yang tinggi.Ikan merupakan sumber protein yang
penting bahkan dapat dikatakan bahwa ikan merupakan sumber protein yang utama.
Ikan dapat menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan kadar trigliserida
darah dan meningkatkan kecerdasan. Selain itu dapat juga menurunkan risiko
kematian akibat penyakit jantung, dapat mengurangi gejala rematik dan
menurunkan aktivitas pertumbuhan sel kanker dan juga mengandung omega 3 dan
omega 6.Omega 3 pada ikan berfungsi mencegah penyakit jantung dan penyakit
degeneratif.
Selanjutnya
ada tahu, tahu merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan protein nabati
yang tinggi yang memiliki komposisi asam amino paling lengkap dan memiliki daya
cerna tinggi (85-98%). Pada tahu terdapat berbagai macam kandungan gizi,
seperti protein, lemak, karbohidrat, kalori dan mineral, fosfor, vitamin
B-kompleks seperti thiamin, riboflavin, vitamin E, vitamin B12, kalium
dan kalsium (yang bermanfaat mendukung terbentuknya kerangka tulang). Selain
itu yang paling penting, pada tahu sekitar 80% asam lemaknya tidak mengandung
kolesterol, sehingga sangat aman bagi kesehatan jantung. Bahkan karena
kandungan hidrat arang dan kalorinya yang rendah, tahu merupakan salah satu
menu diet rendah kalori.Buah yang dipilih pada makan malam adalah buah
semangka.Semangka memiliki kandungan seperti vitamin A dan vitamin C serta
kalium yang baik bagi kesehatan.Bagi penderita hipertensi, semangka dapat
dikonsumsi sehingga bisa menetralisasi tekanan darah.Selain itu, semangka dapat
mengobati sariawan, membersihkan ginjal, dan mempergiat kerja jantung. Dan yang
terakhir adalah susu skim, susu skim merupakan bagian susu yang tertinggal
sesudah krim diambil sebagian atau seluruhnya. Susu skim mengandung semua zat
makanan susu, sedikit lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. Susu skim
seringkali disebut sebagai susu bubuk tak berlemak yang banyak mengandung
protein dan kadar air sebesar 5%.
Untuk kebutuhan airnya
sendiri selain mengkonsumsi jus buah dan yogurt,juga di selingi dengan konsumsi
air mineral yang cukup yakni 8 gelas sehari dengan jumlah takaran 250 ml per
gelas.Waktu yang di gunakan untuk meminum air di jabarkan sebagai berikut :
pada pagi hari setelah bangun tidur pukul 05.00 sebanyak satu gelas,30 menit
sebelum makan pagi/sarapan pukul 06.30 sebanyak 1 gelas,menjelang siang pada
pukul 10.00 sebanyak 1 gelas,30 menit sebelum makan siang pukul 11.30 sebanyak
1 gelas,sebelum melakukan latihan pukul 14.30 sebanyak 1 gelas,sesudah latihan
pukul 17.00 sebanyak satu gelas,30 menit sebelum makan malam pukul 18.30
sebanyak 1 gelas,dan terakhir sebelum tidur pukul 22.00 sebanyak 1 gelas. Air
putih yang bebas kalori dan gula merupakan pilihan paling sehat demi menjaga
tubuh tetap memiliki cairan yang cukup, sekaligus mengatasi rasa haus kapan
saja. Selain itu, manfaat minum air putih juga dinikmati oleh beragam fungsi
tubuh, antara lain:Menjaga kadar cairan tubuh atau mencegah dehidrasi,
sehingga tubuh tidak mengalami gangguan pada fungsi pencernaan dan penyerapan
makanan, sirkulasi, ginjal, dan penting dalam mempertahankan suhu tubuh yang
normal,membantu memberikan energi pada otot dan melumasi sendi-sendi agar tetap
lentur. Ketidakseimbangan cairan dapat memicu kelelahan pada otot,membantu
mengendalikan asupan kalori tubuh. Minum air putih jauh lebih baik dalam mencegah peningkatan berat badan dibandingkan minuman yang
mengandung tinggi kalori,menjaga kesegaran kulit sehingga kulit tidak terlihat
kering dan berkerut.melindungi saraf tulang belakang dan jaringan sensitif pada
tubuh lainnya,membantu proses pembuangan sisa-sisa makanan dan minuman melalui
keringat, urine dan kotoran. Banyak minum air putih juga bisa dijadikan obat kencing darah akibat infeksi saluran kemih ringan atau
batu saluran kemih yang berukuran kecil.
·
Menu Hari
2
Dalam
penyusunan menu makanan bagi atlet diperlukan menu yang seimbang yaitu menu
yang terdiri dari beraneka ragam makanan dalam jumlah dan proporsi yang sesuai
sehingga memenuhi kebutuhan gizi atlet, pemeliharaan dan perbaikan sel-sel
tubuh. Pada snack pagi,
diberikan pepaya sebagai sumber karbohidrat setelah bangun pagi. Pepaya merupakan
sumber karbohidrat dan juga sumber vitamin A dan C. Yang mana hal ini dapat
mencukupi kebutuhan vitamin C bagi atlet yang mana melakukan latihan dan dalam
jangka panjang. Dengan penambahan singkong rebus yang juga merupakan sumber
karbohidrat dan berperan dalam proses metabolisme otot.
Kemudian lanjut pada makan pagi,
diawali dengan roti gandum,putih telur ayam serta wortel. Roti gandum
mengandung sumber karbohidrat yang tinggi dan juga protein. Roti gandum
termasuk kompleks karbohidrat yang kaya serat,mineral dan vitamin. Serat
makanan penting dalam kelancaran makanan dalam saluran pencernaan, dan
membentuk volume makanan hingga memberi rasa kenyang. Dan juga dengan tambahan
putih telur ayam yang merupakan sumber protein hewani yang merupakan protein
yang lengkap dan bermutu tinggi karena mempunyai kandungan asam amino esensial
yang lengkap serta daya cernanya tinggi sehingga jumlah yang dapat diserap juga
tinggi. Wortel mengandung vitamin A yang berfungsi untuk membentuk jaringan
tubuh dan tulang. Selain itu wortel juga
merupakan kompleks karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi untuk melakukan
latihan.
Menu makan siang terdiri
dari nasi,ikan goreng,kentang,jagung segar,terong goreng dan untuk makanan
penutupnya adalah tape singkong. Nasi,kentang rebus ,jagung rebus, merupakan
sumber karbohidrat yang dapat meningkatkan cadangan glikogen otot dengan diet
tinggi karbohidrat. Tujuan dari pengisian karbohidrat yaitu dengan mencegah
terjadinya hipoglikemia,membentuk cadangan glikogen dan menjaga kecukupan
cairan dan elektrolit agar tidak terjadi
dehidrasi. Lauknya diberikan ikan segar yang digoreng dengan minyak kelapa atau
rendah lemak. Ikan merupakan sumber protein hewani yang baik mengandung hampir
semua asam amino esensial dan juga perlu dikombinasikan dengan sayuran yaitu
terong goreng. Terong memiliki kadar air tinggi yang baik dalam menyeimbangkan
diet yang kaya protein dan pati. Diberikan terong karena Rio tidak suka dengan
sayuran hijau, hal tersebut merupakan pilihan alternatif.
Pada sore hari pilihan
diet makanan yang dikonsumsi Rio adalah snack sore berupa biscuit krekers dan
air mineral. Menu ini dipilih karena memiliki kadar karbohidrat yang cukup
besar yaitu sebanyak 40 gram. Dari 40 gram biskuit dan 40 gram krekers dapat
menghasilkan 350 kalori. Hal ini berfungsi sebagai sumber tenaga bagi tubuh Rio
dalam beraktivitas menuju ke malam hari. Air mineral berfungsi sebagai pengisi
cairan dan elektrolit bagi tubuh.
Makan malam dilanjutkan
dengan menu Bihun ayam macaroni kuah dengan kentang. Menu bihun dimasak dengan
cara direbus sehingga tidak memerlukan tambahan minyak sehingga asupan lemak
terjaga. kandungan nutrisi dari bihun adalah
karbohidrat dan sisanya adalah protein, vitamin A, dan B. Maka dari itu Bihun
bisa digunakan sebagai sumber karbohidrat yang akan diubah menjadi energi.
Makaroni mengandung protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, dan zat besi.
Selain itu di dalam Makaroni juga terkandung vitamin A, vitamin B1 dan vitamin
C. Daging ayam tanpa kulit dapat menghasilkan energi sebesar 50 kalori, Daging ayam tanpa kulit memiliki kandungan
asam lemak omega-3 yang merupakan nutrisi bagi jantung, vena, dan arteri
dalam sistem kardiovaskular sehingga sangat mendukung dalam kegiatan olahraga.
Daging ayam juga merupakan sumber protein yang baik. Selain itu, daging ayam
juga memiliki banyak nutrisi, seperti fosfor, kalsium, kalium, dan zat besi
yang berfungsi dalam membangun sel-sel dalam tubuh. Ubi jalar kuning memiliki
kandungan gizi Karbohidrat,Protein,Lemak, Betakaroten, dan Zat Besi
(Fe). Betakaroten dalam ubi jalar kuning dapat berperan sebagai antioksidan
yang melindungi sel dari resiko kerusakan sel. Susu skim adalah bagian susu
yang tertinggal sesudah krim diambil sebagian atau seluruhnya. Susu skim
mengandung semua zat makanan dari susu kecuali lemak dan vitamin-vitamin yang
larut dalam lemak. Susu skim dapat digunakan oleh orang yang menginginkan nilai
kalori yang rendah dalam makanannya. Susu skim dipilih karena mudah dicerna dan
dapat dicampur dengan makanan padat atau semi padat, dan susu skim mengandung
nilai gizi yang tinggi, protein susu mengandung asam amino esensial. Susu
skimjuga dapat disimpan lebih lama daripada jenis yang lain karena kandungan
lemaknya yang sangat rendah. Susu skim merupakan sumber protein yang baik.
