Rasionalisasi Kelompok 3.6
Makalah
rasionalisasi
Pendahuluan :
Olahraga bola voli merupakan cabang
olahraga permainan yang dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri
dari 6 orang. Olahraga ini ditentukan berdasarkan perolehan angka sebanyak 25
point dengan rally point. Olahraga ini membutuhkan daya tahan kardiovaskuler
untuk melakukan aktivitas secara terus menerus dalam waktu lama tanpa mengalami
kelelahan yang berarti. Olahraga Bola Voli adalah olahraga yang membutuhkan
kekuatan, daya, kecepatan dan ketangkasan, ketika berada dalam suatu kompetisi,
seorang atlet bola voli dituntut untuk selalu memiliki kondisi mental dan fisik
yang konstan, selain itu harus bereaksi dengan cepat dan tepat (NCAA, 2014).
Salah salah satu cara untuk mendapatkan kesegaran jasmani yang baik diperlukan
status gizi yang baik dan tercukupi. Oleh karena itu perlu adanya persiapan
pemain sebelum pertandingan agar tidak terjadi kelelahan para pemain sebelum
pertandingan selesai yang dapat berujung pada kekalahan (Novitasari et al.,
2016). Persiapan tersebut mencakup strategi nutrisi dan hidrasi yang terencana
dengan baik yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. (NCAA, 2014)
Persiapan pemain bola voli tidak
hanya dari latihan fisik namun juga pemenuhan kebutuhan gizi yang cukup
(Novitasari et al., 2016). Diet yang lengkap dan seimbang digunakan sebagai
parameter substansial dalam suatu prosedur training untuk mencapai kinerja
atletik maksimum. Asupan energi yang tidak memadai akan menyebabkan
ketidakseimbagan energi yang secara signifikan akan membatasi kinerja atletik.
Keseimbangan energi dapat terjadi saat asupan energi (dari makanan, cairan dan
suplemen produk) sama dengan pengeluaran energi (jumlah energi yang dikeluarkan
sebagai metabolisme basal, efek termik makan dan fisik sukarela aktivitas)
(Papadopulou, 2015).
Makronutrien:
Protein adalah nutrisi esensial yang
mengandung energi sebesar 17 KJ/g (4 cal/g) dan dibentuk oleh asam amino, asam
amino bisa diibaratkan sebagai bata bangunan dalam tubuh yang digunakan untuk
sintesis sel, otot, organ hormon dan faktor-faktor imun. dan juga protein
berguna untuk meregulasi asam dan basa tubuh.
Karbohidrat adalah molekul yang terdiri dari atom C, H, dan O,
nutrisi ini sangat mudah ditemui dimana-mana seperti pada roti, sereal, gandum,
nasi, pasta, buah dan sayur. Karbohidrat merupakan sumber energi untuk otot dan
tubuh yang mengandung 17 kJ/g.
Lemak merupakan kelompok besar dan
beragam molekul yang terbentuk secara alami baik dalam makanan maupun tubuh
manusia. Lemak pada makanan memberikan energi yang cukup besar (37 kJ/g) dan
merupakan pengantar untuk vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A,D,E, dan
K). Lemak memiliki peran penting dalam menyimpan cadangan energi memberikan
sinyal-sinyal pada sel dan komponen utama dari membran sel (Belski, 2019).
Rasionalisasi
1.
Apa
yang diperlukan Yodi sebagai atlet voli untuk mendapatkan nutrisi yang adekuat
Jawab :
Voli
merupakan salah satu cabang olahraga dalam jenis olahraga stop and go sport, dimana pada jenis olahraga ini durasi permainan
yang dibutuhkan panjang dengan intensitas gerakan yang tinggi dan tiba-tiba
sehingga membutuhkan simpanan energi yang cukup yang akan menjadi sumber
stamina dan ketahanan dalam memberikan performa yang maksimal (Penggalih,
2016).
Nutrisi
yang adekuat didapatkan dengan beberapa prinsip antara lain dengan mengisi
bahan bakar sebelum latihan. Tentunya hal ini disesuaikan dengan kebutuhan
energi dari atlet. Dianjurkan makan berat 3-4 jam atau camilan 1-2 jam sebelum latihan dan
menghindari latihan dengan perut kosong. Akan tetapi latihan diadakan tiga kali
dalam sehari sehingga pada latihan pertama agar bahan bakar dipastikan
terpenuhi, makan berat diberikan 2 jam sebelum latihan. Konsumsi makanan yang
mengandung antioksidan tinggi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada
atlet sehingga diberikan pilihan menu yang mengandung antioksidan tinggi berupa
stroberi, jeruk dan brokoli. Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh makanan
yang mengandung antioksidan tinggi juga dapat mengurangi radikal bebas yang
ditumpuk oleh tubuh selama latihan. Prinsip lainnya yaitu pastikan tubuh tetap
terhidrasi. Tubuh
mengandung lebih dari 60% air dan otot bergantung pada air agar dapat berfungsi
dengan baik. Jika tubuh sampai mengalami dehidrasi, efeknya dapat memakan waktu
beberapa jam hingga beberapa hari untuk pulih. Sehingga akan performa latihan
dapat menurun. Perhitungan kebutuhan air akan dibahas pada nomor berikut (UCCS,2010).
2. Bagaimana menu A memenuhi kebutuhan
gizi olahraga dari Yodi ?
Jawab :
Atlet voli
membutuhkan banyak karbohidrat sebagai sumber energi untuk kekuatan ketika
bermain voli sehingga menu A disusun agar banyak mengandung karbohidrat seperti
nasi putih, mie goreng dengan sayur, roti tawar, krakers dan sayuran seperti
sup kacang merah dan urap. Kandungan karbohidrat yang terkandung di dalamnya
sebagai kebutuhan energi pada saat latihan dan juga sebagai pemulihan simpanan
energi yang didapat dari lemak (lauk dan susu) yang mana pada menu ini sudah
memenuhi kebutuhan energi latihan tersebut. Karbohidrat dapat di peringkat
berdasarkan respons glukosa darahnya yang dapat diukur menggunakan indeks
glikemik. Dalam menu A terdapat nasi putih, roti tawar, pisang dan jeruk yang
mempunyai indeks glikemik tinggi. Hal ini lah yang menjadi pertimbangan lain,
karena makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memasuki aliran darah dengan
cepat yang menyebabkan lonjakan glukosa yang besar. Peningkatan glukosa dalam
darah ini akan menstimulasi pelepasan insulin yang membuat peningkatan pada
penyerapan glukosa dalam sel otot dan peningkatan deposisi lemak dalam jaringan
adiposa (Herawati, 2016).
Protein
juga diperlukan untuk menjaga pertumbuhan dan kondisi massa otot supaya tetap
optimal yang terdapat pada menu lauk seperti masakan tahu maupun tempe (protein
nabati) , telur ayam, ayam panggang dan ikan kakap (protein hewani) serta pada
minuman terdapat pada susu. Tubuh memerlukan vitamin, mineral dan serat yang
terdapat pada sayur dan buah yang sudah disusun pada menu A seperti buah pear,
buah kurma, buah pepaya, buah jeruk dan buah pisang sehingga proses dalam tubuh
berlangsung optimal. Pada saat latihan pemberian air mineral dan minuman
isotonis telah disesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan dan kondisi saat latihan
(Herawati, 2016).
Konsumsi
camilan atau snack sesudah latihan yang intens juga sangat direkomendasikan
sebelum atlet Yodi mengkonsumsi makan besar seperti olahan dari susu,
buah-buahan maupun snacks lainnya sehingga pada menu A ini camilan yang dipilih
berupa crackers, susu dan aneka buah (Turnbull, 2014).
3. Bagaimana menu B memenuhi kebutuhan
gizi olahraga dari Yodi ?
Jawab :
Kebutuhan
karbohidrat, protein, lemak dan energi dan air telah disusun sesuai dengan
kebutuhan energi atlet. Menu yang digunakan juga bervariasi dari setiap jenis
makanannya agar nutrisi yang dibutuhkan atlet dari berbagai jenis kelompok makanan dapat terpenuhi. Semua
bahan makanan yang dipakai untuk menu B mudah didapatkan dan juga tidak memakai
processed food agar kualitas makanan
tetap fresh dan aman dikonsumsi.
Sebagian
besar menu disusun memakai sumber-sumber macronutrient
yang baik bagi atlet, seperti nasi sebagai sumber karbohidrat, daging ayam
dan telur sebagai sumber protein, dan alpukat yang diubah menjadi jus sebagai
makanan dengan lemak baik (Belski, 2019).
4.
Bagaimana
cara menentukan kebutuhan cairan Yodi sebagai atlet voli dan pertimbangan
menggunakan cairan isotonis ?
Jawab :
Kebutuhan
cairan dari atlet sudah diperhitungkan sesuai dengan kebutuhan cairan harian
(1.500 - 2.000 mL) ditambah dengan kebutuhan cairan tambahan saat melakukan
latihan sebanyak 4 - 6 ounces air (118 -
177 ml) /15-20 menit (NCAA, 2014). Untuk memenuhi kebutuhan cairan harian,
konsumsi cairan dibagi pada saat sarapan, makan siang, makan malam dan waktu
snack. Untuk mencegah terjadinya dehidrasi dengan perhitungan diatas maka atlet
dianjurkan untuk meminum 125 ml setiap 15 menit latihan, sehingga pada satu
kali latihan (2 jam) diperlukan 1000 ml cairan. Dianjurkan juga memberikan
cairan isotonik pada atlet saat latihan kedua, dengan pertimbangan latihan
dilakukan saat outdoor dalam keadaan
yang panas, sehingga atlet memerlukan pengembalian cairan dan energi yang cepat
setelah berkeringat akibat keluarnya keringat saat melakukan latihan ditengah
suhu yang panas. Cairan isotonik juga
diberikan dengan pentimbangan sifat osmolaritasnya mirip dengan cairan plasma
sehingga penyerapannya menjadi lebih cepat. Elektrolit yang terkandung dalam
cairan isotonik selain berperan dalam penggantian cairan tubuh yang hilang
dapat juga membantu merangsang penyerapan gula dan penyerapan air di usus kecil
yang akan menunjang dalam mempertahankan volume cairan ekstraseluler sehingga
tubuh dapat mempertahankan status hidrasinya (Purnomo, 2016).