Untuk kebutuhan cairannya
diberikan air mineral dengan takaran 1 gelas 250 ml,jus apel dan yogurt susu
penuh. Yogurt mengandung nutrisi yang beragam yaitu kaya
protein,kalsium,riboflavin,vitamin B6 dan vitamin B 12. Dan juga yogurt dapat
menghambat kadar kolesterol dalam darah dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh
bagi atlet. Pemberian jus apel dapat memaksimalkan simpanan glikogen
hati,makanan yang tinggi fruktosa harus diberikan pada menu selama fase
pemulihan.
Dengan status
hidrasi yang baik yaitu dengan minum air putih pada malam hari sebelum latihan,
setelah bangun padi,sebelum latihan olahraga dapat meningkatkan performa daya
tahan,kecepatan respon dan juga performa olahraga yang lebih prima. Yang mana
hal tersebut dapat mengatur proses metabolisme tubuh, serta mengurangi resiko
terjadinya heat stroke.Dengan konsumsi air mineral yang cukup yakni 8 gelas
sehari dengan jumlah takaran 250 ml per gelas.Waktu yang di gunakan untuk
meminum air di jabarkan sebagai berikut : pada pagi hari setelah bangun tidur
pukul 05.00 sebanyak satu gelas,30 menit sebelum makan pagi/sarapan pukul 06.30
sebanyak 1 gelas,menjelang siang pada pukul 10.00 sebanyak 1 gelas,30 menit
sebelum makan siang pukul 11.30 sebanyak 1 gelas,sebelum melakukan latihan
pukul 14.30 sebanyak 1 gelas,sesudah latihan pukul 17.00 sebanyak satu gelas,30
menit sebelum makan malam pukul 18.30 sebanyak 1 gelas,dan terakhir sebelum
tidur pukul 22.00 sebanyak 1 gelas. Ketidakseimbangan cairan dapat memicu
kelelahan pada otot,membantu mengendalikan asupan kalori tubuh. Minum air putih
jauh lebih baik dalam mencegah peningkatan berat badan dibandingkan minuman yang
mengandung tinggi kalori,menjaga kesegaran kulit sehingga kulit tidak terlihat
kering dan berkerut.melindungi saraf tulang belakang dan jaringan sensitif pada
tubuh lainnya,membantu proses pembuangan sisa-sisa makanan dan minuman melalui
keringat, urine dan kotoran. Banyak minum air putih juga bisa dijadikan obat kencing darah akibat infeksi saluran kemih ringan atau
batu saluran kemih yang berukuran kecil.
·
Suplementasi
Keadaan Rio
sebagai atlet gulat dengan anemia defisiensi besi maka maka dapat diberikan
penambahan suplemen zat besi dan vitamin C guna menunjang kesehatan tubuhnya.
Suplemen zat
besi dapat diberikan 1 tablet sehari guna meningkatkan pembentukan sel darah
merah sehingga tercapainya kadar HB yang normal. Perlu juga diberikan vitamin C
dimana vitamin C ini membantu penyerapan zat besi. Meskipun sudah sudah di
berikan vitamin C tambahan, tetap perlu untuk mengonsumsi makanan yang membatu
penyerapan zat besi seperti buah-buahan dan protein hewani.Edukasi yang dapat
disampaikan dimana Rio harus mulai membiasakan diri untuk makan sayur sedikit
demi sedikit, mengurangi makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi
seperti teh dan kopi.
·
DAFTAR PUSTAKA
Amadou I, Yong-Hui S,
Sun J et al.(2009) Fermented Soybean Products: Some Methods, Antioxidants
Compound Extraction and their Scavenging Activity. Asian Journal of
Biochemistry Year: 2009 Vol: 4 Issue: 3 Pages/record No.: 68-76.
Belski; Forsyth and Mantzioris. 2019. Nutrition for Sport,
Exercise and Performance. Australia :A&U Academic
Diniyani, N. (2015). Pengaruh Penggunaan Sari Jeruk Nipis
(Citrus Aurantifolia) Sebagai Koagulan Dalam Pembuatan Tahu Biji Saga. Food
Science and Culinary Education Journal.
Gunnars, K.
Healthline (2017). Is Fruit Good or Bad For Your Health? The Sweet Truth.
Handayani, G. N., Ida, N., & R, A. R. (2014). Pemanfaatan
Susu Skim Sebagai Bahan Dasar Dalam Pembuatan Produk Olahan Makanan Tradisional
Danke Dengan Bantuan Bakteri Asam Laktat. JF FIK IUNAM Vol.2 No.2.
Krans, B. Healthline
(2017). Comparing Milks: Almond, Dairy, Soy, Rice, and Coconut..
Krittanawong,
C. et al. (2017). Is White Rice Consumption a Risk for Metabolic and
Cardiovascular Outcomes? A Systematic Review and Meta-Analysis.The Journal of
Heart Asia.31, pp. 9 (2).
Leidy, Heather J. et
al. (2015). The role of protein in weight loss and
maintenance. The American Journal of Clinical Nutrition, Volume 101, Issue
6, June 2015, Pages 1320S–1329S.
Muth N.
2015. Sports Nutrition for
Health Professionals. Philadelphia: F. A.. Davis Company
Prasertsri,P. et al. (2016). Cashew apple juice
supplementation increases endurance and strength performance in
cyclists.Journal of Exercise Physiology.
Syafrizar, Welis,W.(2009). Gizi Olahraga. Padang:Wineka
Media.
Susanto, E., & Fahmi, A. S. (2018). Senyawa
Fungsional Dari Ikan: Aplikasinya Dalam Pangan. Jurnal Aplikasi Teknologi
Pangan Vol. 1, No. 4.
Settaluri, V. & Kandala, Venkatkrishna &
Puppala, Naveen & S, Jaya.(2012). Peanuts and Their Nutritional Aspects—A Review.Food
and Nutrition Sciences. 03. 1644-1650. 10.4236/fns.2012.312215.
Syafrizar,
Welis W. 2009.
Gizi
Olahraga. Malang: Wineka Media
Wani, Sajad & Shah, Tajamul & Bazaria, Bindu
& Nayik, Gulzar & Amir, Gull & Muzaffar, Khalid & Kumar,
Pradyuman. (2014). Oats as a functional food: A review. Universal Journal of
Pharmacy. 03. 14-20.
Zelman, K (2008). WebMD. 6 Reasons to Drink Water.
Zong,
et al.(2016). Whole Grain Intake and Mortality from All Causes, Cardiovascular
Disease, and Cancer: A Meta-Analysis of Prospective Cohort Studies. Circulation.
133(24), pp. 2370-2380
Kepada kelompok 3.4.
ReplyDeleteIzin bertanya,
Disebutkan bahwa atlet anda mengalami obesitas. Apakah dalam perhitungan kalorinya tidak perlu modifikasi untuk memperbaiki BBnya agar tidak obesitas lagi?
Kemudian, apakah sebenarnya obesitas ini menguntungkan atau merugikan atlet? Mengingat atlet anda adalah atlet gulat, bukankah kalau BB berat malah jadi lebih mudah menjatuhkan lawan?
Terimakasih.
Vanessa Veronica
41160062
Terimakasih atas pertanyaannya, Perkenalkan saya Reynaldy Marpaung NIM 41160069, perwakilan kelompok 3.4, dalam pemenuhan kalorinya tentu perlu modifikasi yaitu dengan defisit kalori namun tetap disesuaikan dengan intensitas latihan. Intinya diet yang seimbang,diperlukan dalam hal ini. Karena mustahil untuk menghilangkan kebutuhan lemak dari diet, dan diperlukan latihan tertentu untuk mengatasinya.
DeleteBerat badan berlebih pada atlet gulat tentu akan berpengaruh pada performa saat pertandingan. Namun untuk mengembangkan potensinya maka si atlet harus lebih fokus pada meningkatkan skill gulatnya dari pada berfokus dalam menjaga atau menurunkan berat badannya. Karena orang yang banyak menghabiskan waktu untuk memikirkan pola makan akan mengalami penurunan berat badan yang tidak berkualitas dari pada orang yang fokus ke gulatnya sendiri serta menjaga pola makannya.
Terkait manajemen yang lain dapat dilakukan dengan istirahat cukup, diet seimbang (karbohidrat,protein,lemak) sesuai dengan kondisi baik dalam masa pemulihan ataupun saat latihan.
Seperti itu yang dapat saya sampaikan, semoga menjawab. Terimakasih,salam dari kelompok 3.4.
Sumber :
The Center for Nutrition in Sport and Human Performance. (2019). Taking It To The MAT: The Wrestler's Guide To Optimal Performance Prepared for the NCAA. Amherst : University of Massachusetts.
Atlet pada skenario kami apabila dihitung menggunakan IMT maka hasilnya akan menunjukkan bahwa atlet tersebut mengalami obesitas dengan nilai IMT >28.
DeleteMaka dari itu bisa dilakukan penilaian atau penghitungan skinfold, guna memperkirakan komposisi lemak dan membandingkannya dengan massa ototnya. Sehingga bisa menilai berat badan yang besar dikarenakan komposisi lemak yang tinggi atau karena massa ototnya.
Apabila dengan anggapan atlet gulat yang obesitas, seperti atlet gulat sumo, memang dituntut untuk memiliki tubuh yang besar dan kokoh. Keuntungannya atlet tersebut dapat bertanding pada kelas/klasifikasi BB tertentu.
Kerugian dengan BB berlebih yang pasti menyebabkan penampilan yang kurang estetis, bergerak lebih lamban, dan juga dapat memicu beberapa penyakit seperti : jantung koroner, kolesterol tinggi, DM, hipertensi, dsb.
Maka dari itu perlu pengaturan menu agar BB atlet selalu dapat dikendalikan sesuai klas BB pertandingannya dan makanan yang dikonsumsi tidak menjadi penumpukkan lemak yang berlebih.
sumber :
Syafrizar, Welis W. 2009. Gizi Olahraga. Malang: Wineka Media
Irianto, Djoko P. 2005. Program Diet Untuk Mengendalikan Berat Badan Olahragawan Menuju Puncak Prestasi. Yogyakarta : FIK UNY
Selamat sore kelompok 3.4, Saya Maharani Dyah K (41160095)
ReplyDeleteSaya ingin bertanya
Dijelaskan bila konsumsi air putih pada Rio yaitu 8 gelas perhari. Apakah terdapat perbedaan kebutuhan konsumsi air pada orang biasa dan atlet? mengingat atlet melakukan latihan yang berat. Bila ada perbedaan bagaimana perhitungan dari kebuthan cairan tersebut?
Terima kasih
Terimakasih atas pertanyaannya,untuk perhitungan kebutuhan cairannya sendiri kelompok kami memakai pengukuran 20% dari kgBB,dan untuk pemenuhan kebutuhan airnya sendiri kami memakai patokan secara umum untuk konsumsi 8 gelas,di karenakan selain mengkonsumsi air putih,kami juga menambah konsumsi cairan lain yang dapat meningkatkan cairan tubuh seperti jus buah dan susu, dari perhitungan yang kami pakai di dapatkan bahwa asupan cairannya terpenuhi,maka dari itu kami memilih asupan konsumsi airnya hanya 8 gelas
DeleteSumber : Zelman, K (2008). WebMD. 6 Reasons to Drink Water.
Baik Shinta Sakuntala, terima kasih atas jawabannya. sangat informatif!
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteHalo kelompok 3.4, saya Cynthia Kumala Sari (41160057),
DeleteMakalah teman-teman bagus dan cukup menarik.
Saya mau bertanya, saat teman-teman menentukan kebutuhan kalori pada karbohidrat, protein, lemak, dan kebutuhan air, ketentuan dari mana kah yang teman-teman gunakan?
Apakah ketentuan tersebut hanya berlaku untuk atlet gulat saja ataukah berlaku juga untuk atlet pada umumnya?
Terima kasih teman-teman.
Hallo Cynthia, disini saya akan mencoba membantu menjawab
DeleteJadi patokan kami berdasarkan sumber yang kami pakai
Karbohidrat : 45%-65% dari total kalori, kami ambil 60% karena atlet gulat lebih difokuskan pada konsumsi karbohidrat
Protein : 10%-35% dari total kalori, kami mengambil nilai 35% guna menunjang pembentukan otot
Lemak : <15% dari total kalori, kami mengambil 5%
Air : 20% dari kgBB
Rentang angka kebutuhan gizi ini dapat digunakan oleh semua orang terutama atlet lainnya, dan bisa disesuaikan penentuan persentase berapa yang akan diambil dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan orang tersebut.
Sumber : Muth N. 2015. Sports Nutrition for Health Professionals. Philadelphia: F. A.. Davis Company
Terima kasih infonya sangat membantu dan menambah wawasan 👍
ReplyDeleteTerimakasih, semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat terutama terkait gizi.
DeleteSalam sehat dari kelompok 3.4. :)
Konten yg sangat menambah wawasan 👌🏻👌🏻
ReplyDeleteTerimakasih, semoga bermanfaat.
DeleteSalam sehat dari kelompok 3.4. :)
Baik,saya berterimakasih sebelumnya dapat membaca terkait rasionalisasi menu. Saya izin bertanya terkait dari pemenuhan kebutuhannya si Rio sebagai atlet gulat. saya sebagai orang awam. bagaimanakah kita mengetahui bahwa baik karobohidrat,protein,lemak dan kebutuhan air telah tercukupi bagi si Rio dalam melakukan aktivitas ataupun dalam berlatih gulat ?
ReplyDeleteTerimakasih atas pertanyaannya
DeleteSaya akan mencoba membantu menjawab
Selain dengan melakukan penilaian secara langsung seperti menilai IMT (Indeks Massa Tubuh) yang memperhatikan tinggi badan dan berat badan. Orang awam juga dapat melakukan penilaian secara tidak langsung, seperti survei makanan yang dikonsumsi dan penilaian faktor ekologi. Survei makanan dapat menggunakan metode recall 24 jam, perkiraan makanan, penimbangan makanan, metode inventaris dan pencatatan. pengukuran fakor ekologi dapat melihat dari segi pengaruh budaya, sosial ekonomi, makanan yang di konsumsi, dan status kesehatannya.
Dimana jaman dengan teknologi canggih, maka dapat juga orang awam menggunakan aplikasi-aplikasi gizi yang telah disediakan dan dapat di akses dengan mudah oleh orang awam guna memberikan gambaran penghitungan kebutuhan gizi seseorang.
Dapat juga menghubungi dokter/ahli gizi untuk membantu menilai kebutuhan gizi yang diperlukan dan meminta bantuan pada ahli gizi untuk pengaturan/perancangan menu. Biasanya seorang atlet yang difokuskan untuk sebuah pertandingan akan lebih ketat pengaturan makanannya yang dibantu oleh dokter dan ahli gizi yang sudah ditunjuk.
Sumber : Mardalena, Ida., Eko Suryani. 2016. Ilmu Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Terimakasih pertanyaan nya, pertanyaan yang sungguh baik.
DeleteJadi disini kami menentukan kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, serta air berdasarkan Rumus dari literatur. Dimana kondisi dan skenario dari Rio (baca dipostingan sebelumnya kelompok 3.4) adalah seorang atlet gulat.
Kebutuhan tersebut dihitung dengan cara;
- Karbohidrat : 45%-65% dari total kalori, kami ambil 60% karena Rio adalah atlet gulat. Sehingga lebih difokuskan pada konsumsi karbohidrat sebagai sumber kalori.
- Protein : 10%-35% dari total kalori, kami mengambil nilai 35% guna menunjang pembentukan otot.
- Lemak : <15% dari total kalori, kami mengambil 5%
- Air : 20% dari kgBB
Sekiranya dapat menjawab, silakan bila masih ada yg mau ditanyakan. Semoga bermanfaat, maturnuwun.
Terimakasih kelompok 3.4 atas informasinya
ReplyDeleteIzin menanyakan, disebutkan bahwa terong pada menu di sediakan untuk menggantikan sayuran hijau yang tidak di gemari oleh atlet yang bersangkutan. Apa yang membuat terong dapat menggantikan nutrisi pada sayur-sayuran hijau ? Terimakasih
Terimakasih atas pertanyaanya saya akan mencoba menjawab pertanyaan
DeleteKenapa kami memilih terong untuk mengganti sayur dan apa kandungannya dari sumber yang saya baca Terong memiliki kandungan gizi, antara lain kadar kalori yang rendah, lemak, sodium, dan merupakan buah non pati yang dapat diolah sebagai sayuran. Terong juga memiliki kadar air tinggi yang baik untuk menyeimbangkan diet yang kaya akan protein dan pati. Jenis sayur ini tinggi akan kandungan serat dan kandungan gizi lain berupa potassium, magnesium, asam folat, vitamin B6, dan vitamin A. Dari kandungan terong yang dijelaskan diatas menurut say sudah bisa mengganti kandungan sayur-sayuran.
Terimakasih
Sumber : Juhaeti, Titi., Lestari, Peni. 2016. PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN POTENSI GIZI TERONG ASAL ENGGANO PADA BERBAGAI KOMBINASI PERLAKUAN PEMUPUKAN
[The growth, production and nutrition potential of Enggano eggplant
on various combinations of fertilizer treatments]. Jurnal ilmu-ilmu hayati Vol 15. No 3
Cintai ususmu minum susu tiap hari
ReplyDeleteTerimakasih atas komentarnya,semoga dapat membantu
DeleteHalo kelompok 3.4 terima kasih kontennya bagus sekali🙏
ReplyDeleteIzin menanyakan, jika pola ini diterapkan oleh seseorang yang bukan atlit apakah bisa? Terima kasih
Terimakasih atas pertanyaannya
DeletePola makan yang dibentukan dalam menu a dan menu b dalam makalah utama dari rasionalisasi ini kurang tepat untuk diterapkan pada orang yang bukan atlit. Mengingat bahwa perhitungan gizi baik dari karbohidrat, protein, lemak dan kebutuhan air disini diperhitungkan berdasarkan berat badan, tinggi badan, faktor aktivitas OR dan faktor aktivitas diluar dari olahraganya.
Apabila seseorang yang diluar atlit ingin mengetahui kebutuhan gizi dan ingin mengatur menu nya, dapat terlebih dahulu melakukan perhitungan kebutuhan gizi. Cara penghitungan dapat dilihat pada makalah utama kelompok 3.4.
Terimakasih
Selamat siang kelompok 3.4
ReplyDeleteSaya cahyanti, mau tanya dong selain suplemen zat besi apa yg bisa diberikan pada orang anemia?
Terimakasih atas pertanyaannya,saya ingin membantu menjawab,telah dikemukakan di atas salah satu penyebab defisiensi besi ialah kurang gizi. Jadi selain dari suplemen,dapat pula di bantu dengan zat besi yang ada di makanan.Besi di dalam makanan dapat berbentuk Fe-heme dan non-heme. Besi non-heme yang antara lain terdapat di dalam beras, bayam, jagung, gandum, kacang kedelai berada dalam bentuk senyawa ferri yang harus diubah dulu di dalam lambung oleh HCL menjadi bentuk ferro yang siap untuk diserap di dalam usus. Penyerapan Fe-non heme dapat dipengaruhi oleh komponen lain di dalam makanan. Fruktosa, asam askorbat (vitamin C), asam klorida dan asam amino memudahkan absorbsi besi sedangkan tanin (bahan di dalam teh), kalsium dan serat menghambat penyerapan besi. Berbeda dengan bentuk non-heme, absorpsi besi dalam bentuk heme yang antara lain terdapat di dalam ikan, hati, daging sapi, sehingga lebih mudah diserap. Terimakasih
DeleteSumber :
Booth IW, Aukett MA. Iron deficiency anemia in infancy and early childhood. J. Arch Dis Child 1997; 76:549-54.