5.
Yodi
mempunyai riwayat alergi dan maag. Apakah menu yang disusun aman bagi kesehatan
Yodi ?
Jawab :
Menu
makanan juga sudah disesuaikan dengan riwayat alergi atlet. Menu makanan tidak
menggunakan kacang tanah untuk menghindari reaksi alergi. Beberapa menu tetap
diberikan cabai agar makanan tersebut dapat memuaskan keinginan atlet sehingga
membantu menjaga nafsu makan atlet, namun jumlahnya dibatasi. Menu makanan disusun berdasarkan standar diet lambung
sehingga selain membatasi jumlah cabe, atlet perlu menghindari bahan makanan
yang tinggi serat dan mengandung gas (kacang, ubi, sawi, kol, lobak, nangka
muda, durian,nangka matang) kopi dan teh kental, minuman yang mengandung soda
dan alkohol. yang berbumbu tajam, makanan yang dikaleng, dikeringkan dan diasap
(FK UI, 2015). Walaupun makanan yang disusun dalam menu terdapat sayuran yang
tinggi serat dan dapat menimbulkan gas tetap diberikan karena bahannya yang
mudah didapat dan harganya yang terjangkau. Selain itu untuk mengurangi efek yang mungkin dapat timbul dari
makanan yang dapat menimbulkan gas, menu makanan yang diberikan dalam porsi
yang sedikit serta dimakan secara perlahan (Clinic, 2020).
DAFTAR
PUSTAKA
ABIM,
2020. ABIM Laboratory Test Reference
Ranges, s.l.: American Board of Internal Medicine.
Belski, R., Forsyth, A. &
Mantzioris, E., 2019. Nutrition for
Sport, Exercise and Performance: A practical guide for students, sports
enthusiasts and professionals. Australia: Allen & Unwin.
Depkes, 2000. Pedoman Pelatihan Gizi Olahraga Untuk Prestasi. Jakarta: Departemen
Kesehatan Republik Indonesia .
FKUI, 2015. Menyusun Diet Berbagai Penyakit. 4th ed. Jakarta: Badan Penerbit
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Herawati,
L.2016. Nutrisi Atlet. [Online] Available at :
https://fk.unair.ac.id/archives/2016/03/09/nutrisi-atlet.html [ Accessed 27
April 2020].
Lim, J. U.
et al., 2017. Comparison of World Health Organization and Asia-Pacific body
mass index classifications in COPD patients. International Journal of COPD, Issue 12, p. 2465–2475.
Clinic, M., 2020 . Belching, gas and bloating: Tips for
reducing them. Retrieved April 29, 2020, from mayoclinic,org: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/in-depth/gas-and-gas-pains/art-20044739 [ Accessed 28 April 2020]
Muth, N. D., 2015. Sports Nutrition for Health Professionals. Philadelphia:
Quincy McDonald.
NCAA, 2014 . NUTRITION FOR THE VOLLEYBALL STUDENT-ATHLETE, Bloomington:
COLLEGIATE AND PROFESSIONAL SPORTS DIETITIANS ASSOCIATION.
Novitasari, D., Rahfiluddin, M.,
& Suroto, S. (2016). Tingkat Konsumsi Energi, Aktivitas Fisik Dan Kesegaran
Jasmani Pada Posisi (Tosser Dan Smasher) Atlet Bola Voli. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 4(2), 38–45.
Papadopulou, S. D. (2015). Impact of
energy intake and balance on the athletic performance and health of top female
volleyball athletes. Medicina Sportiva:
Journal of Romanian Sports Medicine Society, 11(1), 2477.
Penggalih, M. H. S. T. et al., 2016.
IDENTIFIKASI SOMATOTYPE, STATUS GIZI, DAN DIETARY ATLET REMAJA STOP AND GO
SPORTS. Jurnal Kesehatan Masyarakat (KESMAS), XI(2).
Pranatahadi, S., n.d. Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta. [Online]Available
at: http://staffnew.uny.ac.id/upload/131453190/pengabdian/PROGRAM+LATIHAN+BOLA+VOLI.pdf [Accessed 24 April 2020].
Purnomo, A. A., 2016. Perbedaan
Pemberian Air Mineral dan Minuman Berisonotik Sebelum Aktivitas Fisik Aerobik
Terhadap Denyut Nadi Pemulihan. Digilib
Unner.
Turnbull, C. Volleyball and Beach
Volleyball Eating For Your Sport. 2014. [Online] Available at : https://www.nestle.co.nz/sites/g/files/pydnoa371/files/asset-library/documents/nutrition%20advice%20sheets/volleyball%20-%20manaia%20harris.pdf [ Accessed 28 April 2020]
UCCS, 2010. Athlete's Plate, s.l.: the United States Olympic Committee Sport
Dietitians and the University of Colorado (UCCS) Sport Nutrition Graduate
Program..

Informasi yang sangat bermanfaat kelompok 3.6, perkenalkan saya Reynaldy Marpaung Nim 41160069, ijin bertanya disebutkan bahwa Yodi sebagai atlet harus membatasi makanan yang tinggi serat karena riwayat maag, bisa dijelaskan alasannya ?
ReplyDeleteTerimakasih.
terima kasih atas pertanyaannya, saya Stefani Oktavia (41160082) ijin menjawab pertanyaan dari saudara Reynaldy. Atlet Yodi dibatasi memakan makanan yang tinggi serat dikarenakan, makanan yang tinggi serat akan meningkatkan produksi gas melalui fermentasi serat serat yang larut air di usus besar. Hal tersebut dapat menyebabkan peningkatan tekanan dalam perut yang berujung pada terjadinya refulks asam lambung. sehingga jumlah dari makanan yang tinggi serat dan mengandung gas tersebut dibatasi jumlahnya.
Deletesumber:
Dahl, W. J., & Stewart, M. L. (2015). Position of the Academy of Nutrition and Dietetics: Health Implications of Dietary Fiber. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, 115(11), 1861–1870.
http://www.arizonadigestivehealth.com/wp-content/uploads/2013/07/gas-prevention-diet.pdf
http://www.yankes.kemkes.go.id/read-diet-lambung-revisi-4250.html
Terimakasih saudari Stefani atas jawaban dan referensinya, salam sehat dari kelompok 3.4. :)
DeleteTerimakasih kelompok 3.6
ReplyDeleteIzin bertanya bila pada makalah atlet dianjurkan untuk meminum minuman isotonis untuk membantu penyerapan air dan gula. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara performa antara atlet voli yang tidak mengkonsumsi minuman isotonis dan mengkonsumsi minuman isotonis ? Terimakasih.
Ijin menjawab. Terimakasih atas pertanyaan yang bagus mas dennis.
DeleteSaya Rahadian(41160090)
Utk perbedaan ada namun tidak signifikan. Tks
terima kasih Yulius Dennis atas pertanyaannya, saya Stefani oktavia (41160082) izin menambahkan jawaban dari saudara Rahadian Bagus, dari sumber yang saya dapat juga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perfoma dari atlet dengan konsumsi minuman isotonis (Demirhan et al., 2015).
DeleteNamun berdasarkan teori, Pelatihan yang efisien dan pemulihan yang lebih cepat adalah faktor penting yang memengaruhi performa dalam berolahraga. Konsumsi cairan sebelum, selama dan sesudah kompetisi dapat membantu membuat atlet lebih cepat dan menghilangkan kelelahan. Minuman olahraga seperti minuman isotonis dapat menurunkan tekanan osmotik sehingga penyerapan air di usus menjadi lebih cepat yang akan mempercepat pemulihan dari atlet tersebut.
sumber:
Colakoglu, F. F., Cayci, B., Yaman, M., Karacan, S., Gonulateş, S., Ipekoglu, G., & Er, F. (2016). The effects of the intake of an isotonic sports drink before orienteering competitions on skeletal muscle damage. Journal of Physical Therapy Science, 28(11), 3200–3204.
Demirhan, B., Cengiz, A., Gunay, M., Türkmen, M., & Geri, S. (2015). The effect of drinking water and isotonic sports drinks in elite wrestlers. Anthropologist, 21(1–2), 213–218.
Orrù, S., Imperlini, E., Nigro, E., Alfieri, A., Cevenini, A., Polito, R., Daniele, A., Buono, P., & Mancini, A. (2018). Role of functional beverages on sport performance and recovery. Nutrients, 10(10), 1–21.
Terimakasih mbak stevani atas tambahannyaa 🙏🏻
DeleteInformasi yang di sampaikan sudah cukup jelas,di sini saya Sinta Shakuntala (41160100) ingin bertanya,pada penjelasan di sampaikan bahwa yodi menyukai makanan pedas,apakah konsumsi makanan pedas ini berpengaruh terhadap performanya sebagai atlet ?? Terimakasih
ReplyDeleteShitan sakunthala terumakasih atas peranyaaanya..