M. Abdulsalam. Prevalensi defisiensi besi pada anak di RSCM, Jakarta. Diajukan pada KONAS PHTDI, Bandung 1980. Aspek klinis dan pencegahan anemia defisiensi. Dalam: Nasar SS, Agoesman S, penyunting. Naskah Lengkap Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak FKUI XIX. 8-9 Sept. 1989. Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 1989. h. 111-9.
Selamat sore kelompok 3.4 saya ingin bertanya diatas dijelaskan bahwa setelah latihan atlet minum air satu gelas, apakah itu tidak kurang? Karena biasanya setelah latihan atlet banyak mengeluarkan cairan
ReplyDeleteTerimakasih atas pertanyaannya,saya mencoba menjawab,jadi untuk pemenuhan kebutuhan airnya sendiri kami memakai patokan secara umum untuk konsumsi 8 gelas,di karenakan selain mengkonsumsi air putih,kami juga menambah konsumsi cairan lain yang dapat meningkatkan cairan tubuh seperti jus buah dan susu,yang kami atur di sini adalah waktu untuk mengkonsumsi air putihnya itu sendiri,sebelum atlet berolahraga,atlet sudah terlebih dahulu mengkonsumsi jus buah/cairan pengganti yang lain,sehingga harapannya asupan cairan cukup,kemudian setelah berolaraga pun,jarak antara aktifitas dan makan malam juga tidak terlalu jauh,sehingga asupan cairan yang lainnya dapat di penuhi saat makan malam,sekian penjelasan yang dapat saya sampaikan,terimakasih
DeleteSelamat malam teman2 kelompok 3.1, Saya Mega Indahsari (41160076)
ReplyDeletehendak bertanya mengenai menu jus buah yang dipilih untuk menu atlet rio, buah apakah yang dimaksud? dan apa alasan memilih buah tersebut?
lalu disampaikan bahwa di skenario atlet rio tidak suka makan sayuran hijau, apakah akan timbul gangguan atau penyakit akibat kekurangan sayuran hijau?
atau perlukah mengolah sayuran hijau menjadi menu yang disukai (misal nuget ayam sayur) sehingga dapat melatih atlet untuk terbiasa makan sayuran hijau?
terima kasih
Terimakasih mega atas pertanyaannya
DeleteSaya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan Mega
1.Untuk jus buah dapat memilih buah yang disukai oleh atlet itu sendiri, penghitungan kalori dan gizinya sudah disesuaikan dengan rerata kandungan 1 gelas jus-jus buah pada umumnya seperti gula dan susu.
2. Perihal tidak suka makan sayur, seperti yang di lihat dari hasil penilaian status gizi (pada makalah utama kelompok 3.4), bahwa dari pemeriksaan lab, atlet ini mengalami anemia defisiensi zat besi. Hal ini dikarenakan kurangnya asupan zat besi dari makanan seperti daging merah dan sayuran hijau. Tidak semua orang yang mengalami anemia akan memunculkan gejala kelelahan, pusing, dsb. Tubuh orang yang sudah beradaptasi dengan keadaan anemia maka tidak akan memunculkan gejala.
3. Selain memberikan menu makan dengan daging ayam, atlet juga diberikan suplemen besi untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi atlet tersebut. Pemberian jus buah atau makanan yang mengandung vitamin C juga diperlukan guna menunjang penyerapan zat besi lebih baik dalam tubuhnya. Saran yang diberikan juga meminta atlet untuk memulai sedikit demi sedikit mengonsumsi sayur-sayuran. Alternatif lain seperti yang mbak mega berikan seperti olahan dengan sayur hijau bisa juga dilakukan dengan catatan jumlah gizi juga diperhitungkan. Karena banyak produk olahan dengan campuran sayuran belum tentu komposisinya sama seperti mengonsumsi sayur secara langsung.
sumber : Waspadji, Sarwono. 2015. Menyusun Diet Berbagai Penyakit: Berdasarkan Daftar Bahan Makanan Penukar. Jakarta : Balai Penerbit FKUI
Syafrizar, Welis,W.2009. Gizi Olahraga. Padang: Wineka Media.
Terima kasih untuk pertanyaannya,saya ingin membantu menjawab dan menambahkan sedikit penjelasan,untuk jenis buah yang sebaiknya dikonsumsi oleh para atlet adalah pisang, jeruk, pepaya, alpukat, apel dikarenakan jenis buah ini kaya akan kalium dan vitamin yang diperlukan oleh atlet sebagai antioksidan.Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara umum meganjurkan konsumsi buah buahan untuk hidup sehat yaitu 150 gram buah (setara dengan 3 buah pisang ambon ukuran sedang atau 1½ potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran sedang). Menurut Pedoman Gizi Seimbang anjuran konsumsi sayuran lebih banyak daripada buah karena buah juga mengandung gula, ada yang sangat tinggi sehingga rasa buah sangat manis dan juga ada yang jumlahnya cukup. Konsumsi buah yang sangat manis dan rendah serat agar dibatasi. Hal ini karena buah yang sangat manis mengandung fruktosa dan glukosa yang tinggi. Asupan fruktosa dan glukosa yang sangat tinggi berisiko meningkatkan kadar gula darah.Sekian penjelasan dari saya,terimakasih
DeleteSumber :
Kumalaningsih, S. .2006. Antioksidan. Surabaya: Trubus Agrisarana
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Selamat sore kelompok 3.4 saya diah mau tanya untuk olahraga selain gizi apalgi yg perlu diperhatikan ya?
ReplyDeleteTerimakasih atas pertanyaannya,di sini saya Sinta Shakuntala(41160100) ingin mencoba menjawab,prestasi optimal seorang atlet dapat dicapai jika memilki 4 macam kelengkapan. Kelengkapan tersebut meliputi; (1) Pengembangan fisik (PhisycalBuild-Up), (2) Pengembangan teknik (Technical Build-Up), (3) Pengembangan mental (Mental Build-Up), (4) Kematangan juara.Mental Build-up merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi atlet,yang di tinjau dari faktor psikologis.Dalam hal ini faktor psikologisnya adalah motivasi.Seperti yang dikatakan Harsono (1988:261) atlet dengan motivasi yang tinggi, meskipun hanya berkecakapan atau berkemampuan sedang-sedang saja, akan menyelesaikan suatu tugas dengan lebih baik daripada atlet yang tidak mempunyai motivasi yang kuat meskipun dia mempunyai kecakapan yang tinggi. Dari teori tersebut dapat dikatakan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap prestasi.Sekian penjelasan dari saya,terimakasih
DeleteSumber :
Harsono. 1988. Coaching dan Aspek-aspek Psikologis dalam Coaching. Bandung: Tambak Kusuma CV.
Sajoto, M. 1995. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik dalam Olahraga. Jakarta: Dahara Prize.
Terimakasih informasinya kelompok 3.4
ReplyDeleteSaya Febrina Eva Susanto (41160066) dari kelompok 3.5
saya ingin bertanya, pada menu yang telah disusun, disebutkan bahwa menggunakan minyak kelapa. yang mana setahu saya minyak kelapa termasuk kedalam lemak jenuh. Kira-kira apa pertimbangan teman-teman memilih minyak kelapa dibandingkan minyak dari golongan lemak tidak jenuh lainnya?
Terimakasih
Terimakasih atas pertanyaannya,saya Sinta Shakuntala (41160100) ingin mencoba menjawab,pemilihan minyak kepala ini di karenakan pengggunakan VCO sebagai minyak ketika memasak dipercaya dapat membantu menstimulasi metabolisme. Salah satu efek yang dapat didapatkan pada minyak kelapa yaitu membuat kenyang lebih lama, sehingga dorongan untuk mengonsumsi makanan berlebih atau menyantap camilan akan berkurang.Selain itu, minyak kelapa terdiri dari asam lemak rantai sedang yang mudah masuk ke dalam sel-sel hati. Kelebihannya ini menjadikan minyak kelapa sebagai lemak yang cepat dibakar tubuh menjadi energi. Asam lemak rantai sedang tidak mudah diubah menjadi cadangan lemak, jadi mendorong penurunan berat badan. Manfaat minyak kelapa untuk kesehatan jantung diduga karena pada minyak kelapa terkandung polifenol, polifenol mencegah terjadinya aterosklerosis, yakni pengerasan dinding pembuluh darah akibat menumpuknya plak lemak pada dinding pembuluh darah. Ini berarti risiko penyakit jantung juga berkurang. Salah satu manfaat minyak kelapa yang diklaim baik untuk kesehatan yaitu mengurangi kolesterol total, lemak jahat (LDL), dan trigliserida, serta meningkatkan lemak baik (HDL). Efek ini diprediksi dapat memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah.Rantai asam lemak dalam minyak kelapa diduga dapat memperbaiki toleransi glukosa dalam tubuh. Pada kasus diabetes tipe 2, minyak kelapa juga dipercaya dapat memperbaiki sensitivitas insulin. Sekian penjelasan dari saya,terimakasih
DeleteSumber :
Chinwong, et al. NCBI (2017). Daily Consumption of Virgin Coconut Oil Increases High-Density Lipoprotein Cholesterol Levels in Healthy Volunteers: A Randomized Crossover Trial. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine, 2017: 7251562.
Liau, et al. NCBI (2011). An Open-Label Pilot Study to Assess the Efficacy and Safety of Virgin Coconut Oil in Reducing Visceral Adiposity. ISRN Pharmacology, 2011: 949686.
Marina,et al. NCBI (2009). Antioxidant capacity and phenolic acids of virgin coconut oil. International Journal of Food Sciences and Nutrition, 60 Suppl 2, pp. 114-23.
Terima kasih atas informasinya Kelompk 3.4 sengat menarik.
ReplyDeletePerkenalkan saya Gianna Tangkilisan (41160072) dari kelompok 3.6
Sebelumnya, pada penentuan status gizi dikatakan bahwa Rio mengalami anemia, didukung oleh adanya pemeriksaan hb yang ditemukan rendah. Dari yang saya ketahui bahwa ada berbagai jenis dari anemia dan dalam menentukan jenisnya diperlukan pemeriksaan lain seperti misalnya indeks ertrosit dan untuk khusus pada anemia def besi bisa menggunakan pemeriksaan kadar ferritin.Yang ingin saya tanyakan apakah ada pertimbangan lain yang diambil oleh kelompok dalam menentukan bahwa Rio benar mengalami anemia def besi selain melihat dari hasil pemeriksaan hb, dilihat juga bahwa kelompok memberikan tambahan suplemen besi sekali sehari pada Rio.