DeleteUtnuk pengaruh pada permorma atlit saya menyatakan bisa ya dan tidak terhadap performa atlet. Tapi mungkin dari makanan yang pedas bisa menyebabkan atlet dakit perut yang mengakibatkan adanya penurunan konsentrasi. Jadi jika ada pengaruh jawabanya bisa ya ataupun tidak tergantung mental dan kondisi atlet menghadapi rasa sakit perut itu sendiri.
Terima kasih Shinta Shakuntala atas pertanyaan yang diberikan, Saya Gianna Tangkilisan (41160072) izin menambahkan jawaban dari Rahadian Bagus. Dari sumber yang saya baca konsumsi makanan pedas dapat berpengaruh pada performa Yodi sebagai atlit. Terlebih jika dikonsumsi pada pra-pertandingan (3-4 jam sebelum pertandingan) hal ini dapat memicu timbulnya masalah pada pencernaan atlit sehingga dapat menurunkan performasnya pada saat pertandingan. Pada menu saat latihan kami tetap memberikan makanan pedas dengan porsi yang sedikit tentunya mengingat Yodi suka pada makanaan pedas.
DeleteRismayanthi, C., 2015. Sistem Energi dan Kebutuhan Zat Gizi yang Diperlukan untuk Peningkatan Prestasi Atlet. Jurnal Olahraga Prestasi (JORPRES).
This comment has been removed by the author.
DeleteHalo,Sinta! Terimakasih atas pertanyaanya ya. Saya Yediva (41160042) akan menambahkan penjelasan dari Diana dan Gianna teman kelompok saya.
DeleteMemang di dalam makanan pedas dari cabai terkandung zat bernama capsaicin (CAP). Beberapa peneliti sudah melakukan penelitian mengenai CAP ini, dan memang CAP ini diketahui memiliki efek yang bagus untuk meningkatkan metabolisme oleh mitokondria dengan mengaktifkan TRPV1 (transcient receptor potential vanilloid 1) yang akan meningkatkan metabolisme energi dan daya tahan dengan pengaturan PGC-1 alfa(peroxisme proliferator activated receptor gama coactivator 1 alfa) di otot-otot skeletal.
Nah, pertimbangan kami tidak memasukkan menu pedas kedalam menu untuk Atlet Yodi karena ada pula risiko-risiko yang dapat muncul akibat makan pedas bagi Atlet diantaranya dehidrasi , kandungan CAP bisa berefek pada peningkatan suhu tubuh sehingga tanpa makan pedas saja pasti tubuh sudah berkeringat setelah olahraga, maka makan pedas akan membuat tubuh kehilangan banyak cairan lewat keringat ,apabila sampai dehidrasi berat akan membuat lemas hingga hilang kesadaran, selain itu Atlit Yodi juga ada riwayat maag sehingga akan dapat memicu reflux asam lambung hingga menyebabkan dada terasa nyeri dan dapat pula menajdi diare karena CAP ini tdk mudah dicerna oleh tubuh dan bisa mengakibatkan iritasi sehingga sebelum dicerna dengan sempurna sudah keluar dulu. Tentunya risiko-risiko ini akan mengganggu Yodi bila terjadi saat dia bertanding kan ya hehe jadi walaupun Yodi suka makan pedas tetap harus mau patuh demi kesehatannya saat pertandingan Voli nanti. Terimakasih Sinta, Tuhan memberkati :)
Janssens PL, Hursel R, Martens EA, Westerterp-Plantenga MS
PLoS One. 2013; 8(7):e67786.
Lotteau S, Ducreux S, Romestaing C, Legrand C, Van Coppenolle F
PLoS One. 2013; 8(3):e58673.
Selamat malam kelompok 3.6, terimakasih atas informasinya. Saya Regina Jade (41160094) ingin menanyakan, mengapa atlet voli putra ini diberi karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi dan bukan yang indeks glikemiknya (IG) rendah? Mengingat yang pernah saya baca dengan mengkonsumsi karbohidrat dengan IG rendah sebelum bertanding, glukosa ekstra akan tersedia sampai akhir pertandingan karena glikogen otot disimpan secara perlahan pada IG rendah dan mampu meningkatkan daya tahan. Atau mungkin apakah ada pertimbangan lain mengapa dipilih menu IG tinggi tersebut? Terimakasih
ReplyDeleteTerimakasih atas pertanyaannya Regina, saya Michael Sinarta (41160039) ijin menjawab, kami memilih menu ini dengan pertimbangan sebagai menu makan saat latihan karena pola latihan untuk atlet voli cukup berat sehingga membutuhkan sumber energi yang cukup banyak, selain itu waktu pertandingan juga cukup jauh jadi apabila sudah dekat-dekat dengan waktu pertandingan kami akan mengubahnya ke makanan dengan IG rendah.
DeleteThis comment has been removed by the author.
DeleteTerima kasih atas pertanyaannya saudari Regina, perkenalkan saya Gianna Tangkilisan (41160072) izin menambahkan jawaban dari teman saya Michael Sinarta. Menu dengan IG yang tinggi kami berikan sebelum latihan dengan pertimbangan bahwa makanan dengan IG tinggi dapat dengan cepat diserap dan dengan cepat melepaskan gula ke dalam aliran darah sehingga pada saat mulai latihan atlet sudah memiliki sumber energi yang cukup. Akan tetapi kami juga memberikan makanan dengan IG tinggi untuk mengisi kembali cadangan glikogen setelah berolahraga.
DeletePertimbangan lainnya kenapa kami tidak memberikan makanan dengan IG rendah pada sebelum latihan adalah pada makanan dengan IG rendah seperti oatmeal dengan stoberi atau buah-buahan dan makanan yang tinggi serat dapat menyebabkan gangguan pencernaan salah satunya peningkatan produksi gas yang mana ini dapat berisiko pada Yodi yang memiliki riwayat Maag.
Terima kasih
Muth, N. D., 2015. Sports Nutrition for Health Professionals. Philadelphia: Quincy McDonald.
Selamat subuh kelompok 1.6, saya Deddy Cervin J.H dari kelompok 3.2
ReplyDeletePada bagian kebutuhan energi, energi untuk latihan. Saya melihat ada typo sedikit.
Typo tersebut apakah mempengaruhi dari keseluruhan kalori pasien atau tidak ?
Terima kasih
Terimakasih atas masukannya mas cervin.. akan kami perbaiki di kemudian hari 🙏🏻🇮🇩 Typo tsb di mempengaruhi hanya saja bisa menjadi miskonsepsi... 🙏🏻
DeleteAkhir kata saya ingin mengucapkan kepada saudara cervin ,
tak ada gading yang tak retak, tidak ada satupun yang sempurna. Kecuali Tuhan yang Maha Kuasa.
Mohon maaf atas typonya dan terimakasih atas koreksinya 🙏🏻🇮🇩
terima kasih atas pertanyaannya saudara Deddy Cervin, perkenalkan saya Stefani (41160082) izin menanggapi pertanyaan saudara. mohon maaf, memang benar terdapat kesalahan pengetikan kebutuhan energi dari atlet dan sudah kami perbaiki. angka tersebut tentu saja mempengaruhi kebutuhan kalori dari atlet, namun karena perbedaan jumlah kalori harian yang tidak berubah jauh serta kebutuhan kalori harian dari menu yang telah disusun masih mencukupi , kami dari kelompok 3.6 hanya merevisi perhitungan total kebutuhan kalori harian dan persentase pemenuhan saja. terima kasih
DeleteMinuman isotonik seperti apa yang dapat diberikan kepada yodi? Tolong dapat diberikan contohnya. Dan apakah seseorang yang memiliki riwayat penyakit magh diperbolehkan untuk makan buah yang asam dan minum susu?
ReplyDeleteterima kasih atas pertanyaan saudara, perkenalkan saya Stefani Oktavia (41160082) ingin menanggapi pertanyaan saudara.
Delete- kelompok kami memilih minuman isotonik Pocari sweet dengan ukuran 350 ml yang dapat dilihat pada postingan "Menu Atlet Voli putra (Kelompok 3,6)) .
- seseorang yang memiliki riwayat penyakit maag perlu membatasi konsumsi makanan yang asam karena dapat meningkatkan asam lambung.
- dari sumber yang saya dapat mengatakan risiko gastritis lebih besar terjadi pada seseorang yang memiliki kebiasaan sering mengonsumsi susu , namun bukan berarti bahwa kebiasaan konsumsi susu merupakan hal berbahaya yang harus dihindari. mengingat susu juga memiliki kandungan gizi yang baik. Kandungan protein yang tinggi pada susu tersebut menyebabkan minuman bergizi ini sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makan utama atau makanan berat lain yang juga berprotein tinggi, sebab hal tersebut akan memicu produksi asam lambung berlebihan yang diperlukan untuk mencerna setiap molekul protein. Sehingga saat mengonsumsi susu tidak dilakukan bersamaan dengan jam makan utama
sumber:
Akhondi-Meybodi, M., Aghaei, M. A., & Hashemian, Z. (2015). The role of diet in the management of non-ulcer dyspepsia. Middle East journal of digestive diseases, 7(1), 19–24.
Arikah, N., & Muniroh, L. (2015). Riwayat Makanan Yang Meningkatkan Asam Lambung Sebagai Faktor Risiko Gastritis. Gizi Indonesia, 38(1), 9.
Halo teman-teman, saya debora (41160027), ingin bertanya:
ReplyDeleteMengapa pada menu yang disusun lebih banyak sumber protein dari hewani? Apa pertimbangannya?
Terimakasih.
Halo,Debora! Terimakasih buat pertanyaannya yaa…
DeleteSaya Yediva (41160042) akan menjawab. Sebelumnya ada beberapa pengukuran protein untuk menilai kualitas protein tersebut diantaranya protein efficiency ratio, biological value, net protein utilization dan protein digestibility corrected amino acid score. Kualitas ini mengacu pada ketersediannya asam amino yang disuplai dan juga pertimbangan bagaimana protein yang terbaik itu tercerna. Nah, dari beberapa jurnal menyebutkan bahwa semua sumber protein hewani dianggap protein lengkap yang mana mengandung semua asam amino essensial (misal telur,susu,daging,ikan) sedangkan protein nabati dianggap tidak lengkap karena kurang satu atau dua asam amino essensial sehingga dibutuhkan menu kombinasi tambahan yang tepat sehingga protein nabati akan dapat memberikan manfaat yang sama seperti protein yang bersumber dari hewani. Terimakasih, Tuhan memberkati :)
J Sports Sci Med. 2004 Sep; 3(3): 118–130.
Published online 2004 Sep 1.
PMCID: PMC3905294
PMID: 24482589
International Society of Sports Nutrition Symposium, June 18-19, 2005, Las Vegas NV, USA - Symposium - Macronutrient Utilization During Exercise: Implications For Performance And Supplementation
Halo teman-teman, saya debora (41160027), ingin bertanya:
ReplyDeleteMengapa pada menu yang disusun lebih banyak sumber protein dari hewani? Apa pertimbangannya?
Terimakasih.
halo debora, jawabannya sudah dijawab yeye diatas ya. terima kasih :)
DeleteSelamat malam teman2 kelompok 3.6, Saya Mega Indahsari (41160076)
ReplyDeleteterima kasih atas sharing informasinya, makalahnya sangat baik dan cukup mudah dipahami.
Saya pernah membaca sumber yang menyatakan kalau "makan berat" direkomendasikan dikonsumsi 2-4 jam sebelum latihan dan "makanan kecil" 1-2jam sebelum latihan.
Apakah menurut teman-teman pengaturan jam makan dan jenis makanan yang diberikan (berat+ringan) tidak terlalu mepet dengan jam latihan ke-1 dan ke-3?
Apakah dalam durasi 1 jam atau kurang makanan sudah dicerna dengan baik? lalu apakah mungkin timbul gangguan pencernaan saat latihan karena masih terlalu kenyang?
terima kasih ^^
selamat pagi Mega, terima kasih atas pertanyaanya. Saya Stefani Oktavia(4116002) izin menjawab pertanyaan saudara.
DeleteBerdasarkan sumber yang saya dapat jadwal makan pre-event untuk atlet bisa 2-4 jam sebelum kompetisi bertujuan untuk memberi waktu bagi perut untuk mengosongkan perut. Serta untuk kegiatan pagi 2-3 jam sebelum kegiatan dan snack 1-2 jam sebelum kegiatan. makanan yang kami pilih juga adalah makanan tinggi karbohidrat dan rendah leak sehingga lebih mudah untuk dicerna dan sudah mempertimbangkan porsinya agar tidak terlalu kenyang.
Australia, S. D. (2009). Eating and Drinking Before Sport Smart pre-exercise eating ideas Body Composition. 03.
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMenurut anda apa protein yg baik untuk para atlet voli ? Protein hewani atau nabati ?
ReplyDeleteselamat pagi amel, terima kasih atas pertanyaannya. menurut sumber yang saya baca Atlet sangat dianjurkan untuk mengonsumsi sumber protein yang berasal dari hewani
Deletedan nabati. Dikarenakan dua jenis protein tersebut memiliki jenis asam amino esensial pembatas yang berbeda. Sehingga, bila mengonsumsi kedua protein tersebut bersama-sama, maka kekurangan asam amino dari satu protein dapat ditutupi oleh asam amino sejenis yang berlebihan pada protein lain. Dua protein tersebut saling mendukung sehingga mutu gizi dari campuran menjadi lebih tinggi daripada salah satu protein itu.
sumber:
Banta-bantaeng, K. (2011). PENCEGAHAN CEDERA OLAHRAGA BAGI ATLET MELALUI NUTRISI Rusli. Ilara, 11, 78–87.
http://staffnew.uny.ac.id/upload/198405212008121001/penelitian/manfaat-protein-untuk-perkembangan.pdf
Selamat pagi, siang, atau malam teman-teman semua.
ReplyDeleteApakah dokter spesialis kesehatan olahraga boleh memberi suplemen tambahan seperti vitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan gizi pemain voli? Diluar anjuran menu makanan yang di ajukan.
Kalau boleh suplemen apa yang dapat diberikan? dan jumlah pemberiannya seberapa banyak?
Terima kasih. Salam sehat!
Halo! Terima kasih atas pertanyaannya. Perkenalkan saya Gianna Tangkilisan (41160072) ya, dokter spesialis olahraga dapat memberi suplement tambahan seperti vitamin maupun mineral. Akan tetapi dalam pemberiannya perlu ada pertimbangan sebelumnya. Vitamin sendiri merupakan unsur biokimia yang dibutuhkan tubuh dalam porsi yang sangat kecil untuk bisa sehat dan mencapai performa terbaik secara atletik. Vitamin tentu sangat penting bagi tubuh karena tubuh tidak dapat memprosesnya sendiri. Idealnya vitamin harus didapatkan dari makanan yang dikonsumsi, tapi jika kebutuhan vitamin dari makanan tidak cukup maka akan dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen seperti vitamin ini juga berlaku untuk mengonsumsi suplement mineral. Ada banyak suplemen yang dapat diberikan, contohnya vitamin c dan besi.
DeleteDalam beberapa penelitian, vitamin C tidak membuat perbedaan, tetapi dalam studi lain, 500 mg / hari atau lebih vitamin C dikonsumsi satu atau dua minggu sebelum dan setelah extended endurance competition.
Untuk pemberian suplement besi harus disesuaikan dengan usia atlit tersebut. Jumlah zat besi yang direkomendasikan dalam sehari adalah 11 miligram untuk remaja pria, 15 miligram untuk remaja wanita, 8 miligram untuk pria hingga usia 50 tahun, 18 miligram untuk wanita hingga usia 50 tahun, dan 8 miligram untuk orang dewasa yang lebih tua.
Quinn, E. Verywell Fit (2019). An Overview of Sports Medicine.
National Institutes of Health (2017). Dietary Supplements for Exercise and Athletic Performance Fact Sheet for Consumers
Halo teman2 kelompom 3.6, apakah pemberian buah-buahan yang mengandung vitamin tidak berpengaruh terhadap atlet yang memiliki riwayat sakit maag ? Mengapa pemberian makanan berat diberikan 2 jam sebelum latihan ?
ReplyDeleteRambu Imel - 411600ir
*84
DeleteHalo Imel! Terima kasih atas pertanyaannya, perkenalkan saya Gianna Tangkilisan (41160072) akan mecoba menjawab. Pada individu yang memiliki riwayat maag, tentunya pemilihan konsumsi buah menjadi perhatian penting karena jika salah dalam memilih buah maka akan berakibat buruk bagi individu. Beberapa buah yang dapat mengiritasi lambung yaitu buah yang asam seperti jeruk sehingga untuk konsumsi buah dapat diganti dengan buah yang rendah asam seperti stroberi maupun wortel seperti yang kami anjurkan pada menu sehingga kebutuhan akan vitamin tetap terpenuhi.
DeleteTerkait pemberian makanan berat yang diberikan 2 jam sebelum latihan. Memang dianjurkan untuk makan berat dilakukan 3-4 jam sebelum memulai latihan. Pertimbangan kenapa makanan berat diberikan 2 jam sebelum latihan adalah supaya atlit mempunyai bahan bakar yang cukup untuk latihan pagi karena dapat berbahaya jika atlit latihan dengan perut kosong. Didukung juga oleh kondisi yang ada, baik itu pada masa latihan atau masa pertandingan. Pada masa latihan atlit masih memungkinkan untuk mengonsumsi 'pregame meal' langsung sesuai kebutuhan.
Semoga penjelasan ini dapat membantu, Terima kasih
Turnbull, C. Volleyball and Beach Volleyball Eating For Your Sport. 2014. [Online] Available at : https://www.nestle.co.nz/sites/g/files/pydnoa371/files/asset-library/documents/nutrition%20advice%20sheets/volleyball%20-%20manaia%20harris.pdf [ Accessed 28 April 2020]
Norman, A., 2020. What to Eat if You Have Gastritis Dietary Recommendations for Better Management, s.l.: Dotdash.
Rismayanthi, C., 2015. Sistem Energi dan Kebutuhan Zat Gizi yang Diperlukan untuk Peningkatan Prestasi Atlet. Jurnal Olahraga Prestasi (JORPRES).
Terima kasih atas penjelasan lewat tulisan ini.
ReplyDeleteSaya Megumi, saya ingin bertanya apakah ada perbedaan gizi antara atlet voli putra dan atlet voli putri? Jika ada tolong dijelaskan
Terima kasih
Ya, terspat perbedaan gizi antara atlet voli putra dan putri ( lebih banyak gizi atlet voli putra karena perbedaan struksut anatomi, masa otot, dan lain sebagainya ) dan juga tergantung dari indeks masa tubuh tiap atlet itu sendiri.
DeleteTerdapat typo .