Terima kasih
Terimakasih saudari Giana atas pertanyaannya. Jadi memang dalam menentukan anemia defisiensi besi tidak hanya melalui pemeriksaan Hb saja.
DeleteBerikut ada beberapa kriteria diagnosis anemia defisiensi besi menurut WHO :
1. Kadar Hb kurang dari normal sesuai usia
2. Konsentrasi Hb eritrosit rata-rata < 31%
3. Kadar Fe serum <5μg/dl
4. Saturasi transferin <15 %
Dan juga selain pemeriksaan lab, ditemukan juga gambaran morfologi darah tepi ditemukan dalam kondisi hipokrom. Sebenarnya dalam skenario yang kami rancang adalah dalam kondisi anemia defisiensi besi, tetapi karena satu dan lain hal, kami belum mencantumkan pemeriksaan diagnostik lain yang mengarah ke ADB, oleh karena itu kami memberikan suplemen zat besi.
Terimakasih atas koreksinya saudari Giana. Salam sehat.
Sumber :
Amalia,Ajeng;Tjiptaningrum,Agustyas.2016.Diagnosis dan Tatalaksana Anemia Defisiensi Besi.Majority.Volume 5,Nomor 5.166-169.
Iya Gianna
DeleteTerimakasih atas pertanyaan dan masukannya
Anemia di skenario ini anemia defisiensi zat besi, penulisannya baru difokuskan dengan melihat Hb yang hasilnya 11 g/dl. Nanti akan kami tambahkan supaya dapat memperinci hasil pemeriksaannya.
Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, kita dapat memperhatikan hasil dari Hemoglobin (Hb), Hematokrit (Ht), leukosit, trombosit, jumlah eritrosit, morfologi darah tepi (apusan darah tepi), MCV, MCH, MCHC, dan retikulosit. Dapat juga dilakukan pemeriksaan kadar ferritin serum.
Memberikan sumplemen besi guna membantu asupan zat besi dan memberikan vitamin C guna membantu penyerapan zat besi dari makanan yang dikonsumsi Rio.
Semoga membantu, terimakasih
Sumber : Permenkes RI No 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
Halo selamat siang, Izin bertanya, sangat menarik pandangan menu kelompok 3.4. Kalau syarat untuk konsumsi fast food bagi atlet gulat seperti apa? Apakah diperbolehkan saat kompetisi? Terima kasih
ReplyDeleteTerimakasih saudara Joseph atas pertanyaannya, tentunya atlet gulat wajib menjaga berat badannya secara ideal baik prekompetisi maupun kompetisi. Namun ada beberapa syarat yang dapat dipenuhi jika akan mengonsumsi makanan fast food yaitu dengan menghindari mayonnaise dan saus saat mengonsumsi sandwich,menghindari goreng-gorengan,meminum susu rendah lemak,salad boleh dimakan namun harus dipastikan rendah lemak. Dari metode masaknya juga dapat diperhatikan dengan tetap menjaga rendah lemak seperti mengkukus,direbus,dipanggang.
DeleteBerikut jawaban yang dapat saya sampaikan saudara Joseph, semoga menjawab. Terimakasih telah mengunjungi blog kelompok 3.4, salam sehat.
Sumber :
The Center for Nutrition in Sport and Human Performance. (2019). Taking It To The MAT: The Wrestler's Guide To Optimal Performance Prepared for the NCAA. Amherst : University of Massachusetts.
Baik terimakasih Joseph
DeleteSaya akan coba menjelaskan bahwa baik fast food / junk food rerata rendah gizi dan mengandung tinggi garam, tinggi kalori dari gula, dan tinggi lemak.
Baik persiapan kompetisi dan pada saat kompetisi, tidak disarankan atlet mengonsumsi fast food dan lebih baik menghindari. Dikarenakan mengonsumsi makanan seperti ini akan mempengaruhi perfoma dari atlet itu sendiri.
sumber : Facts, T. dan All, A. “Nutritional Guideline for Athletes for Improved Performance even think about drinking a drop of soda or even fruit juice before you put your soccer cleats on . Avoid ALL caffeinated drinks is to drink a half-cup to a whole cup of water for every 15-20 minutes.”
halo selamat malam kelompok 3.4, menarik sekali ya.
ReplyDeletesaya Nada Dian 41160025 ingin bertanya karena atlet tersebut mengalami anemia deifisiensi besi, apakah atlet perlu diawasi (di supervisi) oleh tenaga medis? atau hanya kontrol secara berkala agar tidak mengganggu performa atlet? terimakasih
Hallo Nada, terimakasih atas pertanyaannya
DeleteAnemia yang dialami oleh atlet dalam kasus skenario ini, anemia defisiensi zat besi yang sudah di tolerir oleh tubuh si atlet itu sendiri. Hb dari kasus ini didapatkan sekitar 11 g/dl dimana nilai normal Hb untuk laki-laki > 13 g/dl. Keadaan ini masih dapat dikoreksi dengan suplemen zat besi peroral.
Nantinya apabila keadaan atlet tersebut tidak dapat mentoleransi terapi secara peroral maka perlu diberikan terapi parenteral.
Bila kadar Hb < 6 d/dl (anemia berat) maka perlu dirawat, di awasi oleh tenaga medis, dan perlu transfusi.
Sumber : Permenkes RI No 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
Selamat pagi Nada Dian, saya akan mencoba menjawab pertanyaanny
DeleteMenurut sumber yang saya baca pada atlet yang mengalami anemia defisiensi besi hanya perlu melakukan kontrol secara berkala ke dokter atau tenaga medis lainnya. Selain itu atlet dengan anemia difisiensi besi juga perlu diperhatikan mengenai makanan yang dikonsumsi serta jika dibutuhkan tablet penambah besi bisa diberikan pada atlet tersebut.
Sumber : Fitriany, Julia. Saputri, Amelia Intan. 2018. Anemia Defisiensi Besi. Jurnal Averrous Vol. 4 No. 2
Halo selamat malam sobat!!
ReplyDeleteSaya Radian Adhiputra (41160060) dari kelompok 1.6
Apakah yang terjadi pada atlet tersebut jika terjadi defisiensi pada vitamin B? ataupun defisensi pada vitamin lainnya?
Terimakasih atas jawabannya!
Terimakasih atas pertanyaannya,saya ingin mencoba menjawab,jadi defisiensi atau kekurangan vitamin dalam tubuh dapat berpengaruh terhadap kesehatan,berikut saya jabarkan gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat kekurangan vitamin.
DeleteDefisiensi Vitamin A Kekurangan vitamin A dalam menu makanan yang berlangsung lama dapat menimbulkan penyakit yang disebut defisiensi vitamin A (xeroftalmia). Selain menimbulkan gangguan pada mata, kekurangan vitamin dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada kulit berupa pengerasan dan menjadi keringnya kulit terutama di daerah lengan, tungkai bawah dan bokong. Kekurangan vitamin A juga dapat mengganggu jalannya pertumbuhan tubuh.
Defisiensi Vitamin B1 Penyakit kekurangan vitamin B1 kita kenal dengan nama beri-beri, yang ditandai dengan gangguan alat pencernaan makanan (sembelit), kaki dan tangan sering merasa kesemutan, dan tungkai mudah lelah. Lama-lama dapat terjadi pembengkakan tungkai bawah mungkin disertai dengan hilangnya rasa nyeri. Keadaan yang lebih berat dapat terjadi kelainan pada jantung yang mula-mula keluhannya berupa jantung berdebar, akhirnya sesaki napas karena terjadi pembengkakan jantung.
Defisiensi Vitamin B2 Kekurangan vitamin B2 ditandai dengan luka-luka pada lutut, bibir kering, dan pecah-pecah, radang pada lidah, kulit sekitar hidung dan bibir kering pecah-pecah. Gangguan pada mata berupa produksi air mata bertambah (lakrimasi) dan mata peka terhadap sinar (photophobia).
Defisiensi Vitamin B3 Defisiensi niacin (vitamin B3) disebut pellagra. Gejala-gejalanya dikenal dengan istilah “3 D”, yaitu singkatan dari diare (mencret-mencret), dermatitis (peradangan pada kulit yang ditandai dengan bercak-bercak merah), dimensi yang berupa kelainan saraf.
Defisiensi Vitamin B6 Tanda-tanda dari kekurangan vitamin B6 (piridoxin) ialah
penderitanya tengkuk terasa kaku, mudah kaget, dan kadang-kadang diserati kejang-kejang.
Defisiensi Vitamin B12 Kekurangan vitamin B12 (cyanocobalamin) dapat menimbulkan anemia (kekurangan darah merah). Anemia pada kekurangan vitamin B12 berlainan dengan akibat kekurangan zat besi. Pada kekurangan vitamin B12 disebut anemia pernicioca, dengan gejala-gejala lidah yang halus dan mengkilap serta gangguan saraf.
Defisiensi Vitamin C Defisiensi vitamin C sering kita kenal dengan nama scurvy, ditandai oleh mudah terjadinya perdarahan karena dinding kapiler lemah. Perdarahan dapat terjadi sekitar gusi, dan mulut. Pada keadaan yang lebih berat perdarahan dapat terjadi pada saluran pencernaan dan otak. Selain itu kekurangan vitamin C juga dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan tulang.
Defisiensi Vitamin D Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang yang disebut penyakit rachitis. Biasanya terjadi perubahan bentuk pada tulang, misalnya bentuk kaki X atau O. Selain itu dapat juga terjadi perubahan pada tulang-tulang lain.
Defisiensi Vitamin E Kekurangan vitamin E pada manusia gejala-gejalanya belum jelas. Menurut percobaan terhadap binatang defisiensi tersebut menyebabkan kemandulan baik pada betina maupun jantan; gangguan pada otot, dan kelainan saraf pusat.