DeleteHalo saudari Megumi! Perkenalkan saya Gianna Tangkilisan (41160072) Tentu ada pebedaan antara gizi untuk atlet voli putra dan atlet voli putri. Perbedaan ini ada pada saat penghitungan kebutuhan energi dimana perempuan cenderung membutuhkan energi yang lebih sedikit. Hal lain yang mempengaruhi kebutuhan gizi atlet adalah tinggi badan, berat badan, lemak tubuh, massa otot, kapasitas aerobik atau ambang batas aerob sebagai akibat dari perbedaan genetik dan hormal.
DeleteSemoga penjalasan ini dapat membatu, Terima kasih!
Depkes, 2000. Pedoman Pelatihan Gizi Olahraga Untuk Prestasi. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia .
Thibault, Valerie; et al. 2020. Women and men in sport performance: The gender gap has not evolved since 1983. Journal of Sports Science and Medicine 9, 214-223
Terimakasih atas informasinya kelompok 3.6
ReplyDeleteSaya Febrina (4116006) dari kelompok 3.5
Saya ingin bertanya 2 hal :
1) pada penyusunan menu diatas, dituliskan menggunakan nasi putih. Mengapa teman-teman lebih memilih nasi putih dibandingkan nasi merah atau nasi jenis lain?
2) pada menu juga terdapat penggunaan minyak kelapa dan margarin, yang mana kita tahu bahwa kedua minyak tersebut termasuk kedalam lemak jenuh. Kira-kira apa pertimbangan teman-teman lebih memilih menggunakan lemak jenuh dibandingkan lemak tidak jenuh?
Terimakasihh
Halo Febri! Terima kasih atas pertanyaannya.
DeletePerkenalkan saya Gianna Tangkilisan (41160072). Terkait pemilihan nasi putih dibanding nasi merah atau nasi jenis lain, salah satu pertimbangan kami adalah nasi putih merupakan sumber karobohidrat yang diketahui memiliki indeks glikemik yang tinggi dibanding kan nasi merah. Karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi dapat dengan cepat diserab oleh tubuh sehingga menyebabkan lonjakan glukosa darah dan insulin sebagai sumber bahan bakar/pengganti cadangan. Sedangkan karbohidrat dengan indeks glikemik rendah lebih lambat diserap dan menyebabkan peningkatan glukosa dan insulin yang jauh lebih kecil dan secara bertahap.
Untuk pemilihan sumber lemak salah satu pertimbangannya adalah
pada margarin saat ini sudah "trans-fat free" atas keputusan Food and Drug Administration tahun 2013 sehingga dapat diyakini penggunaannya aman pada atlet. Minyak kelapa yang merupakan lemak jenuh kami berikan dalam porsi kecil sehingga tidak membawa risiko buruk. Pada penelitian adaptasi metabolik terjadi sebagai akibat dari pengisian bahan bakar tinggi lemak, sehingga ini mempunyai dampak yang signifikan bagi atlet yang membutuhkan ketahanan otot seperti voli.
Semoga penjelasan ini dapat membantu, Terima Kasih :)
Muth, N. D., 2015. Sports Nutrition for Health Professionals. Philadelphia: Quincy McDonald.
USADA. 2020. NUTRITION GUIDE FUELING FOR PERFORMANCE. U.S. Anti-Doping Agency
Selamat malam kelompok 3.6, saya Umbu Muri 41160003 ingin bertanya. Selain diberikan menu-menu sebagai kebutuhan gizi, apakah perlu atlit ini diberikan suplemen tambahan? Kalau iya mengapa? Dan kalau tidak mengapa? Terima kasih
ReplyDeleteHalo saudara Umbu Muri! Terima kasih atas pertanyaannya. Perkenalkan saya Gianna Tangkilisan (41160072) untuk pemberian suplemen tambahan tidak kami anjurkan pada Yodi sebagai atlit voli. Pertimbanganya adalah bahwa suplemen tidak dapat menggantikan diet yang sehat, pada menu, kami sudah menyusun menu yang sesuai dengan kebutuhan makronutrien dan juga mikronutrien. Oleh sebab itu kami tidak memberikan suplemen tambahan bagi Yodi. Sebagai informasi mungkin diluar sana banyak yang mengklaim bahwa produk suplemen dapat meningkatkan kekuatan atau daya tahan, membantu mencapai tujuan kinerja lebih cepat, atau meningkatkan toleransi untuk pelatihan yang lebih intens. Tetapi efeknya pada tubuh dapat berbeda-beda pada setiap orang, ada yang mungkin tidak memberikan efek bahkan mungkin berbahaya.
DeleteSemoga penjelasan ini bisa membantu, Terima kasih :)
National Institutes of Health (2017). Dietary Supplements for Exercise and Athletic Performance Fact Sheet for Consumers
Dari informasi yang disampaikan, ada beberapa yang saya tanyakan :
ReplyDelete1. pada penjelasan pertanyaan no 1 dari rasionalisasi kelompok ini, sepertinya ada kalimat yang tidak lengkap.
"Tubuh mengandung lebih dari 60% (?) dan otot bergantung pada air agar dapat berfungsi dengan baik. Jika tubuh sampai mengalami dehidrasi, efeknya dapat memakan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk pulih. Sehingga akan performa latihan.(?) Perhitungan kebutuhan air akan dibahas pada nomor berikut(?)"
Bisakah dilengkapi ? sehingga yang membaca dapat memahami maksud penjelasan teman-teman kelompok 3.6
2. Pada menu B apakah hanya buah alpukat saja yang boleh diberikan ? apakah boleh mengganti buahnya ? dan kira-kira buah apa yang cocok ?
3. dengan riwayat sakit maag, mengapa menu dibuat dengan mengurangi makanan berserat bukan mengurangi makanan pedas sebagai pantangannya selama persiapan turnamen hingga selesai turnamen ? Padahal makanan berserat dapat membantu proses BAB menjadi lancar.
Terimakasih
Halo Yohana Ratih! Terima kasih atas pertanyaannya. Perkenalkan saya Gianna Tangkilisan (41160072) akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan.
Delete1. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, akan saya bantu lengkapi "Tubuh mengandung lebih dari 60% air dan otot bergantung pada air agar dapat berfungsi dengan baik. Jika tubuh sampai mengalami dehidrasi, efeknya dapat memakan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk pulih. Sehingga akan performa latihan dapat menurun. Perhitungan kebutuhan air akan dibahas pada nomor berikut" --> perhitungan air dijelaskan pada nomor 4
2. Tentu tidak hanya alpukat saja yang boleh diberikan, pilihan ini optional jenis buat dapat diganti. Tetapi perlu diingat bahwa Yodi memiliki riwayat maag sehingga harus menghindari buah yang dapat mengiritasi lambung seperti pada buah yang asam (mis. jeruk). Buah yang disarankan adalah buah yang rendah asam seperti stroberi maupun wortel.
3. Dalam hal ini makanan dengan serat tinggi merupakan salah satu produsen gas dalam saluran pencernaan. Dimana bakteri di usus besar menghasilkan gas dengan menghancurkan dan memfermentasi makanan yang dapat sepenuhnya dicerna yaitu makanan dengan tinggi serat. Produksi gas ini memberikan dampak yang buruk bagi individu dengan riwayat maag. Tentunya makanan pedas diberikan dalam porsi yang sangat sedikit agar tidak menyebabab peradangan yang berlebihan, iritasi membran mukosa dan sekresi lambung yang berlebihan dan melukai lapisan mukosa lambung. Pemberian makanan pedas ini ditujukan untuk menjaga nafsu makan dari atlet.
Clinic, M., 2020 . Belching, gas and bloating: Tips for reducing them. Retrieved April 29, 2020, from mayoclinic,org: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/in-depth/gas-and-gas-pains/art-20044739 [ Accessed 2 May 2020]
Trial, E. o. H.-F. D. a. M. o. B. F. F. t., 2020. Mingyu Zhang; Stephen P. Juraschek; Lawrence J. Appel; Pankaj Jay Pasricha; Edgar R. Miller III; Noel T. Mueller. Clinical and Translational Gastroenterology, XI(1), pp. 1-8.
Lampus, B. S. & Sapulete, M., 2014. THE RELATIONSHIP BETWEEN EATING HABITS WITH THE GASTRITIS AT THE MEDICAL FACULTY LEVEL OF STUDENT 2010 SAM RATULANGI UNIVERSITY MANADO. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik, II(2), pp. 49-57.
Terima kasih untuk informasinya. Saya ingin bertanya mengenai postingan penyusunan kebutuhan makronutrien yang dalam hal ini ditujukan kepada atlet voli. Apa yang menjadi alasan penentuan persentase kebutuhan makronutrien baik karbohidrat, protein dan lemak dari kebutuhuan energi total seperti yang tertera penghitungan kebutuhan makronutrien pada atlet voli tersebut? Terima kasih
ReplyDeleteHalo Widyarti! Terima kasih atas pertanyaannya. Perkenalkan saya Gianna Tangkilisan (41160072) mecoba untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Sebelumnya disini saya paparkan kembali presentasi makronutrien dari Yodi. Karbohidrat 65%, Protein 15%, Lemak 20%. Dari sumberkami presentasi karbohidrat yang dianjurkan adalah 65-70% untuk atlet dengan latihan yang berat. Alasan kami memilih 65% karena Yodi memiliki 3x jadwal latihan dalam sehari dengan durasi 2 jam dan disela-sela jadwal latihan tersebut diselipkan makanan berat maupun makanan ringan. Presentase protein 15% kami gunakan sesuai dengan panduan, dimana untuk memenuhi energi yang cukup untuk latihan pembentukkan otot makanan harus mengandung 15% dari total energi. Kemudian untuk presentase pada panduan dianjurkan lemak 20-25%, kami memilih 20% dengan pertimbangan untuk mengurangi konsumsi lemak dari atlit.
DeleteSemoga penjelasan ini dapat membantu. Terima kasih :)
Depkes, 2000. Pedoman Pelatihan Gizi Olahraga Untuk Prestasi. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia .
terima kasih atas jawabannya Gianna
DeleteTerima kasih kembali, Widy! Semoga bermanfaat
DeleteSelamat malam saya Evinola Windy 41160075, dari kelompok 3.1, hendak bertanya, dikatakan bahwa atlet memiliki maag, namun suka makan pedas, dan saya lihat di menu banyak sekali yang menggunakan cabai, bukan kah seharusnya membuat menu yang minim pedas? meskipun atlet menyukai pedas, karena menurut penelitian yang saya baca dan pengalaman yang saya alami (memiliki maag) makanan pedas justru memicu untuk maag itu kambuh. Atau adakah alasan kalian memberikan cabai selain atlet menyukai pedas? terimakasih.
ReplyDeleteSumber penelitian yang saya baca : https://media.neliti.com/media/publications/7068-ID-deskripsi-pola-makan-penderita-maag-pada-mahasiswa-jurusan-kesejahteraan-keluarg.pdf
selamat malam Evinola Windy terima kasih atas pertanyaannya. Saya Stefani Oktavia(41160082) ijin menjawab pertanyaan saudara. memang benar bahwa makanan pedas dapat memicu maag itu kambuh dikarenakan produksi asam lambung yang menjadi tidak terkontrol. Alasan kami tetap memberikan Atlet makanan yang pedas seperti cabe pada menu makan atlet memang dikarenakan karena atlet menyukai makanan yang pedas. Sehingga untuk menjaga nafsu makan atlet kami tetap memberikan makanan kesukaannya namun porsinya dibatasi sehingga, harapannya walaupun atlet memakan makanan kesukaannya, atlet tidak mendapatkan efek samping yang tidak diinginkan. terima kasih
Deletesumber:
Sekunda, M. S., Doondori, A. K., Pacifica, Y., & Paschalia, M. (n.d.). The Food Factor Toward The Occurence Of Gastritis In Ende Regency, East Nusa Tenggara Province, Indonesia. 205–212.
Selamat malam teman-teman kelompok 3.6, Terimakasih untuk informasi gizi nya, sangat menarik ...
ReplyDeleteSaya Ni Nyoman Widya Kusuma (41160070) dari kelompok 2.1 ingin bertanya terkait alasan pemilihan menu Fuyunghai dan terong pedas campur dalam menu makan malam pada menu diet B.
Disana tertera penggunaan minyak inti kelapa sawit sebanyak 1sdt. Namun, sepengetahuan saya, untunk membuat fuyunghai dengan isian daging ayam, wortel, daun bayam sepertinya tidak cukup hanya dengan 1sdt minyak, sementara membuat 1 telor ceplok saja membutuhkan minyak 1sdt juga. Berkaitan dengan hal tsb, apabila membuat fuyunghai tentu membutuhkan komposisi minyak kelapa sawit yang lebih banyak. Jika benar demikian, maka jumlah lemak yang dikonsumsi tentu akan bertambah cukup signifikan.
Kemudian, untuk memasak terong pedas campur apakah cukup dengan mencampurkan semua bahan tanpa menggunakan air atau minyak? apakah teman-teman akan membuat nya dengan cara digoreng atau direbus atau dibakar atau dikukus atau kering seperti roti (toast)?
Berkaitan dengan 2 menu tersebut apabila teman-teman akan menambahkan minyak untuk mengolahnya, apakah konsumsi lemak dalam menu makan malam itu tidak berlebihan? Mengingat 1 jam kemudian atlet akan melakukan latihan.
Mohon penjelasannya, terimakasih.
Terimakasih Widya atas pertanyaannya, saya Michael (41160039) ijin menjawab, jadi untuk mengolah fuyunghay kami mengakalinya dengan menggunakan panci anti minyak yang dimana pada saat proses menggoreng meminimalisir penggunakan minyak tapi hasil makanannya tetap matang, untuk menu terong pedas campur kami menggunakan sangat sedikit minyak untuk menggoreng cabenya jadi kami tidak memasukannya dimenu dan untuk sayuran lain seperti membuat toast menggunakan panci
DeleteHalo teman-teman, terima kasih untuk informasinya. Saya Frilla ingin menanyakan terkait dengan latihan 3 kali sehari. Dengan adanya 3 kali latihan pada satu hari, apakah tidak sebaiknya ditambahkan suplemen dan vitamin ?
ReplyDeleteApa yang menjadi pertimbangan teman-teman jika memberikan suplemen dan apa yang menjadi pertimbangan jika tidak diberikan suplemen?
Terima kasih
Terimakasih Frilla atas pertanyaannya, saya Michael Sinarta (41160039) ijin menjawab, menurut Molinero, makanan dengan gizi seimbang, tidur yang cukup serta kondisi mental yang baik sudah cukup dalam menjaga kondisi atlet. Selain itu menu yang kami buat juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan energi dan nutrisi atlet yang dibutuhkan selama menjalani ke 3 sesi latihan tersebut. adapun pertimbangan kami untuk tidak memberikan suplemen antara lain:
Delete- menu makanan sudah memenuhi kebutuhan gizi atlet
- menekan biaya yang dibutuhkan untuk membeli suplemen
- efek samping dari suplemen itu sendiri: beberapa suplemen dapat mempengaruhi proses absorpsi kandungan lain, apabila tidak cocok dengan atlet dapa menimbulkan efek seperti mual dan muntah. dan juga mengurangi efek kelebihan vitamin (vitamin overdose) akibat konsumsi suplemen.
sumber:
Molinero, 2009, Use of nutritional supplements in sports: risks, knowledge, and behavioural-related factor, University of león, Spain
Terima kasih atas informasinya kakak-kakak kelompok 3.6. Saya Tabitha ingin bertanya mengenai Yodi yang memiliki riwayat penyakit maag dan disarankan untuk menghindari makanan berserat, namun Yodi juga direkomendasikan untuk mengkonsumsi snack berupa crackers dan buah-buahan. Sedangkan sepengetahuan saya crackers dan buah-buahan termasuk makanan yang tinggi serat, lalu apakah perlu crackers dan buah-buahan diganti dengan makanan lain sebagai snack? Jika perlu makanan apa yang bisa digunakan sebagai pengganti snack crackers dan buah-buahan? Jika tidak perlu mengapa?
ReplyDeleteTerima kasih
This comment has been removed by a blog administrator.
DeleteTerimakasih Tabitha atas pertanyaanya, saya Michael Sinarta (41160039) akan menjawab, untuk orang-orang dengan riwayat penyakit maag lebih dianjurkan untuk makan-makanan berserat dan sayuran karena dapat membantu menekan gejala dan simtom yang dialami dan bahkan mengurangi risiko terjadinya kanker lambung, adapun makanan yang dihindari yaitu makanan yang tinggi lemak karena dapat mempengaruhi motilitasi lambung dan mempercepat pengosongannya, meningkatkan produksi asam lambung yang menyebabkan maag tersebut muncul, dan itulah menjadi alasan untuk kami mengutamakn konsumsi serat bagi Yodi.
DeleteSumber: Choi MK, Kang MH, Kim MH. Dietary intake assessment and biochemical characteristics of blood and urine in patients with chronic gastritis. Clin Nutr Res. 2015;4(2):90‐96. doi:10.7762/cnr.2015.4.2.90
Mau bertanya terkait latihan. Latihan 1,2, dan 3 apakah sama? apakah tidak terlalu capai bagi atlit.
ReplyDeleteSerta untuk makan malam dengan latihan 3 jarak hanya 1 jam. Apakah hal tersebut tidak terlalu dekat / berisiko timbul sesuatu terhadap atlit?
Halo Arsenius! Terima kasih atas pertanyaannya. Perkenalkan saya Gianna Tangkilisan (41160072). Terkait latihan 3x sehari dengan durasi 2 jam yang diberikan sudah sesuai dengan pedoman program latihan bola voli yang kami gunakan. Jika dulu 2x latihan sehari dengan durasi 3-4 jam, sekarang menjadi 3x latihan dengan durasi 2 jam. Latihan dua jam punya kosekuensi menjadi lebih padat, intensitas scra keseluruhan lebih tinggi, sehingga sistem energi banyak menggunakan karbohidrat. Oleh sebab itu pada pilihan menu kami memberikan beberapa makanan tinggi karbohidrat agar atlet mempunya cadangan energi yang cukup. Dan karena frekuensi 3x seminggu perlu adanya pemulihan sehari penuh libur tidak latihan bagi atlit, sehingga jadwal latihan menjadi senin, rabu, jumat.
DeleteTerkait makan malam yang jaraknya 1 jam sebelum latihan kami pertimbangkan agar latihan tidak selesai terlalu malam dan agar Yodi mempunya asupan bahan bakar yang cukup untuk memulai latihan, risiko yang dapat muncul berupa gangguan perncernaan. Oleh karena itu izinkan kami untuk merevisi jadwal latihan ke3
Semoga penjelasan ini dapat membantu, Terima kasih:)
Pranatahadi, S., n.d. Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta. [Online]Available at: http://staffnew.uny.ac.id/upload/131453190/pengabdian/PROGRAM+LATIHAN+BOLA+VOLI.pdf [Accessed 2 May 2020].