Defisiensi Vitamin K Defisiensi vitamin K dapat menyebabkan gangguan proses pembekuan darah, sehingga bila terjadi luka perdarahan tidak dapat berhenti.
sekian yang dapat saya sampaikan,terimakasih
Sumber :
Departemen kesehatan dan kesejahteraan sosial RI.2000.Pedoman pelatihan gizi olahraga untuk prestasi
Walinsky L.1994. Nutrition in exercise and sport, 2nd ed CRC Press, London.
Terimakasih atas jawabannya.
DeleteMantap, dan lengkap sekali.
Sukses selalu, Tuhan memberkati.
Salam,
Radian.
Salam kembali teman2 kelompok 3.4. Saya juga hendak bertanya, mengapa snack pagi kalorinya, dan karbohidratnya sangat drastis beda kalori, karbohidratnya dengan makanan sarapan?
ReplyDeleteTerima kasih
Terimakasih atas pertanyaannya,saya ingin mencoba menjawab,jadi untuk konsumsi sarapan pagi itu sendiri dimulai antara bangun pagi sampai jam 9 pagi untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian atau sekitar 15-30% dari kebutuhan gizi harian dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif dan cerdas dengan kadar tidak lebih dari 300-400 kilo kalori atau 25% dari kebutuhan kalori harian sebesar 1.400-1.500 kilo kalori.Sarapan yang baik adalah bila selalu dilakukan pada pagi hari bukan menjelang makan siang dan tidak perlu dibedakan antara saat hari kerja/sekolah dan hari libur,maka dari itu kami memilih untuk menu sarapan pagi yang ringan seperti oatmeal dan susu skim agar makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak terlalu berlebih sehingga mengganggu aktifitas yang akan di lakukan berikutnya.Sekian penjelasan dari saya,terimakasih
DeleteSumber :
Hardiansyah., 2012. Masalah dan Pentingnya Sarapan Bagi Anak. Menteri Simposium Sarapan Sehat tanggal 16 Juni 2012. Diunduh dari http://pergizi.org
saya Evinola 41160075, dari kelompok 3.1 ingin bertanya diet hari kedua makan siang menggunakan nasi dan 4 buah kentang, apa alasan menggunakan kedua sumber karbo tersebut? bukankah cukup menggunakan salah satu saja, disamping itu kalori dari kentang juga sudah tinggi karena menggunakan 4 kentang, padahal atlet memiliki berat badan obes? terimakasih.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
DeleteTerimakasih saudari Evinola atas pertanyaannya yang sangat menarik. Diketahui bahwa gulat merupakan olahraga yang membutuhkan ketahanan yang kuat terutama menjamin simpanan glikogen yang maksimal. Dan juga pemberian nasi plus kentang itu merupakan metode high carbohydrate loading untuk membentuk cadangan glikogen yang cukup dan disesuaikan dengan jenis latihan atau waktu kompetisinya. Juga dengan mempertimbangkan kondisi obesitas yang dialami Rio, maka banyak faktor yang dapat dikontrol seperti pola tidur,cairan dan jenis latihannya. Karena dalam gulat juga ada kelas-kelasnya sesuai berat badan.
DeleteSemoga menjawab, Terimakasih atas kunjungannya ke blog kelompok 3.4. Salam sehat.
Sumber :
The Center for Nutrition in Sport and Human Performance. (2019). Taking It To The MAT: The Wrestler's Guide To Optimal Performance Prepared for the NCAA. Amherst : University of Massachusetts.
Prinsip pengaturan gizi untuk atlet baik itu untuk pemusatan latihan dan beberapa hari menjelang pertandingan memang dengan meningkatkan konsumsi karbohidrat terutama jenis karbohidrat kompleks (salah stau contohnya yaitu kentang). Makanan tinggi karbohidrat dan rendah lemak akan mencukupi kebutuhan simpanan glikogen di otot dan hati sehingga dapat memenuhi kebutuhan pada saat olahraga. Pada saat masa menjelang pertandingan dapat juga dilakukan diet karbohidrat loading supaya memaksimalkan simpanan glikogen otot.
DeleteTerimakasih
Sumber : Pritasari, et al. 2017. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : Kemenkes RI
Cukup menarik.
ReplyDeleteNamun terdapat hal mengejutkan yang saya temukan.
Dalam menyusun kebutuhan makronutrient pemilihan presentase lemak dipilih sangat rendah 5% dan pemilihan presentase protein diambil yang tertinggi yaitu 35%
Mengapa dalam menu A justru presentase asupan lemak 632% (ditinggikan) dan protein hanya 58,41% (direndahkan)
serta dalam menu B presentase asupan lemak 212% dan protein 34%
Apalagi atlit dalam keadaan obesitas :(
Terimakasih atas pertanyaannya,saya akan mencoba menjawab jadi atlet secara mutlak membutuhkan pemenuhan energi yang sesuai dengan kebutuhan untuk menjaga massa jaringan tubuh (massa lemak dan bebas lemak), sistim imunitas tubuh, fungsi reproduksi serta performa optimal atlet. Sama halnya dengan karbohidrat, lemak merupakan salah satu sumber energi yang penting selama latihan maupun bertanding, dimana mobilisasi penggunaan lemak sebagai sumber energi tergantung dari durasi dan intensitas latihan yang dilakukan. Latihan yang dilakukan dalam durasi panjang disertai dengan intensitas tinggi selain membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi juga membutukan lemak sebagai sumber energi tambahan. Adapun pada saat tubuh mengalami penurunan cadangan glikogen otot dan liver, lemak kemudian dimobilisasi untuk dijadikan sumber energi, namun penggunaan lemak sebagai sumber energi akan menguras lebih banyak oksigen dibandingkan karbohidrat daam proses metabolisme energi. Jika asupan karbohidrat tidak mencukupi kebutuhan, kondisi ini akan memicu mobilisasi lemak ebih cepat yang kemudian akan mengakibatkan kelelahan pada tubuh atlet yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan perforrma atlet. Metabolisme lemak menjadi energi tidak hanya membutuhkan oksigen dalam jumlah yang banyak tetapi juga membutuhkan proses yang lebih panjang dibandingkan dengan karbohidrat. Oleh karena itu, jika hal ini terjadi pada seorang atlet yang tidak mendapat cukup asupan lemak, tentunya penurunan performa akan terjadi lebih cepat dibandingkan dengan atlet yang asupannya terpenuhi sesuai kebutuhan.Berbeda dengan karbohidrat dan lemak, protein hanya diperlukan sebanyak 3–5% sebagai sumber energi selama latihan maupun bertanding selebihnya protein memiliki fungsi untuk perbaikan jaringan tubuh yang rusak, sebagai bahan pembangun/pembentuk jaringan tubuh yang baru, merupakan prekursor berbagai hormon dan enzim untuk proses metabolism tubuh. Dalam kondisi cadangan glikogen otot dan liver sudah sangat menipis serta penggunaan lemak yang sudah mencapai batas, protein mungkin akan dimobilisasi sebagai sumber energi melalui proses glukoneogenesis yaitu proses konversi asam amino hasil pemecahan molekul protein menjadi glukosa yang kemudian akan dimetabolisme untuk menghasilkan energi. Apabila hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, tentu fungsi utama protein akan mengalami penurunan sehingga akan meningkatkan risiko cedera dan hambatan recovery pada atlet. Tingginya mobilisasi protein sebagai sumber energi juga akan memperberat kinerja ginjal karena adanya produk sisa metabolism protein yaitu nitrogen yang harus dikeluarkan melalui urin. Oleh karena itu, seorang atlet haruslahh tercukupi kebutuhan energi, karbohidrat dan lemaknya untuk mencegah mobilisasi protein sebagai sumber energi pengganti karbohidrat maupun lemak.
DeleteSumber :
Almatsier, S. (2009). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Irawan, M. (2007). Nutrisi, energi, dan performa olahraga. Polton Sport Science &Performance Lab, 1(4), 1-12.
Irianto, D. P. (2007). Panduan gizi lengkap keluarga dan olahragawan.Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Wah, terimakasih Sinta!!👍🏻😁
DeleteMenjadi tercerahkan, terimakasih
Halo teman-teman, terima kasih atas informasinya. Saya Frilla, ingin bertanya terkait asupan yang diberikan bagi atlet. Apakah pada atlet gulat ini tidak diperlukan asupan sebelum, saat dan setelah latihan, mengingat waktu latihannya selama 2 jam?, Apa yang menjadi pertimbangan teman-teman dalam hal ini?
ReplyDeleteTerima kasih.
Terimakasih saudari Frilla atas pertanyaannya, tentunya sebelum latihan, kecukupan nutrisinya sudah dipenuhi dengan makan siang dengan menyesuaikan komponen nutrisi yaitu karbohidrat,protein dan lemak. Dan setelah latihan diberikan snack untuk memulihkan energi yang terkuras saat latihan. Menu yang dapat diberikan biskuit krekers,roti gandum yang dapat mengisi kalorinya lagi. Kami juga mempertimbangkan dengan variasi dari jenis makanan yang diberikan. Seperti itu yang dapat saya jawab saudari Frilla. Terimakasih telah berkunjung ke blog kelompok 3.4. Salam sehat.
DeleteSumber : Syafrizar, Welis W. 2009. Gizi Olahraga. Malang: Wineka Media.
Terima kasih kelompok 3.4 atas informasi dan penjelasannya, menambah wawasan saya.
ReplyDeleteSaya Sinta Putri Nirmala (41160037) dari kelompok 1.5 ingin bertanya, di atas disebutkan bahwa salah satu makan malam menunya adalah Bihun ayam macaroni kuah dengan kentang.
Bihun, macaroni, dan kentang setahu saya mengandung karbohidrat semua. Di atas juga disebutkan hal yang sama. Menu tersebut ada 4 bahan dan 3 diantaranya mengandung karbohidrat.