Baik Gianna, ternyata seperti ituu, terimakasih yaa😁
DeleteTerima kasih kembali Arsenius :) Semoga bermanfaat
DeleteTerima kasih atas informasinya kelompok 3.6, saya Sinta Putri N. (41160037) dari kelompok 1.5 ingin bertanya, disebutkan di atas bahwa seorang atlet bola voli dituntut untuk selalu memiliki kondisi mental dan fisik yang konstan.
ReplyDelete1). Bagaimana cara menjaga kondisi mental dan fisik atlet bola voli agar tidak berubah dan terus konstan?
2). Apakah ada asupan makanan dan/atau minuman yang dapat mempertahankan kondisi "mental" seseorang tetap konstan?
Terima kasih.
Terimakasih atas pertanyaannya Sinta putri, saya Michael Sinarta (41160039) ijin menjawab, agar kondisi mental dan fisik atlet terpenuhi dibutuhkan sosok pelatih yang mengerti akan bidang yang dijalani atlet, seperti mengatur pola latihan untuk menjaga kondisi fisik atlet agar tidak terlalu lelah, dan dari segi mental memberikan semangat agar tidak burnout akibat berlatih terus menerus dan pola latihan yang berbeda-beda agar atlet tidak bosan. Menurut Shepherd, 2016. pemilihan menu makanan juga mempengaruhi psikologis seseorang yang dimana diperangurhi oleh pengalaman, pengetahuan pola asuh masa dini, mood, dan stress dan pada kasus ini Yodi sangat menyukai makanan pedas maka dari itu kami menyusun menu makanan agar Yodi dapat tetap menikmati makanannya yang akan berpengaruh pada kondisi mentalnya, menjaga moodnya agar tetap baik tapi tetap memperhatikan agar gizinya juga tetap terpenuhi untuk menjaga kondisi fisiknya.
Deletesumber: Shepherd. R., & Raats, M. (2006). The Psychology of Food Choice. United Kingdom: Biddles Ltd, King’s Lynn
Kepada kelompok 1.6.
ReplyDeleteIzin bertanya
Atlet anda sangat suka makanan pedas, namun pada menu A saya tidak menemukan adanya makanan pedas. Apa alasannya? Apakah ini tidak akan mengganggu selera makan atlet atau menyebabkan perasaan atlet tidak tenang/tidak mood?
Terima kasih.
Vanessa Veronica
41160062
Halo,Vanessa! Terimakasih buat pertanyaannya yaa.. Saya Yediva (41160042) akan menjawab. Alasannya adalah ditakutkan Atlet akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan setelah mengonsumi makanan pedas, mungkin atlet akan merasa makanan yang diberikan "kurang lengkap" karena rasa favoritnya tidak diberikan. Namun perlu diingat kembali bahwa dirinya adalah seorang atlet yang memang harus disiplin demi kesehatan dia saat mempersiapkan pertandingan yang sebentar lagi diadakan. Banyak atlet-atlet indonesia yang memang konsumsi harus dijaga ketat oleh dokter mereka dan pelatih sampai-sampai harus mengecek lemari makanan anak-anak atletnya untuk memastikan bahwa makanan yang mereka makan sehat dan yang sudah diberikan oleh ahli (contoh kasus yang dialami timnas U-19) . Makanan pedas yang dikonsumsi tiap hari bagi atlet dapat membuat iritasi pada lambung yang dapat akut misal saat latihan bolak - balik WC akan menggangu jalannya latihan tim kemudian kronik malah saat lomba hari H dirinya sakit diare atau maag kambuh. Namun mungkin agar tidak stress atau mengobati rasa ingin kepada makan pedas dapat diberikan cabe dengan jumlah minimal dan tidak setiap hari.
DeleteTerimakasih Vanessa! Tuhan memberkati :)
Satyanarayana, M. NCBI (2006). Capsaicin and gastric ulcers. Critical Review in Food Science and Nutrition, 46(4):275-328.
Blentine, J. eMedicine Health (2017). Gastritis (Symptoms, Diet, and Treatment).
Nelson, J., & Jewell, T. Healthline (2016). Chronic Gastritis.
Davis, C. Medicine Net (2018). Gastritis (Symptoms, Pain, Home Remedies, and Cure)
Detik sport. 2013. Menjaga Pola Makan Timnas U-19: Dilarang Makan Pedas dan Asam! [Online] Available at https://sport.detik.com/sepakbola/liga-indonesia/d-2379703/menjaga-pola-makan-timnas-u-19-dilarang-makan-pedas-dan-asam Accessed 2/5/2020
Sangat informatif! terima kasih kelompok 3.6
ReplyDeleteSaya Maharani Dyah K (41160095) dari kelompok 3.3 ingin bertanya.
1. sudah disebutkan bahwa konsumsi makronutrien yaitu dengan konsumsi protein, lemak, dan karbohidrat. yang ingin saya tanyakan bagaimana dengan kebutuhan mikronutrien dari atlet ini, jenis makronutrien apa yg banyak dibutuhkan, apakah sudah memenuhi kebutuhan, dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan tersebut?
2. dalam menu ditambahkan cairan elektrolit. Apakah ada batasan maksimum dari konsumsi cairan elektrolit? Dan apakah bila dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan efek tertentu?
This comment has been removed by the author.
DeleteHalo,Rani! Terimakasih buat pertanyaannya yaa.. Saya Yediva (41160042) akan mencoba menjawab
Delete1. Mikronutrien yaitu vitamin dan mineral (minimal 200mg perhari) terkandung kedalam bahan-bahan yang ada pada menu A maupun B sehingga tidak ada perhitungan khusus juga mikronutrien dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sangat sedikit. Walaupun sangat sedikit namun harus tetap ada.
2. Ada batasannya ya, karena apabila terlalu berlebih akan memperberat kerja dari ginjal tentunya nanti lama-kelamaan ginjal akan rusak. Untuk penghitungannya juga ada disesuaikan dengan usia jenis kelamin dan jumlah lemak.
Terimakasih!
US National Library of Medicine, NIH. Medline Plus (2016). Fluid and Electrolyte Balance.
Abbasi B., et al. NCBI (2012). The effect of magnesium supplementation on primary insomnia in elderly: A double-blind placebo-controlled clinical trial. Journal of research in medical science,17(12),pp.1161-9.
Terimakasih atas informasinya teman-teman kelompok 3.6
ReplyDeleteSaya Inda Rebeca (41160073) ingin mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut:
1. Dalam makalah teman-teman menuliskan bahwa makanan yang mengandung antioksidan tinggi dapat meningkatkan kekebalan tubuh, contohnya adalah jeruk, stroberi dan brokoli. Apakah mungkin ada jenis makanan lainnya yang mengandung antioksidan tinggi apabila tidak menemukan contoh-contoh makanan yang teman-teman sebutkan diatas
2. Pada pertanyaan nomor 2 teman-teman menuliskan bahwa konsumsi camilan yang intens sebelum dan sesudah latihan sangat direkomendasikan. Apakah ada manfaatnya? dan apakah ada takaran tertentu?
3. Dalam makalah teman-teman tidak menuliskan adanya pemberian mikronutrien seperti vitamin/suplemen. Apakah pertimbangan teman-teman tidak memberikan?
Terimakasih teman-teman !
This comment has been removed by the author.
DeleteHalo, Inda Rebeca! Terimakasih buat pertanyaanya kepada kami yaaa..Saya Yediva (41160042) akan mencoba menjawab pertanyaan
Delete1. Mungkin saja , terdapat beberapa jenis antioksidan misalnya vitamin C dan vitamin E .
Buah yang sudah kami pilih sangat tinggi kandungan antioksidannya seperti buah pear,buah jeruk,buah pisang. Selain itu ada pula buah anggur,buah mangga,buah nanas
Untuk sayuran juga contohnya sayur kubis merah,asparagus,tomat.
biasanya buah dan sayur berwarna merah, oranye, kuning, dan ungu mengandung banyak antioksidan
Mayo Clinic (2017). Slide Show: Add Antioxidants to Your Diet.
Centers for Disease Control and Prevention (2016). Steps to Safe and Healthy Fruits & Vegetables.
2. Manfaat camilan atau snacks sesudah latihan adalah untuk mengisi energi (pemulihan) sebelum atlet akan makan besar dengan jumlah kalori yang lebih besar pula. Karena apabila tidak ada snacks atlet akan menunggu 2 hingga 3 jam untuk makan besar, maka dari itu diberikan snacks terlebih dahulu. Untuk takaran tertentu tidak ada hanya disesuaikan saja dengan takaran makanan berat apa yang akan dikonsumsi setelahnya. Snacks yang direkomendasikan adalah dari olahan susu yang rendah lemak , yoghurt atau juga bisa buah pisang,sandwiches atau sereal.
Turnbull, C. Volleyball and Beach Volleyball Eating For Your Sport. 2014. [Online] Available at : https://www.nestle.co.nz/sites/g/files/pydnoa371/files/asset-library/documents/nutrition%20advice%20sheets/volleyball%20-%20manaia%20harris.pdf [ Accessed 2 Mei 2020]
3. Pada menu yang kami susun sudah banyak mengandung vitamin dan mineral. Vitamin didapatkan dari buah-buahan seperti jeruk, pisang, pear dan sayuran seperti wortel,bayam,daging yang dapat dilihat pada tabel menu kami. Kemudian kebutuhan mineral baik makro mineral dan mikro mineral juga sudah kami pilih di menu kami
Terimakasih! Tuhan memberkati :)
Hallo kelompok 3.6, terimakasih untuk informasinya. Nama saya Ella (41160035) ingin bertanya mengenai pemberian cabe merah di menu makan siang sebelum latihan. Apakah atlet diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan pedas sebelum latihan ? Dan manfaat cabe merah bagi atlet apa saja ya ?
ReplyDeleteTerima kasih, Tuhan memberkati.
Halo,Ella! Terimakasih atas pertanyaannya yaa.. Saya Yediva (41160042) akan menjawab pertanyaan Ella.. cabe merah yang diberikan pada menu masih dalam batas minimal atau tidak terlalu banyak cabe sehingga diharapkan tidak akan membuat Atlet mendapati risiko-risiko yang tidak diinginkan misalnya dehidrasi,diare dan reflux asam lambung (Atlet memiliki riwayat maag).
DeleteManfaat cabe bagi atlet adalah didalam cabe terdapat kandungan bernapa capsaicin atau CAP nah CAP inilah yang akan mempercepat metabolisme pada tubuh sehingga atlet akan cepat pula pulih saat setelah berolahraga atau sebelum olahraga sudah mendapat energi. Terimakasih! Tuhan memberkati :)
sumber :
DeleteJ Sports Sci Med. 2004 Sep; 3(3): 118–130.
Published online 2004 Sep 1.
PMCID: PMC3905294
PMID: 24482589
International Society of Sports Nutrition Symposium, June 18-19, 2005, Las Vegas NV, USA - Symposium - Macronutrient Utilization During Exercise: Implications For Performance And Supplementation
Selamat siang teman teman kelompok 3.6. sangat baik informasinya nih. saya Yeremia Wicaksono (41160018) pada menu terdapat sarapan dan snack pagi sebelum latihan pagi, saya ingin bertanya apakah sarapan dan snack pagi sebelum latihan dapat mengganggu atlet ketika latihan? dan jika atlet yang punyaa maag ada latihan pagi sebelum sarapan apakah diperbolehkan? kalo iya bagaimana yang dianjurkan dan kalo tidak mengapa? terima kasih
ReplyDeleteselamat siang Yeremia, saya Stefani Oktavia (41160082), ijin menjawab pertanyaan saudara. seperti jawaban saya atas pertanyaan mega sebelumnya:
DeleteBerdasarkan sumber yang saya dapat jadwal makan pre-event untuk atlet bisa 2-4 jam sebelum kompetisi bertujuan untuk memberi waktu bagi perut untuk mengosongkan perut. Serta untuk kegiatan pagi 2-3 jam sebelum kegiatan dan snack 1-2 jam sebelum kegiatan. makanan yang kami pilih juga adalah makanan tinggi karbohidrat dan rendah leak sehingga lebih mudah untuk dicerna dan sudah mempertimbangkan porsinya agar tidak terlalu kenyang.
alasan kami memberikan sarapan kepada atlet dikarenakan atlet perlu makan dengan pola makan yang teratur, untuk mencegah terjadinya gastritis. berdasarkan sumber yang kami dapat pola makan yang tidak baik dapat meningkatkan faktor resiko gastritis. pola makan yang dimaksud terdiri atas keteraturan makan, jenis makanan, dan frekuensi makan. Untuk keteraturan makan, makan tidak teratur berisiko 1,85 kali menderita gastritis dibandingkan dengan makan teratur. Hal tersebut disebabkan saat perut harus diisi, tapi dibiarkan kosong, atau ditundanya pengisian, asam lambung akan mencerna lapisan mukosa lambung, karena ketika kondisi lambung kosong, akan terjadi gerakan peristaltik lambung bertambah intensif yang akan merangsang peningkatan produksi asam lambung sehingga dapat timbul rasa nyeri diulu hati.
sumber:
Susanti, M. M., & Fitriani, F. (2018). Pengaruh Pola Makan Terhadap Kejadian Gastritis Di Puskesmas Purwodadi I Kabupaten Grobogan. The Shine Cahaya Dunia Ners, 3(1).
Australia, S. D. (2009). Eating and Drinking Before Sport Smart pre-exercise eating ideas Body Composition. 03.
Halo, selamat siang! Saya Putu Tirzy (41160031) ingin bertanya, di atas dan melalui komentar yang ada disampaikan bahwa penyusunan menu dilakukan dengan mengurangi konsumsi sayur untuk mencegah produksi gas yang berlebihan akibat adanya maag. Kemudian apakah itu menyebabkan seorang Atlet membutuhkan tambahan suplemen makanan seperti vitamin, mineral melalui produk-produk suplemen yang ada untuk "menggantikan" asupan yang kurang? Terima kasih!
ReplyDeleteSelamat siang Tirzy, terimakasih atas pertanyaannya, saya Michael Sinarta (41160039) ijin menjawab, jadi seperti jawaban untuk pertanyaan yang sama diatas mengenai sayuran, sayur sangat dianjurkan untuk dikonsumsi pada Yodi yang memiliki riwayat maag dan juga tidak semua sayur menyebabkan peningkatan produksi gas. Adapun sayuran yang meningkatkan produksi gas antara lain: asparagus, brokoli, kubis, kol, jamur, dan bawang maka dari itu kami juga sudah mempertimbangkan agar penggunaan sayuran tersebut sangat diminimalisir dalam menu kami. Karena melihat kebutuhan gizi and energi sudah terpenuhi kami tidak memberikan suplemen kepada Yodi
DeleteSumber: Choi MK, Kang MH, Kim MH. Dietary intake assessment and biochemical characteristics of blood and urine in patients with chronic gastritis. Clin Nutr Res. 2015;4(2):90‐96. doi:10.7762/cnr.2015.4.2.90
Terima kasih informasinya, perkenalkan saya Evita (4118043), saya ingin bertanya bagaimana rasionalisasi nutrisi pada atlet dengan berat badan berlebih dan berat badan kurang dari BMI ?terima kasih.
ReplyDeleteselamat siang Evita, terima kasih atas pertanyaannya, saya Stefani Oktavia (41160082) ijin menjawab pertanyaan saudara. untuk perhitungan berat badan yang lebih maupun kurang dapat menghitung kebutuhan energi harian seseorang dengan memakai berat badan idaman dari seseorang. perhitungan berat badan idaman tersebut didapatkan melalui perhitungan rumus Brocca yang dimodifikasi adalah sebagai berikut
DeleteBB idaman = 90% x (TB dalam cm - 100) x 1 kg.
bagi pria dengan tinggi badan di bawah 160 cm dan wanita dibawah 150 cm,
BB idaman = (TB dalam cm - 100) x 1 kg
selain itu perlu disesuaikan kembali dengan kebutuhan energi tambahan dari seseorang atlet yang dilihat dari tingkat aktfitas fisiknya.
sumber:
FKUI, 2015. Menyusun Diet Berbagai Penyakit. 4th ed. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Selamat siang saya Yatatik Kartika (41150089) ingin bertanya kepada kelompok 3.6
ReplyDeleteApabila dilihat di menu, baik menu A dan menu B pemberian susu skim cair sering diberikan di pagi hari dan pada saat snack time. Apakah pertimbangan kalian dalam pemberian susu skim cair pada waktu-waktu tersebut?
Terima kasih
Halo Tika! Terima kasih atas pertanyaannya. Perkenalkan saya Gianna Tangkilisan mecoba menjawab pertanyaan yang diajukan. Susu skim cair kami berikan sebagai pengganti susu sapi. Susu skim cair merupakan salah satu jenis susu yang tidak mengandung lemak. Kami memberikan susu skim cair sekitar 2-3x sehari salah satu pertimbangannya adalah untuk mencukupi kebutuhan mikronutrien (K+) dengan kadar lemak yang rendah dari dai susu.
DeleteSemoga penjelasan ini dapat membantu, Terima kasih:)
FKUI, 2015. Menyusun Diet Berbagai Penyakit. 4th ed. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Terima kasih atas jawabannya Gianna
DeleteTerima kasih kembali, Tika. Sehat salalu
DeleteTerimakasih informasinya sangat bermanfaat. Saya Kezia (41170137) mau bertanya mengenai cairan isotonik, berapakah jumlah cairan isotonik yang bisa diberikan kepada seorang atlit dan seorang yang bukan atlit? Apakah sebaiknya di minum setelah latihan atau saat latihan?
ReplyDeleteTerimakasih.
Halo Kezia! Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan perkenalkan saya Gianna Tangkilisan akan mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan. Jumlah cairan isotonis yang diberikan pada seseorang tergantung dari kebutuhan cairannya. Sebenarnya pada atlit tidak apa-jika hanya diberika air mineral akan tetapi dengan cairan isotonis, cairan dapat lebih mudah diserap sehingga lebih menjaga derajat hidrasi dari atlet. Jumlah yang dianjurkan untuk atlet voli adalah 4 - 6 ounces air (118 - 177 ml) /15-20 menit. Untuk waktunya disarankan diminum saat latihan berlangsung.
DeleteSemoga penjelasan ini bisa membantu, terima kasih :)
NCAA, 2014 . NUTRITION FOR THE VOLLEYBALL STUDENT-ATHLETE, Bloomington: COLLEGIATE AND PROFESSIONAL SPORTS DIETITIANS ASSOCIATION.
Purnomo, A. A., 2016. Perbedaan Pemberian Air Mineral dan Minuman Berisonotik Sebelum Aktivitas Fisik Aerobik Terhadap Denyut Nadi Pemulihan. Digilib Unner.