1). Apa alasanya memilih menu ini yang mayoritas bahannya mengandung karbohidrat?
2). Apakah karbohidrat tinggi untuk makan malam baik bagi atlet?
Terima kasih.
Terimakasih Sinta atas pertanyaannya
DeleteSeperti yang sudah saya jelaskan pada pertanyaan-pertanyaan sebelumnya
Pada atlet dalam pemusatan latihan dan persiapan pertandingan maupun menjelang pertandingan, prinsip pemenhan gizinya salah satunya dengan meningkatkan asupan karbohidrat, terutama karbohidrat kompleks. Kentang menjadi salah satu contoh karbohidrat kompleks. Asupan tinggi karbohidrat ini penting untuk mencukupi simpanan glikogen di otot dan hati si atlet, sehingga dia tercukupi untuk kebutuhan energi dalam latihan maupun bertanding.
Selain tinggi karbohidrat perlu diperhatikan juga untuk mengurangi makanan rendah lemak dan minyak, memenuhi aneka makanan (gizi seimbang), dan minum yang cukup untuk untuk menjaga kadar elektrolit dalam darah serta mengganti cairan yang hilang.
Terimakasih
Sumber : Pritasari, et al. 2017. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : Kemenkes RI
Terimakasih saudari Sinta atas pertanyaan yang sangat menarik. Jadi alasan dengan pemberian karbohidrat yang tinggi di malam hari adalah dengan tujuan untuk meningkatkan cadangan glikogen dalam otot untuk durasi yang lama. Dikarenakan gulat ini merupakan olahraga gulat membutuhkan ketahanan fisik yang kuat. Penimbunan karbohidrat yang tinggi sebelum melakukan kegiatan olahraga sangat penting dalam olahraga yang bersifat ketahanan fisik. Selama istirahat kira-kira 40% karbohidrat diperlukan oleh tubuh,jika tubuh melakukan latihan ringan sampai sedang, karbohidrat yang digunakan meningkat sampai 50 % atau lebih. Jika latihannya intensif lagi maka kebutuhan karbohidrat akan meningkat lagi.
DeleteAda beberapa metode diet karbohidrat yang tinggi dalam kondisi sebelum pertandingan berlangsung yaitu Recommended Method, yaitu diet diberikan selama tujuh hari sebelum pertandingan berlangsung dengan rincian.
Hari ke 1 = Pengurangan latihan
Hari ke 2 = Makanan lengkap, karbohidrat sedang,
latihan berangsur-angsur dikurangi
Hari ke 3 = Sama dengan hari kedua
Hari ke 4 = Sama dengan hari kedua
Hari ke 5 = Makanan tinggi karbohidrat, latihan
berangsur-angsur dikurangi
Hari Ke 6 = Makanan tinggi karbohidrat, latihan
dikurangi atau istirahat
Hari ke 7 = Makanan tinggi karbohidrat, latihan
dikurangi atau istirahat
Hari Ke 8 = Pertandingan
Semoga menjawab saudari Sinta. Terimakasih telah berkunjung ke blog kelompok 3.4. Salam sehat.
Sumber :
Syafrizar, Welis W. 2009. Gizi Olahraga. Malang: Wineka Media.
Selamat siang teman teman kelompo 3.4. Sangat bagus ni infonya. Saya Yeremia Wicaksono Putro (41160018). Diatas disebutkan bahwa dapat diberikan suplemen zat Besi dan vitamin C setiap hari, saya ingin bertanya adakah efek sampingnya apabila diberika setiap hari?
ReplyDeletepertanyaan kedua apakah bisa, bila pemberian suplemen vitamin dapat di ganti dengan menu makanan yang dapat membantu mengisi hal tersebut? Kalo iyaa, menu yang seperti apa dalam sehari khususnya untuk atlet gulat tersebut? Terima kasih
Terimakasih atas pertanyaannya,disini saya akan mencoba menjawab,jadi untuk penggunaan vitamin dan mineral dosis tinggi (10 x RDI) secara berkepanjangan dapat menyebabkan hambatan terhadap absorpsi butrien, komplikasi medis dan adanya potensi terjadi keracunan. Telah dilaporkan adanya pengaruh buruk dari Vit A, Vit B6, Vit B1, niacin, asam pantotthenat dan Vit C. Suplemen Vit A 25.000-30.000 I.U. telah dilaporkan dapat menyebabkan keracunan. Dosis tinggi Vit C telah dikaitkan dengan terjadinya gastritis, meningkatnya exkresi oxalat dalam urine dan gangguan terhadap absorpsi Cu; sedangkan penggunaan dosis tinggi vit B6 (> 500 mg/hari) dapat menyababkan neuropathy sensoris. Overdosis mineral lebih jarang terjadi dibandingkan dengan vitamin, kecuali terhadap Fe. Banyak Atlet mengkonsumsi sendiri suplemen besi untuk tujuan pencegahan. Keamanan dan keperluan suplemen besi masih dipertanyakan, sehingga tidak boleh diberikan secara rutin tanpa pengawasan oleh tenaga medis. Penggunaan zat besi secara berkepanjangan dapat menyebabkan terjadinya overload, yang menjurus kepada terjadinya keracunan besi dan penimbunan dalam jaringan dan dapat menyebabkan terjadinya defisiensi trace minerals lain misalnya Zn dan Cu. Efek samping yang berhubungan dengan pengobatan dengan zat besi atau overload dengan zat besi ialah terjadinya diare, nyeri abdomen, konstipasi dan mudah terkena infeksi.Dan untuk pertanyaannya kedua,penggunaan suplemen tambahan dapat di ganti dengan perubahan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan,untuk kasusnya sendiri di sini atlet mengalami kekurangan zat besi,maka dari itu menu yang kami susun akan menambahkan asupan zat besi pada makanan baik dapat berbentuk Fe-heme dan non-heme. Besi non-heme yang antara lain terdapat di dalam beras, bayam, jagung, gandum, kacang kedelai berada dalam bentuk senyawa ferri yang harus diubah dulu di dalam lambung oleh HCL menjadi bentuk ferro yang siap untuk diserap di dalam usus. Penyerapan Fe-non heme dapat dipengaruhi oleh komponen lain di dalam makanan. Fruktosa, asam askorbat (vitamin C), asam klorida dan asam amino memudahkan absorbsi besi sedangkan untuk konsumsi tanin (bahan di dalam teh)akan kami kurangi di karenakan menghambat penyerapan besi. Berbeda dengan bentuk non-heme, absorpsi besi dalam bentuk heme yang antara lain terdapat di dalam ikan, hati, daging sapi, sehingga lebih mudah diserap.Sekian penjelasan dari saya, terimakasih
DeleteSumber :
Polton Sport Science & Performance Lab. 2008. dari : www.poltonsport.com
Walinsky L.1994. Nutrition in exercise and sport, 2nd ed CRC Press, London.
Terimakasih saudara Yeremia atas pertanyaannya, ijin menambahkan dari jawaban teman sekelompok saya yaitu Sinta Shakuntala yang sudah menjelaskan terkait efek samping penggunaan suplemen berlebihan.
DeleteDisini saya coba menjelaskan angka kecukupan gizi untuk vitamin C yaitu 60 mg/hari. Tentunya jumlah vitamin C yang cukup dapat mencegah stress fisiologi pada atlet. Namun kebutuhan vitamin meningkat pada atlet yang latihan berat dan dalam jangka panjang seperti olahraga gulat ini.
Tentu suplemen vitamin dapat diganti dengan menu makanan tertentu. Berikut bahan makanan sumber vitamin C yaitu sayuran daun, buah yang bersifat asam seperti jeruk,nanas,pepaya,tomat,pisang, dan jambu biji.
Semoga jawaban dari kelompok kami dapat menjelaskan pertanyaan saudara Yeremia. Terimakasih sudah berkunjung ke blog kelompok 3.4. Salam sehat.
Sumber :
Syafrizar, Welis W. 2009. Gizi Olahraga. Malang: Wineka Media.
Selamat pagi teman teman kelompok 3.4 saya Noki Otto K - 41160038, Saya ingin bertanya untuk atlet sendiri, Jika saat turnamen, bagaimana strategi penyusunan menunya?
ReplyDeleteTerima kasih
Terimakasih saudara Noki Otto atas pertanyaan yang sangat menarik. Disini saya coba menjawab ya.
DeleteJadi selama masa turnamen penting untuk tetap energik dengan kebutuhan nutrisi yang cukup. Dengan memperhatikan kebutuhan atlet secara rutin baik dari makanan,minuman. Sangat penting bagi atlet untuk memenuhi kebutuhan cairannya secara adekuat selama masa turnamen. Energi dan kebutuhan cairan dapat dipenuhi dengan sport drink dan jus. Dan untuk makanannya dapat menggunakan karbohidrat kompleks.
Jadi harus juga diperhatikan periode tiap turnamen.
Semisal ada masa istirahat selama 1 jam sebelum pertandingan dapat mengonsumsi sport drink yang berisi tidak lebih 70 kalori. Jadi disesuaikan dengan waktu jeda sebelum eventnya. Dan juga selama masa turnamen, harus konsumsi diet karbohidrat yang tinggi, rendah lemak dan protein.
Semoga menjawab saudara Noki Otto. Terimakasih telah berkunjung ke blog kelompok 3.4. Salam sehat.
Sumber :
The Center for Nutrition in Sport and Human Performance. (2019). Taking It To The MAT: The Wrestler's Guide To Optimal Performance Prepared for the NCAA. Amherst : University of Massachusetts.
Selamat siang otto saya ingin menambahkan jawaban dari aldy terkait strategi penyusunan menu Prinsip dari penyusunan menu untuk atlet latihan bisa dilihat dengan makanan empat sehat lima sempurna. Nasi, sayur, lauk pauk, buah dan susu dalam empat sehat lima sempurna pada dasarnya mengandung unsur-unsur: karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Nasi merupakan sumber karbohidrat; lauk pauk sebagai sumber protein dan lemak; sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral; susu sebagai sumber protein tambahan dan mineral penting. Perbandingan yang dianjurkan untuk protein, lemak dan karbohidrat adalah 1:2:5. Untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi, maka olahragawan dianjurkan untuk makan lebih dari tiga kali dengan mempertimbangkan kebiasaan dan kepercayaan. Baik hari latihan, pertandingan, maupun pemulihan, prinsip empat sehat lima sempurna tetap relevan untuk dipedomani.
DeleteSumber : Kushartanti, Wara. 2017. KEBUTUHAN DAN PENGATURAN MAKAN SELAMA LATIHAN, PERTANDINGAN, DAN PEMULIHAN. Jurnal FIK UNY
Selamat Siang, saya Dio (41160053)
ReplyDeleteSaya ingin bertanya Yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan untuk manajemen BB pada atlet gula apa ya?
Terimakasih
Terimakasih saudara Dio Ariessandi atas pertanyaan yang sangat menarik. Diketahui bahwa atlet gulat perlu menjaga BB idealnya untuk mencapai performa maksimalnya.
DeleteMaka berikut yang sebaiknya dilakukan saat memanajemen BB nya:
1. Pertahankan pola diet yang reguler dan seimbang selama masa turnamen baik pre turnamen ataupun post turnamen.
2. Menentukan target BB yang sesuai dengan kondisi atlet gulatnya.
3. Memonitor selalu BB baik sebelum dan sesudah latihan untuk mengetahui fluktuasi BB nya. Sehingga lebih mudah dalam menentukan target BB yang sesuai.
4. Konsumsi multivitamin jika diketahui adanya nutritional gaps.
Dan yang seharusnya tidak dilakukan saat manajemen BB yaitu :
1. Mengeleminasi snack atau makanan ringan untuk memotong kalori. Karena diketahui harus memenuhi kalorinya secara seimbang.
2. Menunggu saat kompetisi mulai baru dilakukan rencana manajemen BB,karena dalam manajemen BB banyak faktor yang dipengaruhi jadi harus dijaga setiap saat.
3. Melakukan defisit karbohidrat.
Semoga menjawab saudara Dio Ariessandi. Terimakasih telah berkunjung ke blog kelompok 3.4. Salam sehat.
Sumber :
https://www.sportsrd.org/wp-content/uploads/2018/11/Wrestling_Sports_Nutrition_web_version.pdf
Untuk menjaga BB gulat supaya tetap berada pada kelasnya tentu yang harus dilakukan yaitu menjaga komposisi makanan yang di konsumsi sesuai kebutuhannya. Disesuaikan dengan energi yang dibutuhkan.
DeleteSedangkan yang tidak boleh untuk mengonsumsi lemak dan minyak berlebihan, sebab akan mengubah bentuk tubuh dan tidak mempertahankan massa ototnya
Selamat siang, saya Serapina Aolina Sayu (41160080) ingin bertanya terkait kosumsi air pada Rio yaitu 8 gelas perhari, apakah konsumsi air tersebut sudah dapat memenuhi kebutuhan cairan atlet gulat pria ? dan apakah ada perhitungan terkait kebutuhan cairan pada atlet sebelum dan setelah melakukan latihan ?
ReplyDeleteTerimakasih
Terimakasih saudari Serapina Aolina atas pertanyaannya. Disini saya coba menjawab ya.
DeleteJadi kami menggunakan patokan untuk kebutuhan cairan yaitu 20 % dari kgBB Rio. Yang mana pada 8 gelas tersebut jumlah takarannya 250 ml per gelas. Sehingga hal tersebut mencukupi kebutuhan cairan Rio sebagai atlet gulat. Dan juga untuk mengisi status hidrasinya kami menambahkan jus apel,yogurt susu penuh. Dan juga terdapat pada bahan makanan seperti buah,sayuran sebagai sumber cairan. Yang mana tujuannya untuk memaksimalkan simpanan glikogen yang diberikan selama fase pemulihan setelah latihan maupun sebelum.
Semoga menjawab pertanyaan saudari Serapina. Terimakasih telah berkunjung ke blog kelompok 3.4. Salam sehat :)
Sumber :
1. Syafrizar, Welis W. 2009. Gizi Olahraga. Malang: Wineka Media.
2. Zelman, K (2008). WebMD. 6 Reasons to Drink Water.
Terimakasih atas pertanyaannya,untuk perhitungan kebutuhan cairannya sendiri kelompok kami memakai pengukuran 20% dari kgBB,dan untuk pemenuhan kebutuhan airnya sendiri kami memakai patokan secara umum untuk konsumsi 8 gelas,di karenakan selain mengkonsumsi air putih,kami juga menambah konsumsi cairan lain yang dapat meningkatkan cairan tubuh seperti jus buah dan susu, dari perhitungan yang kami pakai di dapatkan bahwa asupan cairannya terpenuhi,maka dari itu kami memilih asupan konsumsi airnya hanya 8 gelas.Mengutip American College of Sport Medicine (ACSM) 2011,sebaiknya mengkonsumsi 500-600 cc air putih pada empat jam sebelum berolahraga. Kemudian, kembali minum 250-300 cc saja pada 10-15 menit sebelum olahraga. Saat olahraga, cukup minum 100-250 mL setiap 15-20 menit jika olahraga kurang dari satu jam.
DeleteSumber :
Zelman, K (2008). WebMD. 6 Reasons to Drink Water.
Ilyas, Ermita. I. 2004. Nutrisi Pada Olahragawan. Jakarta: Majalah Gizi
Medik Indonesia, Vol. 3 No. 9 September.
Hallo kelompok 3.4, terimakasih atas informasinya. Nama saya Ella (41160035), ingin bertanya mengenai hari 1 untuk menu siang tertulis ada jus buah. Kalau boleh tau buah yang digunakan apa ya ?
ReplyDeleteTerima kasih, Tuhan memberkati.
Baik ella, terimakasih atas pertanyaannya.
DeleteJawaban atas pertanyaan mbak Ella sudah sempat terjawab di pertanyaan sebelumnya ya.
Dimana buah bisa apa saja sesuai selera atlet, akan lebih baik lagi menurut anjuran WHO, dapat berupa buah apel, jeruk, pepaya, pisang, dan alpukat.
Semoga membantu
Terimakasih saudari Ella atas pertanyaan yang sangat menarik.
DeleteSaya coba menambahkan jawaban dari teman sekelompok saya saudari Yohana Ratih.
Selain yang disebutkan diatas, jenis buah yang dapat dijadikan jus dapat berupa buah yang mengandung karbohidrat karena si atlet membutuhkan cadangan glikogen yang tinggi untuk ketahanan fisiknya. Disesuaikan juga dengan intensitas latihan dan waktu saat kompetisi. Dapat berupa apel,mangga,melon,strawberry,anggur,markisa. Dengan buah tersebut dapat meningkatkan ketahanan fisik bagi si atlet gulat.
Semoga menjawab pertanyaan saudari Immanuella Anindita. Terimakasih telah berkunjung ke blog kelompok 3.4. Salam sehat :)
Sumber :
Syafrizar, Welis W. 2009. Gizi Olahraga. Malang: Wineka Media.
Infonya bagus sekali👌
ReplyDeleteTerimakasih telah berkunjung,semoga bermanfaat.
DeleteSalam sehat dari kelompok 3.4 :)
Terimakasih atas pendapatnya,semoga dapat membantu
DeleteBagus infonya 👍
ReplyDeleteTerimakasih telah berkunjung,semoga bermanfaat informasinya.
DeleteSalam sehat dari kelompok 3.4 :)
Infonya membantu, thanks 👍
ReplyDeleteTerimakasih atas pendapatnya,semoga dapat membantu
DeletePerkenalkan saya , mario, Bagaimana pertimbangan diet bagi atlet gulat dalam meningkatkan performanya atau tetap kuat dalam kompetisi?
ReplyDeleteTerimakasih saudara Mario atas pertanyaan yang menarik. Saya coba jawab ya.
DeleteSebenarnya atlet gulat hanya perlu konsumsi makanan yang secara adekuat mencukupi dan seimbang setiap harinya. Diantara waktu penimbangan berat badan saat registrasi dan saat kompetisi penting untuk menjaga kebutuhan cairan dengan air putih,sport drink,jus buah atau jus sayuran. Penting juga bagi atlet gulat untuk konsumsi karbohidrat yang tinggi untuk secara cepat mengganti energi yang digunakan saat kompetisi. Dan setelah 15-30 menit setelah latihan atau kompetisi, atlet gulat wajib konsumsi makanan untuk fase pemulihan.
Contoh beberapa makanan atau minuman yang dapat dikonsumsi sehabis latihan atau kompetisi, seperti pisang,biskuit krakers,semangka,nasi putih,jus jeruk.
Dengan konsumsi hal tersebut pada saat jeda kompetisi, maka atlet gulat dapat menjaga level energi mereka selama kompetisi. Dan juga penting untuk menghindari makanan yang mengandung garam, karena akan menyebabkan retensi cairan.
Semoga menjawab pertanyaan saudara Mario. Terimakasih telah berkunjung ke blog kelompok 3.4. Salam sehat.
Sumber :
The Center for Nutrition in Sport and Human Performance. (2019). Taking It To The MAT: The Wrestler's Guide To Optimal Performance Prepared for the NCAA. Amherst : University of Massachusetts.
Terimakasih Mario, atas pertanyaannya
DeleteSaya coba lengkapi ya
Untuk menjaga perfoma dan energi selama latihan ataupun pada saat menjelang kompetisi. Atlit di anjurkan meningkatkan konsumsi karbohidrat, khususnya karbohidrat kompleks dan menghindari konsumsi lemak dan minyak.
Karbohidrat tinggi ditujukan supaya dapat lebih banyak menyimpan glikogen dalam otot dan hati, sehingga bisa mencukupi kebutuhan ketika berolahraga.
Maka dari itu juga, dapat juga di lakukan diet karbohidrat loading 3 hari menjelang kompetisi dengn tujuan yang sama memaksimalkan kecukupan kebutuhan energi.
Sumber : Pritasari, et al. 2017. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : Kemenkes RI